Wapres Ma'ruf: Mengkritik Bukan Tindakan Radikal Wakil Presiden Ma'ruf Amin di rumah dinas wapres Jakarta, Selasa (16/2/2021). (Asdep KIP Setwapres)

MerahPutih.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut mengkritik pemerintah bukanlah tindakan radikal selama disampaikan sesuai koridor hukum dan tidak mengancam terjadinya perpecahan bangsa.

"Sepanjang itu tidak ada hal-hal yang menunjukkan adanya gerakan-gerakan yang bisa mengancam, itu saya kira tidak masuk dalam (radikalisme)," kata Ma'ruf di Jakarta, Selasa (16/2).

Baca Juga

Wapres Perintahkan Kapolri Kawal Vaksinasi COVID-19 Sampai Tuntas

Ma'ruf menjelaskan pengertian radikalisme masih luas, sehingga sulit dibedakan antara bersikap kritis dan bertindak radikal. Wapres juga mengakui masih ada anggapan radikal terhadap kelompok atau orang yang menyampaikan kritik kerasnya kepada pemerintah.

"Saya kira pemahaman radikalisme itu kemudian menjadi confuse (membingungkan, red.) ya. Misalnya, ketika orang bersikap kritis, mengkritik pemerintah, itu kemudian dianggap sebagai suatu tindakan radikal," ujar Ma'ruf dikutip Antara.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin

Menurut Wapres, harus ada pemahaman yang jelas terkait radikalisme, sehingga setiap kritik yang dilontarkan kepada pemerintah tidak selalu dianggap sebagai upaya radikal.

"Memang sering kali orang bersikap kritis kepada pemerintah, terus dianggap sebagai radikal. Mungkin itu yang perlu didudukkan. Saya kira nanti ada pelurusan tentang radikal itu seperti apa, nanti ada penjelasan yang lebih konkret," jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, harus dipahami pula perbedaan antara memberikan kritik membangun dan upaya untuk mengubah sistem atau merusak tatanan pemerintahan yang sudah disepakati.

"Harus dibedakan antara memberikan kritik yang sehat dan memang ingin melakukan perubahan dengan gerakan yang ingin mengubah negara dengan cara yang tidak konstitusional, dengan tidak demokratis. Ketika itu dilakukan dengan cara-cara tidak demokratis, mengubah negara, mengganti dasar negara, mengganti pemerintah, nah ini (radikal)," tegas Ma'ruf

Sosok berusia 77 tahun ini juga mengingatkan bahwa ancaman radikalisme nyata, sehingga perlu semangat yang sama antara pemerintah dan seluruh kalangan masyarakat untuk tidak membiarkan paham tersebut berkembang di Indonesia.

"Oleh karena itu, seluruh masyarakat dan pemerintah harus punya semangat yang sama, kesepakatan yang sama untuk tidak membiarkan berkembangnya paham radikal itu, supaya kerukunan terjaga, keutuhan bangsa terjaga, persatuan Indonesia terjaga dan stabilitas nasional juga terjaga. Ancaman itu ada," pungkasnya. (*)

Baca Juga

Keluar Izin Vaksin Lansia, Wapres Tunggu Rekomendasi Dokter Kepresidenan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemensos Laporkan Pencatutan Nama Pejabatnya ke Polda Metro Jaya
Indonesia
Kemensos Laporkan Pencatutan Nama Pejabatnya ke Polda Metro Jaya

Kepala Biro Umum Kementerian Sosial (Kemensos) Wiwiek Widiyanti melaporkan seorang oknum berinisial M atas dugaan pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya.

Ketua DPRD Tegaskan Hak Interpelasi Bukan untuk Jatuhkan Anies
Indonesia
Ketua DPRD Tegaskan Hak Interpelasi Bukan untuk Jatuhkan Anies

Hak Interpelasi juga digulirkan untuk kepentingan masyarakat Jakarta

Para Uskup Gereja Katolik Nyatakan Dukungan Perpanjangan PPKM Darurat
Indonesia
Para Uskup Gereja Katolik Nyatakan Dukungan Perpanjangan PPKM Darurat

Presiden Joko Widodo telah mengumumkan kebijakan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga 25 Juli 2021.

Unesa Berikan Beasiswa buat Atlet Paralimpiade Indonesia
Indonesia
Unesa Berikan Beasiswa buat Atlet Paralimpiade Indonesia

Para atlet Paralimpiade Indonesia yang tengah berjuang dalam ajang Paralimpiade Tokyo 2020 berkesempatan mengikuti program pendidikan gratis yang diselenggarakan Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Polri Ungkap Identitas Buronan Teroris Bom Katedral Makassar yang Tertangkap
Indonesia
Polri Ungkap Identitas Buronan Teroris Bom Katedral Makassar yang Tertangkap

Densus 88 Antiteror Polri menangkap satu buronan teroris terlibat dalam aksi pengeboman di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan.

7 Ribu Murid Daftar Jalur Afirmasi Rawan Melanjutkan Pendidikan di Bandung
Indonesia
7 Ribu Murid Daftar Jalur Afirmasi Rawan Melanjutkan Pendidikan di Bandung

"Sesuai dengan amanat Wali Kota Bandung bahwa di Kota Bandung tidak boleh ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah, terutama anak yang berasal dari keluarga yang tidak mampu," kata Hikmat.

KIP Gelar Sidang Terkait TWK Pegawai KPK 13 September
Indonesia
KIP Gelar Sidang Terkait TWK Pegawai KPK 13 September

Agenda awal pemeriksaan terkait empat hal kewenangan KI

Presiden Jokowi Hadiri Peringatan HUT Ke-10 Partai NasDem
Indonesia
Presiden Jokowi Hadiri Peringatan HUT Ke-10 Partai NasDem

Presiden Joko Widodo menghadiri peringatan HUT ke-10 Partai NasDem di Gedung Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Jakarta, Kamis (11/11).

Tiga Lokasi Wisata di DIY Kembali Dibuka, Cek Syarat Masuknya
Indonesia
Tiga Lokasi Wisata di DIY Kembali Dibuka, Cek Syarat Masuknya

Destinasi wisata tersebut adalah Taman Wisata Merapi Park di Kabupaten Sleman, Seribu Batu Songgo Langit dan Pinus Pengger di Kabupaten Bantul.

David Noah Bakal Dikonfrontasi dengan Pelapor Kasus Dugaan Penipuan Rp 1 Miliar
Indonesia
David Noah Bakal Dikonfrontasi dengan Pelapor Kasus Dugaan Penipuan Rp 1 Miliar

Penyidik Polda Metro Jaya bakal mengonfrontasikan musisi David Kurnia Albert alias David Noah dengan pelapor Lina Yunita.