Wali Kota Wajibkan 40 Persen Pegawai Perusahaan Warga Asli Surabaya Pekerja memproduksi kaos di industri tekstil .(Foto: Antara/Raisan Al Farisi/agr/18)

MerahPutih.com - Pemerintah Kota Surabaya mewajibkan perusahaan yang ada di Kota Pahlawan, Jawa Timur, memiliki minimal 40 persen dan maksimal 60 persen pegawai berasal dari warga asli Surabaya.

"Itu sesuai peraturan wali kota yang mengatur perizinan dan persyaratan ketenagakerjaan. Jadi, tidak bisa 100 persen, karena Surabaya adalah Ibu Kota Jawa Timur," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Rabu (10/11).

Baca Juga:

Anies Diminta Perhatikan Angka Pengangguran di Jakarta

Hal itu telah disampaikan kepada perwakilan dari Serikat Pekerja (SP) dan Serikat Buruh (SB) saat pembahasan upah minimum kota (UMK) di Kota Surabaya pada 2022.

Eri menyampaikan, ketika membahas soal UMK harus dengan cara berdiskusi bersama. Hal itu perlu dilakukan supaya aspirasi dari SP/SB dan masyarakat Surabaya bisa tersampaikan dengan baik.

Ia menyampaikan, ke depannya tidak hanya mengandalkan UMK agar kebutuhan hidup yang diinginkan warga Surabaya terwujud. Ketika pandemi COVID-19 mulai melandai, Pemkot Surabaya akan menggandeng investor yang bakal menguntungkan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Wali  Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Antara)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Antara)

"Siapa UMKM ini? Yaitu, dari teman-teman SP/SB ini. Ketika si suaminya kerja dan dirasa kurang penghasilannya, istrinya akan kami latih UMKM. Sehingga akan terwujud UMK satu keluarga yang tadinya Rp4,3 juta per bulan menjadi Rp7 juta per bulan," katanya.

Ketua SPSI Jatim Ahmad Fauzi mengaku pihaknya akan terus berkomunikasi dengan anggota SPSI Jatim untuk memanfaatkan ruang diskusi yang akan dilakukan ke depannya. Harapannya, dari diskusi itu nantinya bisa mewujudkan keinginan para anggotanya.

"Rencana demo besar-besaran terkait UMK tidak akan terjadi. Saya yakin Ibu Gubernur, Pak Wali Kota, Pak Kapolrestabes adalah pemimpin yang komunikatif. Saya harap ke depannya ada solusi dan diambil jalan tengahnya, maka dari itu Jatim harus tetap kondusif," katanya dikutip Antara. (*)

Baca Juga:

Tekan Angka Pengangguran, Pemkot Surabaya Luncurkan Aplikasi Pencari Kerja

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bangun Pompa Ancol Sentiong Rp437 miliar, Banjir di Jakarta Diharapkan Berkurang
Indonesia
Bangun Pompa Ancol Sentiong Rp437 miliar, Banjir di Jakarta Diharapkan Berkurang

Proyek rumah pompa, dibiayai dengan menggunakan skema APBN senilai Rp437 miliar, dan sifatnya adalah tahun jamak atau multiyears contract sejak tahun 2020 hingga 2022.

Peringati Hari Anak Nasonal, Ancol Gelar Vaksinasi Khusus Anak
Indonesia
Peringati Hari Anak Nasonal, Ancol Gelar Vaksinasi Khusus Anak

Sekaligus memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2021

Ribuan Personel Gabungan Diterjunkan Bantu Penanganan Banjir Bandang Batu
Indonesia
Warga Jakarta Diminta Waspada Banjir Rob
Indonesia
Warga Jakarta Diminta Waspada Banjir Rob

Masyarakat Jakarta diminta untuk mewaspadai potensi terjadinya rob atau banjir akibat air pasang di pesisir Jakarta pada 28-30 Mei 2021.

Pemerintah Diminta Hentikan Publikasi Data-Data Pasien COVID-19
Indonesia
Pemerintah Diminta Hentikan Publikasi Data-Data Pasien COVID-19

Labor Institute Indonesia juga mendorong pemerintah untuk segera melakukan operasi pasar

Pasien Positif COVID-19 Rabu (3/11) Bertambah 801 Orang
Indonesia
Pasien Positif COVID-19 Rabu (3/11) Bertambah 801 Orang

Satgas juga melaporkan ada 11.592 kasus aktif COVID-19

Dilema Radio Jika Harus Bayar Royalti Musik
Indonesia
Dilema Radio Jika Harus Bayar Royalti Musik

Koalisi Seni menilai, penerapan PP ini menyaratkan sistem yang dapat mendeteksi dan menghitung penggunaan lagu dan musik secara komersial.

Komnas HAM Ingatkan Polri Segera Laksanakan Seluruh Rekomendasi Peristiwa KM 50
Indonesia
Komnas HAM Ingatkan Polri Segera Laksanakan Seluruh Rekomendasi Peristiwa KM 50

"Kami ingatkan kembali itu dalam pertemuan itu, supaya mereka benar-benar menjalankan rekomendasi," ujar Taufan di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/4).

Pemkab Sleman Yakin Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Selesai Dalam 10 Hari
Indonesia
Pemkab Sleman Yakin Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Selesai Dalam 10 Hari

Berdasarkan catatan Pemkab Sleman, capaian vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 91,3 persen dan dosis kedua mencapai 81,3 persen.

 [Hoaks atau Fakta]: Berkumur Dengar Air Garam Hancurkan Virus Corona
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Berkumur Dengar Air Garam Hancurkan Virus Corona

Melansir dari kumpulan artikel di turnbackhoax.id, setidaknya terdapat 4 artikel yang membahas hoaks yang sama.