Warga Bandung Lebih Nyaman Pakai Transportasi Online Ilustrasi. (MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com – Berbeda dengan para pengusaha angkutan umum konvensional yang menginginkan pemerintah tegas kepada angkutan online. Masyarakat yang biasa menggunakan angkutan online malah merasa terbantu dengan keberadaan mereka.

Salah satu pelanggan angkutan online di Kota Bandung, Danang Hadianto (35) mengungkapkan dirinya merasa terbantu dengan keberadaan angkutan berbasis online tersebut.

“Kalau kita biasa menggunakan ojek pangkalan agak males karena harus ke pangkalan dan jauh. Sedangkan bila menggunakan aplikasi tinggal memesan melalui handphone dan mereka menjemput kita,” ujar Danang.

Keuntungan lainnya lagi, dikatakan Danang, mengenai tarif yang sudah ditentukan tanpa tarif tembak.

“Kalau dengan angkutan online sudah keluar tarifnya. Sedangkan ojek pangkalan harus tawar-menawar dan harganya terkadang lebih mahal dibandingkan yang online,” bebernya.

Pelanggan lainnya Lia Amalia (23) mengungkapkan sebaiknya para pengsuaha angkutan umum berbenah dalam hal pelayanan.

“Kita mau naik angkot gimana, pelayanannya juga tidak memuaskan. Banyak ngetem-nya, belum supirnya menjalankannya kurang ramah,” ungkap Lia.

Selain itu, terkadang banyak pengemudi yang tidak memperhatikan angkutan mereka.

“Banyak sampah, bahkan ada angkutan kota yang bannya gundul sehingga membahayakan penumpang,” tambahnya.

Untuk itu, dirinya sangat terbantu dengan adanya angkutan online.

“Mereka sangat memperhatikan penampilan sehingga pelanggan merasa nyaman,” katanya.

Selain itu, warga banyak keuntungan yang ditawarkan perusahaan transportasi online.

“Adanya kepastian tarif selain itu banyak juga promo-promonya,” ujar warga lainnya, Sinta Andriani (32).

Ditambahkannya, layanan lain yakni bisa memesan makanan dan mengirim barang dalam waktu yang cepat. “Terkadang kita malas beli makanan atau ngirim barang itu bisa dilakukan,” terangnya.

Untuk itu mereka meminta pemerintah untuk bijak dalam mengeluarkan keputusan. “Jangan sampai kepentingan umum kalah hanya dengan segelintir pengusaha angkutan yang tidak ingin berubah atau berkembang ke arah lebih baik,” tegasnya.

Seperti diketahui, keberadaan transportasi online tengah menjadi sorotan di Bandung. Sopir angkutan konvensional melakukan penolakan terhadap angkutan transportasi online. Kabar terakhir Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat menegaskan pihaknya tidak pernah membekukan operasional angkutan transportasi online dan kegiatan razia hanya sebatas sosialisasi imbauan untuk tidak beroperasi sementara. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Yugi Prasetyo, kontributor merahputih.com untuk wilayah Bandung dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Pemprov Jabar Tak Akan Bekukan Transportasi Online


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH