berita-singlepost-banner-1
Wapres Ma'ruf Amin: UIN Harus Redam Penyebarluasan Paham Radikal Wapres Ma'ruf Amin (Foto: ANTARA/ I.C.Senjaya)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.com - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengingatkan agar kampus universitas Islam negeri (UIN) dapat berperan sebagai peredam penyebaran radikalisme di Indonesia.

“Kampus (UIN) ini juga hendaknya berperan sebagai stabilisator, terutama dalam upaya meredam berbagai kondisi negatif yang dapat menciptakan instabilitas di dalam masyarakat, seperti penyebarluasan paham radikalisme,” kata Wapres Ma’ruf Amin saat menyampaikan Orasi Ilmiah dalam acara Wisuda UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten di Royale Krakatau Hotel Cilegon, Sabtu (14/12), dikutip Antara.

Baca Juga:

Diberi Laporan Mahfud MD, Erick Thohir Waspadai Ancaman Radikalisme di BUMN

Wapres menjelaskan penyebaran paham radikal saat ini bisa terjadi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari dan tidak menutup kemungkinan di lingkungan pendidikan. Berbagai macam bentuk radikalisme tersebut antara lain menggunakan dalih agama, supremasi etnis yang melahirkan gerakan separatis, serta radikalisme dengan dalih kelompok tertentu.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan Orasi Ilmiah bertajuk Arus Baru Ekonomi di Indonesia dalam Perspektif Syariah dalam acara wisuda Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten di Hotel Royale Krakatau Cilegon, Banten, Sabtu (14/12/2019). (ANTARA/Fransiska Ninditya)
Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan Orasi Ilmiah bertajuk Arus Baru Ekonomi di Indonesia dalam Perspektif Syariah dalam acara wisuda Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten di Hotel Royale Krakatau Cilegon, Banten, Sabtu (14/12/2019). (ANTARA/Fransiska Ninditya)

“Radikalisme terjadi dan mendompleng dalam kehidupan masyarakat. Saat ini radikalisme agama adalah yang paling sering digunakan untuk menjustifikasi penggunaan kekerasan,” tambahnya.

Penangkalan radikalisme menjadi upaya penting untuk menanggulangi aksi teror yang dapat mengancam kehidupan masyarakat karena radikalisme merupakan akar permasalahan utama dari terorisme yang mengancam kehidupan negara dan beragama.

Upaya menangkal radikalisme harus dimulai dari upaya menangkal cara berpikir radikal, untuk kemudian memutus proses transfer cara berpikir radikal tersebut dari satu kelompok kepada kelompok lain, jelasnya.

Baca Juga:

Ansor Minta Mendikbud Nadiem Tekan Radikalisme di Kampus-Kampus

“Dan upaya menangkal radikalisme dilakukan dengan memberikan imunisasi kepada masyarakat agar tidak mudah menerima pikiran-pikiran radikal tersebut dengan dalih apapun juga, termasuk dalih agama,” tegasnya.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menerima Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Abdul Haris di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (10/12/2019). (Asdep Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Setwapres)
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menerima Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Abdul Haris di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (10/12/2019). (Asdep Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Setwapres)

Oleh karena itu, Wapres meminta kepada seluruh lembaga pendidikan tinggi berbasis agama Islam, baik universitas negeri maupun perguruan tinggi swasta, untuk mengutamakan pengajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

“Kita mendorong dan kita kembangkan supaya masyarakat memiliki cara berpikir yang toleran, jangan yang intoleran,” ujarnya. (*)

Baca Juga:

Dukung Erick Thohir, Intelektual NU Sebut Kelompok Radikal di BUMN Seperti Benalu


berita-singlepost-mobile-banner-3
Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6