Wapres Ma'ruf Prediksi Situasi Ekonomi Politik Bisa Rusak Jika AS dan Iran Berperang Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan keterangan pers di Istana Wapres Jakarta, Jumat (15/11/2019). (Fransiska Ninditya)

MerahPutih.Com - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengatakan, Indonesia tengah mengupayakan agar Amerika Serikat (AS) dan Iran tak berperang.

Wapres Ma'ruf mengatakan, perang antara AS dengan Iran akan memicu krisis ekonomi besar-besaran.

Baca Juga:

Jika Amerika dan Iran Perang, PA 212 Ingatkan Potensi Kemarahan Kelompok Syiah di Indonesia

"Ekonomi rusak, politik juga. Blok-blok akan terbangun. Itu sangat berbahaya sekali," ujar Ma'ruf kepada wartawan di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (8/1).

Kiai Ma'ruf menyebut, pemerintah seoptimal mungkin bersama negara-negara termasuk OKI (Organisasi Konferensi Islam) di Timteng dan negara-negara yang cinta damai untuk menahan tidak terjadi perang.

Wapres Ma'ruf sebut Perang AS dan Iran akan rusak politik dan ekonomi dunia
Wakil Presiden Ma’ruf Amin (ANTARA FOTO/Fransiska Ninditya)

Ia menambahkan, tak ada pihak yang bakal diuntungkan dengan pecahnya perang antara AS dan Iran.

Karena itu, ia pun mengapresiasi langkah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang telah memanggi Duta Besar AS dan Iran untuk Indonesia agar negara mereka menahan diri.

"Maka yang harus diupayakan mencari solusi perdamaian supaya tidak terjadi perang. Nah itu saya dukung upaya Menlu yang memanggil Dubes AS dan Dubes Iran yang prinsipnya memang untuk menahan diri supaya tidak terjadi perang," lanjut dia.

Ia ketegangan Iran dan Amerika Serikat segera mendapatkan solusi terbaik. Sebab, jika terjadi peperangan tidak ada yang diuntungkan satu sama lain.

"Saya kira tidak ada yang diuntungkan, termasuk yang tidak ikut perang itu akan jadi korban," kata Ma'ruf.

Sebab itu, kata dia, langkah yang harus dilakukan yaitu mencegah peperangan. Jika terjadi, kata dia, akan merugikan semua pihak. Mulai dari dunia, ekonomi.

"Sangat merugikan bagi dunia, ekonomi rusak, politik juga blok-blok akan terbangun, itu sangat berbahaya sekali," ungkap Ma'ruf.

Sebab itu, seluruh pihak, kata dia, harus membantu satu sama lain. Salah satunya itu melalui PBB.

"Oleh karena itu di Timteng dan negara-negara yang cinta damai kita berusaha melalui PBB untuk menahan tidak terjadi perang," kata Ma'ruf.

Baca Juga:

Iran-Amerika Sampai Perang, Aset Negeri Paman Sam di Indonesia Terancam

Sebelumnya diketahui, pasca tewasnya Panglima Garda Revolusi Mayor Jenderal Qassim Sulaimani, Iran langsung menyerang Amerika Serikat sebagai aksi balas dendam. Realisasi atas janji balas dendam Iran sudah dimulai, Rabu (8/1).

Presiden AS, Donald Trump memerintahkan membunuh Sulaimani. Panglima militer andalan Iran tersebut tewas setelah diserang pesawat tak berawak ke Bandara Internasional Baghdad.(Knu)

Baca Juga:

Jenderal Iran Dibunuh Pasukan AS, Begini Reaksi MUI



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH