Wamenag Nilai Peneliti Australia Keliru soal Pemerintah Indonesia Represif Terhadap Umat Islam Wamenag Zainut Tauhid (foto: Kemenag/Fkusuma)

MerahPutih.com - Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Saa’di memandang, penilaian Profesor Australian National University (ANU), Greg Fealy bahwa Pemerintah Indonesia tidak ramah terhadap keberagaman dan represif terhadap kaum Islamis, keliru.

Fealy mendasarkan penilaianya setelah melihat penerbitan berbagai aturan diskriminatif di lembaga milik negara. Dia mencontohkan, larangan cadar dan cingkrang bagi ASN, serta adanya beberapa Islamis yang disingkirkan dari posisi strategis atau ditolak promosi.

“Penggunaan istilah ‘Islamis' oleh Greg Fearly keliru atau kurang tepat. Apalagi mencontohkannya dengan celana cingkrang dan cadar. Pemerintah mendukung penuh segala bentuk aktivitas umat beragama yang mengarah pada penguatan pemahaman, pengamalan, dan penghayatan nilai-nilai agamanya. Tidak hanya Islam, tapi semua agama,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (29/9)

Baca Juga

4.687 Pasien COVID-19 Masih Jalani Perawatan di RS Darurat Wisma Atlet

Menurutnya, Indonesia bukan negara agama, juga bukan negara sekuler. Indonesia adalah negara yang masyarakatnya dikenal sangat religius. Karenanya, nilai dan ekspresi keberagamaan sangat mewarnai relasi antara agama dan negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Hal itu tidak mungkin dibatasi, apalagi diingkari dan direpresi,” jelasnya.

“Upaya meningkatkan kehidupan keagamaan justru terus dilakukan oleh negara melalui Kementerian Agama yang bersinergi dengan ormas, majelis, dan lembaga keagamaan.” lanjutnya.

Wamen Agama Zainut Tauhid miliki harta sekitar 14 miliar
Wamen Agama Zainut Tauhid Saadi (Merahputih.com / Derry Ridwansah)

Wamenag mengatakan, di era globalisasi, Indonesia dan juga negara lainnya, menghadapi tantangan infiltrasi paham transnasional, baik dalam bentuk liberalisme, sekularisme, maupun ekstrimisme. Infiltrasi nilai-nilai yang berpotensi merusak tatanan kemasyarakan Indonesia yang religius inilah yang perlu diantisipasi. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah penguatan toleransi dan pengarusutamaan moderasi beragama.

“Jadi bukan Islamisme. Yang kita mitigasi dan antisipasi adalah berkembangnya paham dengan tiga karakter, yaitu: Anti Pancasila dan NKRI, ekstrem dan anarkis sehingga sampai menistakan nilai-nilai kemanusiaan, serta intoleran, terjebak pada klaim kebenaran dan fanatisme kelompok,” jelas Wamenag.

“Pendekatan yang dilakukan Pemerintah berdasarkan peraturan perundang-undangan. Penilaian Greg Fearly terkait tindakan represif jelas tidak tepat,” sambungnya.

Baca Juga

Samsat Jakarta Pusat dan Utara Terapkan Prokes, Wajib Pajak di Dalam Gedung Dibatasi

Wamenag menambahkan, kerukunan umat beragama di Indonesia harus terus dirawat, dijaga, dan ditingkatkan. Hasil survei Balitbang-Diklat Kemenag, sejak 2015-2019, angka rata-rata indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) selalu berada di atas angka 70, atau pada kategori tinggi. Indeks KUB) tahun 2019 pada angka 73,83.

“Indeks ini memperlihatkan bahwa kondisi kerukunan umat beragama di Indonesia adalah baik, dan itu yang terus dijaga pemerintah dan masyarakat,” tandasnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Update COVID-19 Kamis (28/5): 24.538 Positif, 6.240 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Kamis (28/5): 24.538 Positif, 6.240 Sembuh

Sudah terbukti ilmiah penggunaan sabun akan hancurkan virus itu

Tarawih Pertama di Tengah COVID-19, Ribuan Jemaah Tetap Padati Masjid di Aceh
Indonesia
Tarawih Pertama di Tengah COVID-19, Ribuan Jemaah Tetap Padati Masjid di Aceh

pengurus masjid membagikan masker kepada jamaah sebelum salat

UGM Terpilih Jadi Universitas Terbaik di Indonesia Versi 4ICU
Indonesia
UGM Terpilih Jadi Universitas Terbaik di Indonesia Versi 4ICU

4ICU merupakan lembaga pemeringkatan universitas global yang mengukur keberadaan digital dan popularitas.

Jangan Biarkan KPK Mati
Indonesia
Jangan Biarkan KPK Mati

"Kita harus tetap mensupport lembaga antirasuah ini agar tidak mati," ujarnya

Update Kasus COVID-19 di DKI Rabu (6/5): Positif 4.709 Orang, 713 Sembuh
Indonesia
Update Kasus COVID-19 di DKI Rabu (6/5): Positif 4.709 Orang, 713 Sembuh

Ada 2.194 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit.

BI: Pertumbuhan Ekonomi Jakarta 2020 Capai 6,3 Persen
Indonesia
BI: Pertumbuhan Ekonomi Jakarta 2020 Capai 6,3 Persen

ekonomi di Jakarta masih berpeluang untuk meningkat seiring dengan mulai beroperasinya angkutan massal dan ruas tol yang berada di wilayah lingkar Jabodetabek.

Ikappi Kritik Penerapan Ganjil Genap di Pasar
Indonesia
Ikappi Kritik Penerapan Ganjil Genap di Pasar

Sebab kata Abdullah, aturan toko ganjil genap itu malah akan membuat kerumunan di suatu pasar pada jam-jam tertentu.

Reza Artamevia Akui Empat Bulan Konsumsi Sabu
Indonesia
Reza Artamevia Akui Empat Bulan Konsumsi Sabu

Penyanyi Reza Artamevia mengaku sudah empat bulan mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu

 Sri Mulyani Jamin PSBB Tidak Akan Menyulitkan Kehidupan Rakyat
Indonesia
Sri Mulyani Jamin PSBB Tidak Akan Menyulitkan Kehidupan Rakyat

”Kami terus memperbaiki database-nya sehingga seluruh program-program bantuan sosial dan bantuan kepada usaha kecil menengah itu betul-betul target bisa dipenuhi,” ujarnya.

Satpam Kantor Sekjen PDIP Hasto Bersaksi di Sidang Suap Wahyu Setiawan KPU
Indonesia
Satpam Kantor Sekjen PDIP Hasto Bersaksi di Sidang Suap Wahyu Setiawan KPU

Nurhasan diduga juga memerintahkan Harun untuk membuang ponselnya