Warga Asal Negara Dengan Pemerintahan Tidak Stabil Bakal Sulit Masuk AS

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Desember 2025
Warga Asal Negara Dengan Pemerintahan Tidak Stabil Bakal Sulit Masuk AS

Presiden Donald Trump (Foto: Partai Republik AS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Amerika Serikat mempertimbangkan untuk memperluas daftar negara yang dikenai larangan masuk (travel ban) menjadi lebih dari 30 negara.

"Saya tidak bisa menyebutkan jumlah pastinya, tetapi lebih dari 30, dan Presiden Donald Trump terus mengevaluasi negara-negara tersebut," kata Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem.

Noem mempertanyakan alasan AS harus membuka akses masuk bagi orang-orang yang berasal dari negara yang dinilainya tidak memiliki pemerintahan stabil, tidak mampu menopang diri, atau tidak dapat membantu melakukan pemeriksaan latar belakang terhadap warga yang ingin masuk ke AS.

Sebelumnya Noem merekomendasikan “larangan perjalanan penuh terhadap setiap negara yang, menurutnya, telah membuat AS dibanjiri pelaku kekerasan, pemanfaat sistem, dan pencari tunjangan.”

Baca juga:

Lawan Rencana Agresi Militer AS ke Venezuela, Kuba: Kawasan Amerika Latin-Karibia Zona Damai

Perdebatan terkait kebijakan itu meningkat setelah Trump pada 28 November mengancam akan menghentikan migrasi secara permanen dari apa yang ia sebut “negara dunia ketiga”.

Pernyataan itu disampaikan setelah penembakan 26 November di dekat Gedung Putih menewaskan satu anggota Garda Nasional dan melukai satu lainnya.

Pelaku, warga Afghanistan 29 tahun yang mendapat suaka pada April 2024, masuk ke AS pada 2021 setelah penarikan pasukan AS di Afghanistan.

Laporan tersebut mengatakan pelaku pernah bekerja dengan sejumlah lembaga pemerintah AS, termasuk CIA.

Insiden tersebut memicu penghentian sementara penerbitan visa baru dan keputusan suaka bagi warga Afghanistan.

#Visa #Bebas Visa #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Mobil BYD Dilarang Masuk Pangkalan Militer AS, Ini Alasannya
Kendaraan BYD dilarang memasuki Pangkalan Udara Kadena di Jepang karena kekhawatiran keamanan. Kamera dan sensor mobil modern menjadi sorotan.
Yusuf Abdillah - Senin, 26 Oktober 2026
Mobil BYD Dilarang Masuk Pangkalan Militer AS, Ini Alasannya
Indonesia
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Pendekatan taktis baru tersebut "dapat mengejutkan" dunia dan para pakar militer, sebagaimana Iran sebelumnya mengejutkan dunia dengan kemampuan rudalnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Indonesia
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Trump berulang kali menolak rencana kembali melancarkan operasi tempur besar tahun ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Dunia
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Arahan itu mewajibkan badan-badan di bawah cabang eksekutif sipil untuk segera menghapus perangkat lunak DeepSeek yang ada, perangkat terkait, serta aplikasi pihak ketiga yang dibangun di atas kerangka kerjanya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Dunia
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Penampilan perdananya di hadapan media dan publik disorot tidak meyakinkan, menimbulkan kontroversi seputar keabsahan status advokatnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Bagikan