Wapres Ma'ruf Amin: Waspadai Narasi-Narasi Provokatif untuk Picu Konflik Wakil Presiden Ma'ruf Amin (Foto: Antara/Fransiska Ninditya)

MerahPutih.Com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta seluruh kalangan masyarakat untuk membangun narasi kerukunan.

Menurut Ma'ruf hal ini untuk mencegah radikalisme, serta tidak menggunakan kalimat yang dapat memicu intoleransi.

Baca Juga:

Harapan Wapres Ma'ruf Amin Soal Kabinet yang Disusun Jokowi

"Narasi yang kita bangun itu narasi kerukunan, jangan narasi konflik, " katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat, (15/11).

Wapres KH Ma'ruf Amin minta masyarakat hindari narasi-narasi provokatif
Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan keterangan pers di Istana Wapres Jakarta, Jumat (15/11/2019). (Fransiska Ninditya)

Ia berujar, ungkapan kebencian yang banyak muncul di media sosial akan menimbulkan konflik di kalangan masyarakat. Sehingga, pola pikir dan kebiasaan masyarakat untuk menciptakan narasi kerukunan harus dibiasakan sejak dini.

"Oleh karena itu jangan membawa narasi konflik ke Indonesia ini," jelasnya.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif ini juga berpandangan sertifikasi guru mengaji belum diperlukan saat ini.

"Lalu apakah perlu sertifikasi guru ngaji saya kira belum, kita belum memikirkan pentingnya sertifikasi guru ngaji itu ya," jelas dia.

Baca Juga:

Sehari Dilantik, Wapres Ma'ruf Amin Langsung Berangkat ke Jepang

KH Ma'ruf Amin mengaku belum memikirkan sertifikasi untuk guru mengaji. Yang paling penting, dia mengatakan, jangan sampai ada guru mengaji yang mengajarkan paham radimal kepada muridnya. Guru mengaji mesti mengajarkan ajaran agama yang moderat.

"Jadi kita pada upaya jangan sampai ada guru ngaji yang mengajarkan paham radikal, itu intinya, bukan pada sertifikasinya. Bahwa guru ngaji ini harus mengajarkan ajaran yang moderat, ajaran yang wasathiyah," pungkasnya.(Knu)

Baca Juga:

Ahok Bakal Jadi Bos BUMN, Wapres Ma'ruf Amin: Kewenangan Jokowi



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH