Betapa Berbahayanya Jika Kredit Motor-Mobil Baru Bisa dengan DP 0 Persen Pameran Mobil di event otomotif IIMS (KabarOto)

MerahPutih.com - Sejumlah pejabat negara terang-terangan menolak kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberlakukan aturan uang muka atau down payment (DP) nol persen untuk pembelian kredit motor dan mobil. Mereka yang bersuara lantang mulai dari Wapres Jusuf Kalla sampai Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

JK beralasan kebijakan OJK ini tidak dapat ditolerir. "Kalau DP nol bisa menimbulkan banyak kredit macet, high risk, jangan pula begitu," kata Wapres kepada awak media di Jakarta, Senin (14/1).

wapres JK
Wapres JK. (Facebook/Jusuf Kalla)

Menurut JK, kendati DP nol persen bisa memudahkan masyarakat untuk memiliki kendaraan pribadi, namun hal itu dapat menimbulkan dampak yang berisiko tinggi, yakni lonjakan angka kredit macet di masyarakat.

Penolakan serupa ditegaskan Menhub Budi Karya Sumadi, sebagaimana dilansir Antara. "Saya termasuk yang tidak setuju karena hal ini menimbulkan risk, risiko bagi industri leasing itu sendiri, termasuk mobilnya," tegas dia.

Menhub berpandangan pemberlakuan DP yang memaksa calon kreditur mobil dan motor untuk bertanggung jawab membayar cicilan. Namun, lanjut dia, jika DP nol persen diberlakukan mereka bisa bebas mengambil kendaraan baru, kemudian dua-tiga bulan selesai dan dikembalikan ke dealer, tanpa harus kehilangan dana terlalu besar untuk membayar uang muka. "Jadi mereka harus punya tanggung jawab, (transaksi) di awal itu ada uang muka."

Menhub
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Foto: MP/Win

Sebelumnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan memangkas uang muka pada perusahaan pembiayaan (leasing/multifinance) untuk penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor baik mobil dan motor.

Ketentuan DP nol persen ini tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018 yang diterbitkan pada 27 Desember 2018 lalu dan dipublikasikan di situs resmi OJK pada Kamis (10/1).

Namun dalam penerapan DP nol persen, OJK tetap memperhatikan aspek kehati-hatian. Uang muka nol persen hanya boleh diberikan perusahaan pembiayaan yang memiliki rasio kredit bermasalah (non-performing finance) di bawah satu persen. (*)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH