Wali Kota Solo Imbau Warganya di Perantauan Batalkan Mudik Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (MP/Ismail)

Merahputih.com - Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengimbau kepada warga perantau yang tinggal di Solo atau warga Solo yang tinggal di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) agar membatalkan niat mudik terlebih dulu. Hal itu sesuai imbauan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk memutus rantai penularan virus corona atau Covid-19.

"Saya mengimbau perantauan di daerah lain agar menunda jadwal mudiknya. Hal itu dilakukan sebagai upaya mengantisipasi adanya penyebaran wabah virus corona atau covid-19," ujar Rudy, Minggu (29/3).

Baca Juga

Anies Beberkan Strategi Tanggulangi COVID-19 di Depan 44 Wali Kota Dunia

Politisi PDIP ini menegaskan tidak ada larangan warga untuk mudik karena itu hak sebagai waga negara. Namun demikian, dalam kondisi seperti sekarang dengan adanya virus corona sebaiknya mudik ditunda dulu.

"Saya khawatir virus corona akan semakin menyebar kemana-mana. Atas dasar tersebut Pemkot Solo berprinsip mencegah lebih baik dari pada mengobatinya," kata dia.

Sopir dan kernet bus AKAP diperiksa kesehatannya di Terminal Tipe A Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah. (MP/Ismail)

Ia pun hanya bisa memberikan imbauan agar warga tidak pulang atau mudik dulu selama masa pandemi corona ini. Para perantau yang hendak mudik juga sebaiknya memberikan alasannya yang spesifik jika benar-benar memilih pulang ke kampung halaman.

"Jika pulang sebaiknya diberitahu dahulu alasannya. Saya juga mengingatkan agar meningkatkan kewaspadaan di terminal," kata dia.

Rudy menambahkan andai mendapati perantau pulang Solo yang diperiksa dan berstatus ODP diharuskan mengkarantina diri sendiri selama 14 hari.

Baca Juga

Anies Perpanjang Status Tanggap Darurat hingga 19 April, Warga Dilarang Keluar Rumah

Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi, Joko Sutriyanto, menambahkan usai penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) Solo jumlah bus yang melalui Terminal Tirtonadi menurun hingga 50 persen. Penumpang yang turun di Terminal Tirtonadi dari Jabodetabek tetap masih ada, tetapi jumlahnya sangat kecil.

"Pemudik asal Jabodetabek di terminal Induk Solo belum terlihat. Ada hanya tiga sampai empat orang saja rata-rata perhari," kata Joko. (*)

Berita ini merupakan laporan Ismail Soli, kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH