Wapres JK Terima Bocoran Daftar Masjid Radikal dari BIN Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: MP/Fadhli)

MerahPutih.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla telah mendapatkan bocoran daftar masjid yang diduga terpapar paham radikal di Indonesia berdasarkan hasil pemantauan Badan Intelijen Negara (BIN). Daftar itu sudah dibahas dalam rapat internal Dewan Masjid Indonesia (DMI).

"Saya sudah bicara dengan Kepala BIN, Pak Budi Gunawan, tentang hal ini; dan saya diberikan daftarnya. Ada yang ringan, ada yang menengah, ada yang berat," kata JK, sapaan akrabnya, di Istana Wakil Presiden Jakarta, Jumat (23/11).

Menurut JK, berdasarkan hasil pembahasan ditemukan solusi pengendaliannya untuk saat ini ialah dengan melakukan pendekatan terhadap para penceramah di masjid.

"Karena itu, (saya) rapat sebentar di Dewan Masjid antara lain juga bagaimana sampai ke bawah itu diberikan suatu batasan-batasan, (penceramah) jangan membikin hoaks, jangan bicara tanpa data," imbuh Ketua Umum DMI itu.

JK
Wapres JK. (Facebook/Jusuf Kalla)

Wapres menjelaskan batasan yang diberikan tersebut antara lain berupa pembuatan kurikulum ceramah oleh DMI. Kurikulum tersebut nantinya tidak perlu menyeragamkan konten khotbah, melainkan dengan menetapkan tema ceramah tertentu setiap bulannya.

"Mengatasinya ialah tentu (dengan) pendekatan dan memberikan juga batasan-batasan, membuat kurikulum. DMI selalu minta dibuatkan kurikulum dan juga penilaian kepada penceramah. Kita tidak melarang penceramah, tetapi batasan-batasannya mereka harus taati," tandas Wapres.

Sebelumnya, Juru Bicara Kepala BIN Wawan Hari Purwanto mendapatkan laporan dari Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) NU bahwa ada 50 penceramah di 41 masjid lingkungan pemerintah terpapar radikal.

Survei juga mengungkapkan sedikitnya 41 dari 100 masjid milik kantor pemerintah terindikasi radikal yang disebarkan melalui setiap ceramahnya. Dari 41 masjid tersebut, 17 di antaranya masuk dalam kategori radikal tinggi, 17 lainnya radikal sedang dan tujuh masjid berkategori radikal rendah.

Dilansir Antara, hasil survei yang dilakukan P3M NU sebagai peringatan dini dan ditindaklanjuti dengan pendalaman serta penelitian lanjutan oleh BIN. "Masjidnya tidak radikal, tapi ada penceramahnya di masjid di lingkungan pemerintah semua di Jakarta," kata Wawan di Jakarta Selasa (20/11). (*)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH