Wapres Imbau Umat Islam Indonesia Jangan Ikut Arus Berpikir Sempit Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Asdep Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Setwapres)

MerahPutih.com - Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta seluruh umat Islam khususnya di Indonesia untuk tidak ikut dalam arus berpikir yang sempit.

Cara berpikir tersebut hanya akan menimbulkan sifat intoleran, melahirkan paham radikal, hingga membenarkan kekerasan dalam penyelesaian masalah.

“Saya tidak ingin umat Islam ikut dalam arus berpikir sempit, seperti sebagaimana fenomena yang muncul belakangan ini. Cara berpikir sempit itu melahirkan pola pikir radikal, yang menjustifikasi kekerasan dalam menyelesaikan masalah,” kata Wapres dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (17/11).

Baca Juga:

'Islamophobia' Harus Dilawan, Ma'ruf Amin: Umat Juga Perlu Introspeksi

Hal itu disampaikan Wapres Ma’ruf Amin saat menyampaikan pidato kunci pada web seminar dengan tema Peran Umat Islam Indonesia dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia Unggul Menuju Indonesia Emas 2045, yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten secara virtual pada Senin (16/11).

Wapres mengatakan, pemahaman umat muslim terhadap ajaran agama Islam tidak seharusnya tekstual tanpa mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan untuk kehidupan yang lebih baik. Ma’ruf juga menjelaskan bahwa wahyu pertama yang diturunkan Nabi Muhammad adalah iqra, yang mengandung makna tidak sekadar membaca.

"Karena ilmu pengetahuan yang membawa kehidupan menjadi lebih baik. Membaca, memahami, dan kemudian pada gilirannya menjalankan ilmu dan pengetahuan yang dipelajari adalah merupakan makna utama dari wahyu tersebut,” tegasnya.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Foto: setkab.go.id)
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Foto: setkab.go.id)

Apabila seluruh umat Islam berpegang pada makna tersebut, lanjutnya, maka pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menuju Indonesia Emas di tahun 2024 akan dapat tercapai.

“Masalah utama dalam peran umat Islam untuk pengembangan SDM justru adalah bagaimana umat Islam mampu mengatasi hambatan yang dihadapi, antara lain soal cara berpikir sempit dan tidak terbuka terhadap perkembangan. Umat Islam juga harus adaptif, mampu menangkap peluang serta memiliki kemampuan dalam memanfaatkan perkembangan teknologi,” jelasnya.

Baca Juga:

Wapres: Jaga Kemajemukan Indonesia

Wapres juga mengatakan bahwa kemajuan bangsa Indonesia sangat tergantung pada peran dan kualitas umat Islam, karena sebagian besar penduduk di Indonesia merupakan muslim.

“Dengan jumlah penduduk muslim yang hampir mencapai 90 persen dari total populasi Indonesia, maju mundurnya bangsa dan negara ini akan sangat tergantung pada peran umat Islam,” ujarnya. (*)

Baca Juga:

Wapres Minta Pilkada Serentak Tingkatkan Optimisme Publik

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sebagian Wilayah indonesia Berpotensi Hujan Sedang Hingga Lebat
Indonesia
Sebagian Wilayah indonesia Berpotensi Hujan Sedang Hingga Lebat

Sedangkan sebagian wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur juga diperkirakan akan dilanda hujan sedang hingga lebat

Massa Tandingan Tolak Deklarasi KAMI, Polisi Bikin Dua Lapis Barikade
Indonesia
Massa Tandingan Tolak Deklarasi KAMI, Polisi Bikin Dua Lapis Barikade

Sejumlah massa yang menggelar deklarasi pun geram

Haikal Hassan: Setelah 399 Kerumunan, Kenapa Baru Anies yang Dipanggil
Indonesia
Haikal Hassan: Setelah 399 Kerumunan, Kenapa Baru Anies yang Dipanggil

kal menilai pemanggilan Emil merupakan hal wajar

Pidato Kemenangan Biden: Janji Jadi Presiden Kedua Kubu Terpecah Setelah Pilpres
Indonesia
Pidato Kemenangan Biden: Janji Jadi Presiden Kedua Kubu Terpecah Setelah Pilpres

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris menyapaikan pidato kemenangan mereka di Delaware, Sabtu (8/11) waktu setempat.

Kejagung Titipkan Tersangka Andi Irfan di Rutan KPK
Indonesia
Kejagung Titipkan Tersangka Andi Irfan di Rutan KPK

"Terhitung mulai hari ini akan ditempatkan di Rutan KPK," ujar Hari.

Wahyu Setiawan Didakwa Terima Suap Rp600 juta dari Harun Masiku dan Eks Anak Buah Hasto
Indonesia
Wahyu Setiawan Didakwa Terima Suap Rp600 juta dari Harun Masiku dan Eks Anak Buah Hasto

Jaksa merincikan uang tersebut diberikan oleh Saeful Bahri dan Harun Masiku melalui orang kepercayaan Wahyu, yakni Agustiani Tio Fridelina

Polisi Telusuri Duit Djoko Tjandra ke Pegawai Imigrasi
Indonesia
Polisi Telusuri Duit Djoko Tjandra ke Pegawai Imigrasi

Penyidik telah menjadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap saksi dari pihak Dirjen Imigrasi Kemenkumham.

Kejagung Diminta Ajukan Kasasi Terkait Potongan Vonis Koruptor Jiwasraya
Indonesia
Kejagung Diminta Ajukan Kasasi Terkait Potongan Vonis Koruptor Jiwasraya

Kejagung diminta untuk mengajukan kasasi atas putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta terkait potongan vonis koruptor PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dari yang semula seumur hidup menjadi hanya 20 tahun penjara.

Gegara COVID-19, Partisipasi Pemilih di Pilkada 2020 Diprediksi Anjlok
Indonesia
Gegara COVID-19, Partisipasi Pemilih di Pilkada 2020 Diprediksi Anjlok

Ken menambahkan, situasi pandemi COVID-19 ini akan berdampak pada kegiatan pemberian suara pada Pilkada 2020.

KNKT Butuh Waktu Seminggu Ungkap Penyebab Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182
Indonesia
KNKT Butuh Waktu Seminggu Ungkap Penyebab Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

"Kita akan proses untuk pembacaan yang akan memerlukan waktu kurang lebih antara 3 hari sampai 1 minggu," kata Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono