Wanita yang Mesum di Halte Bus Kramat Dibawa ke RS untuk Periksa Kejiwaan Konferensi pers terkait penangkapan wanita terkait aksi mesum di sebuah halte bus Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Polisi bakal membawa MA (21), wanita pelaku mesum di halte bus Kramat, Jakarta Pusat, ke Rumah Sakit.

Ia akan diperiksa kejiwaanya karena keterangannya kerap berubah. Apalagi, MA kerap mengeluarkan ucapan yang ngelantur dan tak konsisten.

Baca Juga

Polisi Tangkap Pelaku Mesum di Halte Bus Kramat, Rupanya Dibayar Rp22 Ribu

"Iya akan kami bawa ke sana," kata Kapolsek Senen, Kompol Ewo Samono kepada MerahPutih.com, Selasa (26/1).

Sejak ditangkap pada Minggu (24/1), perempuan tersebut belum bisa memberikan keterangan yang jelas kepada polisi. Pelaku juga tidak mengungkap alasan spesifik saat ditanya mengapa berbuat mesum di halte.

Polisi berhasil menangkap MA pada Minggu (24/1). Kepada polisi, MA mengaku menerima uang Rp 22 ribu dari pelaku pria. Namun, dari hasil pemeriksaan terhadap MA, polisi belum mengetahui identitas pelaku pria.

Konferensi pers terkait penangkapan wanita terkait aksi mesum di sebuah halte bus Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat. (Foto: MP/Kanugrahan)
Konferensi pers penangkapan wanita terkait aksi mesum di sebuah halte bus Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat. (Foto: MP/Kanugrahan)

Pelaku pria yang menjadi pasangan MA masih diburu polisi. Dalam pemeriksaan tersebut si tersangka si wanita tersebut belum bisa menunjukkan atau menyebutkan identitas pasangan (pria).

"Namun kami akan lakukan pemeriksaan. Mohon doanya," ujar Ewo.

Sejauh ini, polisi baru mendapat informasi kalau pelaku pria sering melewati TKP. MA sering duduk di sekitar halte bus sehingga pada akhirnya keduanya bertemu dan melakukan aksi mesum.

Ewo mengatakan, perempuan itu bukan penjaja seks komersil (PSK). Akan tetapi, MA mengaku menerima uang dari si pelaku pria.

"Ya, wanita tersebut mendapat imbalan kurang lebih Rp 22 ribu. (Uang digunakan) untuk jajan. (MA) sehari-hari tidak bekerja dan belum menikah," ucap Ewo.

Sementara itu, MA tidak menjawab saat ditanya soal sosok si pelaku pria. Polisi kemudian menanyakan sudah berapa kali MA berbuat mesum di halte bus tersebut. Namun, jawaban MA tidak nyambung dengan pertanyaan polisi.

"Ya duduk-duduk aja, tiap hari di situ," katanya seraya membantah menerima uang dari pelaku pria.

MA saat ini masih diperiksa polisi. MA dijerat pasal 281 KUHP tentang perbuatan asusila di muka umum dengan ancaman 2 tahun 8 bulan penjara. (Knu)

Baca Juga

Polisi Buru Pasangan Mesum di Halte Bus Kramat Raya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wagub DKI Pastikan Kadis SDA Tak Dinonaktifkan Terkait Kasus Korupsi Alat Berat
Indonesia
Wagub DKI Pastikan Kadis SDA Tak Dinonaktifkan Terkait Kasus Korupsi Alat Berat

Pemprov DKI Jakarta memastikan, tidak ada keputusan penonaktifkan Yusmada Faizal dari jabatan sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA).

Rizieq Shihab Cs Dicekal ke Luar Negeri
Indonesia
Rizieq Shihab Cs Dicekal ke Luar Negeri

surat pencekalan dikirimkan sejak Senin (7/12) dan berlaku untuk 20 hari kedepan untuk mencegah tersangka melarikan diri ke luar negeri.

Pelantikan Pegawai KPK Dinilai Bentuk Pembangkangan Firli Cs Terhadap Jokowi
Indonesia
Pelantikan Pegawai KPK Dinilai Bentuk Pembangkangan Firli Cs Terhadap Jokowi

Harun menilai, kengototan Firli Bahuri melantik 1.271 pegawai KPK menjadi ASN menujukkan Pimpinan KPK tidak taat pada aturan maupun arahan presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kiai Ponpes Khas Kempek Cirebon Divaksin COVID-19
Indonesia
Kiai Ponpes Khas Kempek Cirebon Divaksin COVID-19

Kiai di Pondok Pesantren (Ponpes) Khas Kempek Kabupaten Cirebon, Jawa Barat menjalani vaksinasi COVID-19 pada Kamis (18/3).

Wagub DKI Klaim Punya Segudang Solusi Tangani Klaster Corona di Perkantoran
Indonesia
Wagub DKI Klaim Punya Segudang Solusi Tangani Klaster Corona di Perkantoran

Paling utama Pemprov DKI meminta perusahaan untuk mengatur jam masuk dan pulang kerja para pegawai.

Insiden Penyerangan Polsek Ciracas Tak Ganggu Sinergitas TNI-Polri
Indonesia
Insiden Penyerangan Polsek Ciracas Tak Ganggu Sinergitas TNI-Polri

Seluruh prajurit TNI AD yang terlibat dalam aksi penyerangan Polsek Ciracas harus mengganti segala kerugian akibat peristiwa tersebut.

Kang Emil Singgung Polisi Tak Proses Kasus Kerumunan Rizieq di Bandara Soetta
Indonesia
Polisi Janji Blak-blakan Hasil 'Lidik' Kematian Editor Metro TV
Indonesia
Polisi Janji Blak-blakan Hasil 'Lidik' Kematian Editor Metro TV

Supaya tidak mengulang fakta yang kita dapatkan

Holding BUMN Ultra Mikro Bisa Dorong UMKM Naik Kelas
Indonesia
Holding BUMN Ultra Mikro Bisa Dorong UMKM Naik Kelas

Bergabungnya BRI, Pegadaian, dan PNM akan mempermudah pelaku UMKM untuk naik kelas karena mempermudah akses pembiayaan.

Anak Buah Jokowi Ditantang Tunjukkan Keberanian Tangkap Harun Masiku
Indonesia
Anak Buah Jokowi Ditantang Tunjukkan Keberanian Tangkap Harun Masiku

Ia menilai, seharusnya penangkapan Djoko Tjandra bisa dilakukan sejak lama tanpa perlu menunggu politic will dari Presiden Jokowi.