Wanita Pengirim Sate Beracun "Salah Sasaran" Berujung Kematian Anak Kecil Ditangkap Konferensi pers pengungkapan kasus satai beracun yang mengakibatkan seorang anak pengemudi ojek "online" di Bantul tewas. ANTARA/Hery Sidik

MerahPutih.com - Polres Bantul berhasil mengamankan seorang perempuan terduga pelaku pengiriman sate beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10), warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Minggu (25/4).

Naba menyantap sate yang dibawa ayahnya Bandiman, seorang pengemudi ojek daring.

Dir Reskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satriya mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan selama empat hari, polisi akhirnya mengamankan terduga pelaku pengiriman sate.

"Diamankan NA (25), warga Majalengka, Jumat (30/4)," kata Burkan di Mapolres Bantul, Senin (3/5).

Baca Juga:

Vokalis Deadsquad Daniel Mardhany Ditangkap karena Narkoba

Sate tersebut awalnya dikirim pelaku melalui ayah korban bernama Bandiman untuk seseorang bernama Tomy di daerah Bantul.

Namun saat itu, penerima menolak kiriman tersebut karena tidak mengenal identitas pengirimnya.

Sate tersebut kemudian diberikan kepada Bandiman untuk dibawa pulang.

Setelah disantap bersama keluarganya, anak dan istri Bandian lalu merasa mual dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Sang istri berhasil ditolong, sedangkan anaknya tewas akibat makan sate tersebut.

Mendapat laporan itu, polisi langsung melakukan pendalaman penyelidikan dan bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Dinas Kesehatan DIY untuk memeriksa makanan sate tersebut.

Hasilnya, makanan sate yang disantap korban ternyata terbukti mengandung racun potasium sianida.

Kepada polisi, NA mengaku sakit hati dengan Tomy, pria yang seharusnya menerima makanan sate tersebut.

Tomy diketahui anggota polisi yang bertugas di Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Yogyakarta.

Sedangkan pangkatnya adalah aiptu dan saat ini sudah menjadi penyidik senior di instansinya tersebut.

Polisi menyebut NA dengan target penerima takjil beracun itu pernah menjalin hubungan khusus.

"Pernah berhubungan sebelum dia (Tomy) menikah," kata Burkan.

Ilustrasi penangkapan pelaku kriminal. (ANTARA/HO/21)
Ilustrasi penangkapan pelaku kriminal. (ANTARA/HO/21)

Polisi mengungkap racun sianida itu dibeli NA via online sejak Maret lalu.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami sumber inspirasi Nani membeli dan mencampur sianida itu ke bumbu sate.

"Masih kita dalami apakah ada orang yang membuatnya membeli sianida," ucapnya.

Polisi menyita beberapa barang bukti, di antaranya helm, sandal, uang tunai Rp30.000, dan dua sepeda motor.

Tersangka dijerat pasal 340 KUHP sub-pasal 80 ayat (3) jo pasal 76 C Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 tentang Perlindungan Anak, dengan hukuman mati atau paling lama 20 tahun penjara.

Bandiman menceritakan, ia awalnya menerima order secara luring dari seorang perempuan di Jalan Gayam, Kota Yogyakarta, pada Minggu (25/4).

Bandiman dan perempuan misterius itu pun bertransaksi terkait tarif jasanya mengantarkan makanan.

Saat itu disepakati tarifnya Rp25.000, tetapi perempuan itu membayar ongkos Rp30.000.

Dirinya pun menerima pesan bahwa makanan itu dari Pak Hamid di Pakualaman untuk paket takjil.

Menggunakan sepeda motornya, Bandiman pun berangkat ke alamat yang dituju.

"Sampai sana sepi dan saya telepon Pak Tomi. Saya bilang dari Gojek, ini ada paket takjil dari Pak Hamid di Pakualaman," jelas dia.

"Nah, Pak Tomi bilang, 'saya tidak merasa punya teman yang namanya Hamid (asal) Pakualaman. Apalagi sahabat apa saudara tidak punya.' Lalu saya telepon ibunya (istri Tomi) dan ternyata juga tidak kenal," ucap Bandiman.

Setelah sampai di rumah, sate itu dimakan oleh keluarganya.

Naba dan istrinya mengalami mual dan dibawa ke RSUD Kota Yogyakarta.

Namun, Naba tidak bisa tertolong sesaat sesudah ditangani secara medis.

Bandiman sudah melakoni profesi sebagai ojek online sejak tahun 2017 lalu.

Baca Juga:

Babi Ngepet di Depok Cuma Rekayasa, Polisi Tangkap Pelaku

Sebelumnya, Bandiman bekerja sebagai buruh proyek, dan jika menarik ke belakang pernah bekerja di perusahaan tambang.

Diakuinya ojek online saat pandemi penghasilannya berkurang drastis. Dari awal Rp300.000 per hari, kini Rp100.000.

Dia mengaku kurang mengetahui secara detail ciri-ciri wanita pengirim paket.

Hanya saja sebelumnya dia menyebut wanita itu menggunakan hijab, tinggi sekitar 160 cm, dan orangnya putih.

"Sebenarnya enggak boleh (aplikasi offline). Kan saya panggilan hati. Ya saya enggak munafik juga butuh duit," kata dia. (Knu)

Baca Juga:

Lima Anggota Serse Narkoba Surabaya Ditangkap Propam Saat Pesta Sabu

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Camat Johar Baru Ungkap Kendala Atas Banjir di Wilayahnya
Indonesia
Camat Johar Baru Ungkap Kendala Atas Banjir di Wilayahnya

Camat Johar Baru, Nurhelmy Fitriyani mengungkapkan, kendala untuk mengatasi banjir di wilayahnya.

Kemenparekraf Diminta Segera Cairkan Bansos untuk Pelaku Pariwisata
Indonesia
Kemenparekraf Diminta Segera Cairkan Bansos untuk Pelaku Pariwisata

Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk segera mencairkan bantuan sosial untuk pelaku parekraf.

Kudeta Kepemimpinan AHY Jadi Kesempatan Demokrat Naikkan Elektabilitas
Indonesia
Kudeta Kepemimpinan AHY Jadi Kesempatan Demokrat Naikkan Elektabilitas

Parpol-parpol oposisi, cukup berhasil memanfaatkan kemerosotan dukungan terhadap PDIP.

Kemenko Perekonomian-OJK Bahas Opsi Perpanjangan Restrukturisasi Kredit UMKM
Indonesia
Kemenko Perekonomian-OJK Bahas Opsi Perpanjangan Restrukturisasi Kredit UMKM

Upaya keras pemerintah melalui program KUR dan berbagai indikator ekonomi yang menggambarkan tren perbaikan

Sri Mulyani Promosikan Perubahan Aturan Pajak di Forum G20
Indonesia
Sri Mulyani Promosikan Perubahan Aturan Pajak di Forum G20

UU HPP juga bentuk revisi undang-undang domestik untuk menyelaraskannya dengan konsensus global

Polisi Nyatakan 89 Akun Lakukan Ujaran Kebencian, Kebanyakan Twitter
Indonesia
Polisi Nyatakan 89 Akun Lakukan Ujaran Kebencian, Kebanyakan Twitter

Polri mengungkapkan bahwa ada 89 akun media sosial (medsos) dinyatakan melakukan ujaran kebencian.

[HOAKS atau FAKTA] Bank Indonesia Mengeluarkan Uang Pecahan 1.0
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Bank Indonesia Mengeluarkan Uang Pecahan 1.0

Pengguna TikTok dengan nama pengguna PuspoTV mengunggah sebuah video (2/4) yang menunjukkan selembar uang pecahan 1.0 yang bergambarkan seorang penari pendet.

Partisipasi Pemilih Pilkada Depok Naik 6,64 Persen
Indonesia
Partisipasi Pemilih Pilkada Depok Naik 6,64 Persen

KPU Kota Depok telah menggelar Rapat Pleno Terbuka Hasil rekapitulasi tingkat Kota Pilkada Depok 2020 dimana Pasangan Idris Imam unggul dengan perolehan 415.657 suara (55,55 persen).

KPK Sita Dokumen dari 2 Pejabat Pemkot Cimahi Terkait Korupsi Wali Kota Ajay
Indonesia
KPK Sita Dokumen dari 2 Pejabat Pemkot Cimahi Terkait Korupsi Wali Kota Ajay

KPK menyita dokumen yang berkaitan dengan kasus dugaan suap terkait perizinan proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Kasih Bunda Cimahi.

Arus Lalu Lintas Ditutup Sementara, Warga Jakarta Diklaim Lebih Tertib
Indonesia
Arus Lalu Lintas Ditutup Sementara, Warga Jakarta Diklaim Lebih Tertib

Kemudian, beberapa tempat usaha, kafe, restoran dan lainnya juga sudah memenuhi protokol kesehatan