Wapres Ungkap Alasan Kenapa Harus Impor Beras Wakil Presiden Jusuf Kalla. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

MerahPutih.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, keputusan pemerintah untuk mengimpor 500 ribu ton beras disebabkan oleh ketersediaan beras dalam negeri berkurang.

"Kita ada harga patokan, kalau di atas harga patokan, maka Bulog harus menjual. Tetapi ini karena stok kurang, maka harus impor dulu baru dijual. Tetapi kalau turun harga, maka dia membeli supaya naik," kata Wapres Kalla usai melantik pengurus Dewan Masjid Indonesia di Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat (12/1).

Kurangnya produksi beras dalam negeri, kata JK, disebabkan antara lain oleh keadaan cuaca yang mengakibatkan kualitas beras tidak maksimal.

"Biasanya yang tidak diambil (Bulog) itu kalau (karena) hujan. Jadi, basah. Tetapi kalau dia (beras) banyak, yakinlah kalau produksi banyak pasti akan dibeli oleh Bulog," katanya.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan impor beras sebanyak 500 ribu ton dari Vietnam dan Thailand tersebut tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Tidak ada dana APBN, itu pasti. PPI (PT Perusahan Perdagangan Indonesia) menjadi pintu sehingga kami bisa mengatur. Mereka nanti bisa bermitra dengan pengusaha beras," kata Enggartiasto.

Keputusan Pemerintah untuk mendatangkan beras dari Vietnam dan Thailand tersebut diambil setelah melakukan operasi pasar sejak November - Desember 2017 lalu.

Hasilnya, operasi pasar tersebut tidak terlalu memberi pengaruh terhadap penurunan harga. Bahkan, pada awal Januari 2018, harga beras medium berada di kisaran Rp 11 ribu per kilogram, atau di atas harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp 9.450. (*)



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH