Wali Kota Solo Longgarkan Perizinan Resepsi Pernikahan di Era New Normal The Sunan Hotel Solo, Jawa Temgah mengadakan acara pernikahan dengan protokol kesehatan, Sabtu (27/6). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah memberikan kelonggaran dalam pelaksanaan pesta atau resepsi pernikahan di era new normal. Kelonggaran tersebut berupa pasangan mempelai dan kedua orang tua yang duduk di pelaminan diperbolehkan tidak mengenakan masker.

Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo, mengungkapkan ada beberapa peraturan atau protokol kesehatan lain yang harus tetap ditaati bagi siapapun saat menggelar acara pernikahan, diantaranya tamu undangan dibatasi dan harus memakai masker. Namun, demikian bagi kedua calon mempelai serta kedua orang tuanya masing-masing boleh tidak menggunakan masker.

Baca Juga

Pengelola Barbershop Diperingatkan Batasi Kontak Fisik dan Jam Operasional

"Saya berikan kelonggaran kedua calon mempelai serta kedua orang tuanya masing-masing boleh tidak menggunakan masker dengan syarat semuanya dalam kondisi sehat," ujar Rudy sapaan akrabnya pada Merahputih.com, Minggu (28/6).

Kemudian untuk hidangan acara pernikahan, lanjut Rudy, boleh disajikan dengan cara piring terbang. Namun, agar aman, diserahkan oleh petugas satu persatu kepada tamu dan tidak boleh dibagikan dengan cara digeser.

"Penyaji makanan harus mengenakan sarung tangan plastik dan masker atau face shield unatuk mengurangi resiko penularan COVID-19," kata dia.

Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo. (MP/Ismail)
Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo. (MP/Ismail)

Rudy mengatakan terkait jumlah tamu tetap dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan. Selain itu, atur pambagyaharja atau ucapan terimakasih cukup dilakukan oleh keluarga.

"Setelah selesai acara persepsi pernikahan tidak ada acara bedhol manten (Pengantin dibawa keluar) untuk menyalami semua tamu undangan. Salaman ucapan terima kasih cukup salah satu perwakilan para
tamu undangan saja," tutur dia.

Kendati ada kelonggaran, Rudy mengingatkan agar para penyelenggara acara tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, pembatasan tamu undangan maksimal 50 persen juga tidak boleh dilanggar.

Baca Juga

Kader PDIP Solo Belot Dukung Gibran, FX Rudy: Mereka Pengurus Tidak Aktif, Biarin Saja

"Pernikahan itu peristiwa seumur hidup sekali, kita sampaikan kelonggarannya harus benar-benar diperhatikan. Selama proses acara pernikahan, pasangan mempelai dan kedua orang tua haru tapa bisu (berdiam diri) tidak boleh saling ngobrol," tutup Rudy. (Ismail/Solo)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH