Wapres JK Ingatkan Potensi Bahaya Ibu Kota Negara Pindah ke Kalimantan Wapres Jusuf Kalla. (Facebook/Jusuf Kalla)

MerahPutih.Com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai, pemilihan Kalimantan menjadi lokasi ibu kota baru perlu pemikiran matang.

Menurut JK, ada beberapa medan di Kalimantan yanh justru bisa menimbulkan resiko jika ditempati.

Baca Juga: Seluruh Masyarakat Harus Dukung Pemindahan Ibu Kota Negara

"Pertama, Kalimantan lahannya luas. Jawa kan lahan besar tidak ada lagi. Tapi harus hati-hati juga, contohnya kalau di Kalimantan itu lahan gambut banyak, bisa terbakar," kata JK kepada wartawan, Selasa (30/7).

Ia menambahkan, kalau di Kalimantan banyak bekas lubang-lubang tambang.

"Jadi semua harus dipilih dengan betul. Tapi ini makan tempo panjang," sambungnya.

Presiden Jokowi meninjau lokasi calon ibu kota negara di Kalimantan
Presiden Jokowi saat meninjau calon lokasi ibu kota negara di Kalimantan Tengah (Foto: Biro Pers Setpres)

Meskipun Kalimantan sudah dipastikan menjadi pulau Ibu Kota baru, namun pemerintah sejatinya belum menentukan lokasi persisnya. Sebab, menurut JK, rencana pembangunan proyek ini masih dalam kajian.

"Ya memilih, menentukan, baru perencanaan. Kita lihat lah perkembangannya. Ini kan jangka panjang," katanya.

Wapres JK sebelumnya menyatakan bahwa suatu daerah harus memenuhi syarat lokasi strategis untuk menjadi ibu kota negara. Selain itu dari rekomendasi Bappenas, suatu wilayah yang menjadi ibu kota juga harus minim bencana.

Oleh karena itu, menurutnya, kajian pemindahan ibu kota ini akan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Saat ini, prosesnya baru sampai pada tahap pengkajian dan belum sampai perencanaan.

Baca Juga: Plus Minus Kaltim dan Kalteng Sebagai Calon Ibu Kota Versi Bappenas

"Ya masih tahap kajian. Kalau ada jalan ini di mana, jembatan di mana. Jadi menentukan dulu, baru perencanaan, kita lihat perkembangannya," katanya.

Presiden Joko Widodo sendiri telah meninjau empat daerah di Kalimantan yang disebut sebagai ibu kota baru yakni Palangkaraya, Gunung Mas, Katingan, dan Pulang Pisau.

Jika terlaksana, pemindahan ibu kota dari Jakarta diprediksi butuh biaya ekstra besar sekitar Rp466 triliun.(Knu)

Baca Juga: Tak Bisa Ditunda-tunda Lagi, Jokowi Tetapkan Lokasi Ibu Kota Baru



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH