Wapres Ma'ruf: Ironis, Indonesia tidak Masuk 10 Besar Produsen Halal Dunia Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Rabu (11/3). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Namun demikian, Indonesia justru tidak masuk 10 besar negara produsen makanan halal.

"Ironis sekali Indonesia tidak masuk dalam 10 besar produsen halal dunia. Padahal, semua negara tahu jika Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar dunia," ujar Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin di Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu (11/3).

Baca Juga

Pengamat Sebut Wapres Ma'ruf Amin Tak Sekuat JK

Mantan ketua MUI ini mengungkapkan peringkat pertama sebagai negara produsen halal dunia justru ditempati Brasil disusul Australia diperingkat kedua. Kedua negara itu mayoritas penduduknya tidak memeluk agama Islam.

"Ya sekarang banyak negara-negara yang meminta pengakuan Indonesia dalam menentukan kehalalan produk mereka," kata dia.

Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah memberikan penghargaan terhadap Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Rabu (11/3). (MP/Ismail)
Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah memberikan penghargaan terhadap Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Rabu (11/3). (MP/Ismail)

Namun demikian, pengakuan tersebut hanya sebatas pada pemberian stempel, bukan sebagai produsen halal. Di Indonesia saat ini hanya terbatas pada memberikan sertifikat pengakuan halal atau disebut untuk menstempel halal.

Baca Juga

PA 212 Duga Wahyu Setiawan Ikut 'Bermain' Menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin

"Untuk mengejar ketertinggalan dari Brazil dan Australia, kami membentuk Koneks (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah). Sebagai ketua dan pelaksana hariannya adalah presiden dan wapres," papar dia.

Ma'ruf menambahkan ada empat hal yang menjadi fokus pengembangan Koneks, pertama, pengembangan dan perluasan industri produk halal. Kedua, pengembangan dan perluasan keuangan syariah. Ketiga, pengembangan dan perluasan dana sosial syariah. Keempat, pengembangan dan perluasan kegiatan usaha syariah.

"Saya optimistis dengan adanya Koneks Indonesia bisa menjadi negara produsen halal. Apalagi saat ini ada Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2020 tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah," kata Ma'ruf.

Baca Juga

MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS, Ma'ruf Amin: APBN Semakin Membengkak

Berita ini merupakan laporan Ismail Soli kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH