Warga Abaikan Prokes Jadi Penyebab Melonjaknya Kasus COVID-19 di Kudus Salah seorang peserta isolasi terpusat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengha, dipersiapkan untuk diberangkatkan ke Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Jateng. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

MerahPutih.com - Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tengah menjadi sorotan tajam karena melonjaknya kasus COVID-19 pasca libur lebaran 2021.

Bupati Kudus, HM Hartopo mengungkapkan, salah satu faktor yang memicu terjadinya lonjakan kasus COVID-19 adalah masyarakat mulai abai menerapkan protokol kesehatan karena euforia sudah divaksinasi. Bahkan, banyak masyarakat menganggap setelah divaksin bisa antivirus.

Baca Juga

8 Pasien Corona Kudus Dilarikan ke Rumah Sakit, 1 Meninggal Dunia

"Padahal vaksinasi itu hanya meningkatkan antibodi saja untuk imun sehingga kalau terpapar ada gejala yang tidak berat," kata Hartopo dalam diskusi secara virtual, Jumat (11/6).

Hartopo mengatakan, masyarakat Kudus yang melakukan tradisi ziarah makam dan saling mengunjungi rumah kerabat juga menjadi faktor penyebab lonjakan kasus COVID-19.

"Silaturahim ke saudara, melepas masker saat menikmati hidangan yang ada, sambil ngobrol nah ini potensi yang sangat luar biasa," ujarnya.

Ilustrasi - Perawat di RSUD Loekmono Hadi Kudus melayani pasien COVID-19 (ANTARA/HO-Humas RSUD Kudus)
Ilustrasi - Perawat di RSUD Loekmono Hadi Kudus melayani pasien COVID-19 (ANTARA/HO-Humas RSUD Kudus)

Selain itu, Hartopo mengatakan, penularan kasus juga terjadi di kawasan wisata karena banyak kapasitas wisata melebihi 50 persen.

"Adanya pariwisata yang imbauan Pemda kapasitas 50 persen ternyata pada melanggar dan Satgasnya tidak efektif pada saat itu, artinya kita tutup yang untuk sekarang," ucapnya.

Ia menegaskan, pemerintah setempat menutup sejumlah titik pariwisata demi mencegah kerumunan. Selain itu, mobilitas keluar-masuk Kudus pun diawasi secara ketat demi menekan laju penularan.

Kalau tujuannya ke Kudus dan tidak urgent, akan diputar balik. Tapi kalau memang ada kepentingan mungkin bekerja, tugas ke Kudus, tentunya dibolehkan masuk dengan menunjukkan hasil swab rapid antigen.

"Artinya, bebas COVID-19 yang masih aktif 1x24 jam," pungkasnya. (Knu)

Baca Juga

Ratusan Nakes Terpapar Corona, Dinkes Jateng Kirim 120 Nakes dari Luar Kudus

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Rumah Sakit di Kota Bogor Penuh, Bima Arya Ngaku Tak Bisa Berbuat Banyak
Indonesia
Rumah Sakit di Kota Bogor Penuh, Bima Arya Ngaku Tak Bisa Berbuat Banyak

Sejumlah rumah sakit di kota Bogor hampir penuh akibat lonjakan kasus COVID-19. Bahkan, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit sudah mencapai 83 persen.

Wagub Bocorkan Jumlah Liang Lahad Pasien COVID-19 di Jakarta
Indonesia
Wagub Bocorkan Jumlah Liang Lahad Pasien COVID-19 di Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya menjelaskan secara gamblang kesimpangsiuran jumlah liang lahad pemakaman jenazah pasien terkonfirmasi COVID-19 di ibu kota.

ESDM Targetkan Sampai Akhir 2021 Terbangun 763.968 Jaringan Gas Rumah
Indonesia
ESDM Targetkan Sampai Akhir 2021 Terbangun 763.968 Jaringan Gas Rumah

Pembangunan jargas tahun 2021 ini diperkirakan menyerap kurang lebih 12.000 pekerja. Sebagian besar jargas yang akan dibangun ini berlokasi di Jawa Timur dan Jawa Barat.

Kerumunan Saat Vaksinasi di GBK Gegara Orang-Orang Enggak Tahu Loket
Indonesia
Kerumunan Saat Vaksinasi di GBK Gegara Orang-Orang Enggak Tahu Loket

Vaksinasi ini dikhususkan bagi pelayan publik karyawan BUMN atau lansia

Demokrat Versi KLB Sebut Belasan Pasal Bermasalah dalam AD/ART Kongres 2020
Indonesia
Demokrat Versi KLB Sebut Belasan Pasal Bermasalah dalam AD/ART Kongres 2020

Jubir Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) M Rahmad menduga ada belasan pasal bermasalah dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hasil kongres 2020.

PDIP Lobi Fraksi Lain Gulirkan Hak Interpelasi Formula E
Indonesia
PDIP Lobi Fraksi Lain Gulirkan Hak Interpelasi Formula E

"Jadi lima orang ini kan inisiator. Sekarang lagi menggalang dukungan dari anggota fraksi lain," kata Gembong

Kapolri Baru Harus Perbaiki Kinerja Perlindungan HAM
Indonesia
Kapolri Baru Harus Perbaiki Kinerja Perlindungan HAM

Sektor HAM yang perlu dievaluasi adalah aturan di tingkat Polri yang membatasi kebebasan sipil masyarakat harus segera dicabut.

Kecam Parodi Lagu Indonesia Raya, La Nyalla: Injak-injak Harga Diri RI
Indonesia
Kecam Parodi Lagu Indonesia Raya, La Nyalla: Injak-injak Harga Diri RI

Senator asal Dapil Jawa Timur itu pun meminta pemerintah mengirimkan nota keberatan kepada pihak Malaysia. La Nyalla menyebut, Malaysia juga harus melakukan penyelidikan mengingat pelaku membawa atribut negeri jiran.

Ingat! Kota Bandung Masih Zona Merah Walau BOR RS COVID-19 Turun
Indonesia
Ingat! Kota Bandung Masih Zona Merah Walau BOR RS COVID-19 Turun

Pada periode 19-25 Juli tercatat skornya sebesar 1,78 semakin mendekati ke zona risiko sedang dengan standar penilaian skor sebesar 1,81.

PPKM Level 3 Diperpanjang, Ganjil-Genap Tetap Berlaku di Jakarta
Indonesia
PPKM Level 3 Diperpanjang, Ganjil-Genap Tetap Berlaku di Jakarta

Titik ganjil-genap di Jakarta tak mengalami perubahan. Artinya, ganjil-genap tetap diterapkan di tiga wilayah, yakni di Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, dan Jalan HR Rasuna Said.