Warga Bandung Sepakat Pemberlakuan Ganjil Genap Penyekatan jalan di Bandung. (Humas Bandung)

MerahPutih.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan survei pengguna jalan selama pemberlakuan ganjil genap. Hasil survei di sejumlah titik itu menunjukkan mayoritas warga Bandung yang disurvei sepakat dengan pemberlakuan ganjil genap di lalu lintas Kota Bandung.

Survei dilakukan terhadap pengendara mobil dan sepeda motor, lalu para ojek online, sopir angkutan penumpang dan angkutan barang, serta para pengunjung. Tak kurang dari 100 pengendara dari masing-masing lokasi pemberlakuan ganjil genap, baik Jalan Asia Afrika maupun Jalan Ir. H. Djuanda.

Baca Juga

Penularan COVID-19 di Kota Bandung Mulai Terkendali

Di Jalan Asia Afrika, persentase terbesar jawaban responden memilih kebijakan pemberlakukan ganjil genap di waktu tertentu sebanyak 38 persen. Sebanyak 32 persen sepakat dengan penutupan jalan di waktu tertentu, dan 30 persen sisanya lebih memilih penyekatan dengan pemeriksaan dokumen.

Untuk Jalan Ir. H. Djuanda, sebanyak 58 persen responden juga sepakat dengan pemberlakuan ganjil genap di waktu tertentu. Dan 16 persen di antaranya memilih penyekatan dengan pemeriksaan dokumen. Sedangkan 14 persen responden setuju penutupan jalan di waktu terentu dan terdapat 12 persen yang memilih penutupan ruas jalan total.

"Kalau kita simpulkan keseluruhannya bahwa memang sebanyak 48 persen memilih pemberlakukan ganjil genap. Kemudian penutupan total 6 persen, penutupan jalan di waktu tertentu 23 persen, penyekatan dengan pemeriksaan dokumen perjalanan 23 persen," terang Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Ricky Gustiadi, Selasa (24/8).

Polisi mengalihkan kendaraan yang terkena penyekatan ganjil-genap di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)
Polisi mengalihkan kendaraan yang terkena penyekatan ganjil-genap di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Ricky juga mengungkapkan, penerapan ganjil genap pada 20-23 Agustus 2021 di sejumlah ruas jalan di Kota Bandung menunjukan penurunan jumlah kendaraan cukup signifikan. Sebagai gambarannya, volume kendaraan di Jalan Asia Afrika di hari-hari biasanya sebanyak 3.047 kendaraan per jam, turun menjadi 2.111 kendaraan per jam. Bahkan, sempat mencapai 710 kendaraan per jam.

Begitupun di Jalan Ir. H. Djuanda yang biasa dilewati 2.070 kendaraan per jam menunjukan pengurangan menjadi 1.075 kendaraaan per jam. Dengan volume terendah mencapai 542 kendaraan per jam.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Ricky Gustiadi saat menjadi narasumber di Bandung Menjawab secara virtual, Selasa (24/8).

"Artinya diberlakukannya ganjil genap ini terjadi penurunan sekitar 50 persen. Lalu lintas menjadi lancar dan volumenya berkurang, kecepatan meningkat. Artinya efektif dan berhasil," ucap Ricky.

Menurut Ricky, hasil evaluasi ganjil genap menjadi bahan rujukan untuk penentuan kebijakan oleh pimpinan. Namun saat ini, Kota Bandung masih dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyaakat (PPKM) sekalipun kini tengah menurun ke level 3.

"Hasil evaluasi ganjil genap ini akan kita laporkan kepada tim Satgas COVID-19 dan akan dilaksanakan rapat terbatas. Nanti masalah lanjut atau tidaknya tergantung keputusan rapat pimpinan. Tapi dari hasil survei ini, ganjil genap efektif dan kondusif," bebernya.

Sementara itu, Kepala Unit Dikyasa Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Asep Kusmana mengaku turut memantau langsung respon masyarakat di lapangan ketika diberlakukan ganjil genap. Hasilnya justru banyak yang memberikan tanggapan positif.

"Jadi seandainya pemberlakukan yang sebelumnya bisa mengganggu, mungkin dalam hal ini pemberlakukan ganjil genap tidak mengganggu aktivitas masyarakat," ucap Asep.

Asep mengungkapkan, pada pelaksanaannya di lapangan masih ada pengendara yang memaksakan melintas meski tak sesuai aturan. Namun, petugas selalu mengedepankan edukasi terhadap pemberlakuan aturan ganjil genap ini.

"Ini sifatnya edukasi kepada masyarakat. Apabila ada pengendara yang menerobos yang tidak masuk pengecualian, kita hentikan dan diberi imbauan secara humanis diberikan edukasi. Supaya masyarakat paham maksud dan tujuan pemberlakukan ganjil genap ini," katanya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga

Aturan Baru PPKM Kota Bandung, Tempat Hiburan Belum Bisa Buka

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dewa United FC Bakal Lawan Borneo FC, Barito Putera dan Persik Kediri
Olahraga
Dewa United FC Bakal Lawan Borneo FC, Barito Putera dan Persik Kediri

Selama pertandingan uji coba, tidak ada target yang saya berikan kepada para pemain. Fokusnya, hanya membangun tim ini saja sebelum mereka main di Liga 2 2021.

Ubi Cilembu untuk Pertama Kali Diekspor ke Singapura
Indonesia
Ubi Cilembu untuk Pertama Kali Diekspor ke Singapura

Ekspor ubi jalar tersebut dilakukan PT Bona Vista Hikmah di Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Kamis (16/9).

Asia Alami Lonjakan Kasus COVID-19, Warga Diminta Tahan Mobilitas
Indonesia
Asia Alami Lonjakan Kasus COVID-19, Warga Diminta Tahan Mobilitas

“Hindari bepergian, paling tidak sampai pandemi benar-benar terkontrol. Kalau nanti terjadi lonjakan kasus, kasihan tenaga kesehatan akan kelelahan,” kata Menkes.

Sering Operasi Bersama, Brimob Diperintah Perkuat Sinergitas dengan TNI
Indonesia
Sering Operasi Bersama, Brimob Diperintah Perkuat Sinergitas dengan TNI

Korps Brimob mampu menyesuaikan doktrin, peningkatan kemampuan dan pelatihan, mengingat medan tugas yang dinamis dalam rangka menjaga situasi kamtibmas.

PPKM Darurat di Hari Pertama Kerja, Kapasitas di KRL Seperti Biasa Saja
Indonesia
PPKM Darurat di Hari Pertama Kerja, Kapasitas di KRL Seperti Biasa Saja

Bahkan, yang lebih mengkhawatirkan, saat KRL mendekati stasiun Tanah Abang, kapasitas gerbong KRL semakin padat. Orang yang berdiri semakin berimpitan dan tidak ada jarak satu sama lain.

Pemerintah Arab Saudi Dinilai Plintat-Plintut Soal Kuota Haji untuk Indonesia
Indonesia
Pemerintah Arab Saudi Dinilai Plintat-Plintut Soal Kuota Haji untuk Indonesia

Banyak masyarkat untuk bisa naik haji menabung bertahun-tahun

Luhut: Hampir Semua di Jawa Dikontrol Varian Delta
Indonesia
Luhut: Hampir Semua di Jawa Dikontrol Varian Delta

Amerika sendiri sekarang mengalami kenaikan yang luar biasa

Keuntungan DKI atas Kepemilikan Saham Bir Capai Ratusan Miliar
Indonesia
Keuntungan DKI atas Kepemilikan Saham Bir Capai Ratusan Miliar

Prasetyo Edi Marsudi masih berkukuh tidak menyetujui Gubernur Anies Baswedan yang berkeinginan melepas kepemilikan saham bir di PT Delta Djakarta.

Densus Tangkap Terduga Teroris di Condet, Pemprov DKI Awasi Orang-Orang Mencurigakan
Indonesia
Densus Tangkap Terduga Teroris di Condet, Pemprov DKI Awasi Orang-Orang Mencurigakan

Pemprov DKI dan orang tua mempunyai pekerjaan untuk menjaga anak-anak agar tidak terdoktrin dalam jaringan teroris

Pengunjung Pasar Tanah Abang Membludak, Pemprov DKI Terjunkan Satgas COVID-19
Indonesia
Pengunjung Pasar Tanah Abang Membludak, Pemprov DKI Terjunkan Satgas COVID-19

"Kita akan menempatkan satgas COVID-19 untuk mengatur pengunjung dan menertibkan pelanggar protokol kesehatan. Intinya, setiap pengunjung dilarang memasuki area pasar jika tidak mengenakan masker," ujar Marullah.