Wali Kota Solo Adukan Pencairan Dana Intensif Nakes dan Pengadaan Alkes pada Jokowi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo bikin heboh dalam rapat penanganan COVID-19 lewat video conference bersama 35 kepala daerah kabupaten/kota di Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan kerja di wilayah Jawa Tengah, Selasa (30/6).

Dimana kepala daerah lainnya tidak ada yang berani menyampaikan aduan terkait persoalan insentif tenaga kesehatan (nakes) di daerah pada Presiden Jokowi. Tidak demikian bagi Wali Kota Solo, Rudy sapaan akrabnya yang berani menagih janji pencairan dana insentif nakes dan pengadaan alkes di RSUD Bung Karno yang pernah dijanjikan Ganjar, tetapi tak kunjung terealisasi dihadapan Jokowi.

Baca Juga:

Elektabilitas Achmad Purnomo Kalah dari Gibran, Ketua DPC PDIP Cuek

Rudy meminta Ganjar menepati janjinya soal insentif tenaga kesehatan dan alat kesehatan di RSUD Bung Karno Solo. Politukus PDIP ini mengatakan Ganjar saat itu meminta RSUD Bung Karno menjadi salah satu rumah sakit yang menangani pasien COVID-19 di Jawa Temgah. Dengan, sejumlah tenaga medis di rumah sakit tersebut akan menerima insentif, tetapi hingga kini belum terealisasi.

"RSUD Bung Karno sesui perintah Pak Gubermur (Ganjar) menjadi rujukan COVID-19. Namun intensif bagi tenaga kesehatan belum direalisasi pembayaranya sampai sekarang," ujar Rudy kepada Jokowi.

Tak hanya itu saja, pengadaan alat kesehatan yang diajukan Pemkot Solo sebesar Rp53 miliar pada Gubernur juga belum tahu kapan akan cair. RSUD Bung Karno yang baru selesai diresmikan 2019 lalu hingga kini tidak hanya merawat pasien COVID-19 warga Solo saja, melainkan luar daerah Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Klaten. Bahkan, ada dari warga Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

"Kurang lebih kami catat terdapat 31 pasien yang masih dirawat di RSUD Bung Karno," kata Rudy.

Wali Kota Solo Hadi Rudyatmo memimpin apel apel Bersama Siaga Bencana 2020 Pemkot Solo di Plaza Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (10/1). (MP/Ismail)
Wali Kota Solo Hadi Rudyatmo memimpin apel apel Bersama Siaga Bencana 2020 Pemkot Solo di Plaza Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (10/1). (Foto: MP/Ismail)

Menerima laporan tersebut, Ganjar langsung merespons keluhan Rudy dengan menanyakan jumlah pasien COVID-19 yang saat ini sedang dirawat di RSUD Bung Karno. "Pak Wali (Rudy), yang dirawat di situ (RSUD Bung Karno) sekarang berapa?," tanya Ganjar.

Rudy pun menjawab pertanyaan Ganjar tersebut "Sekarang yang dirawat tinggal satu pasien. Kalau kemarin banyak" kata Rudy.

"Saya segera kirim Kadinkes Pemprov Jawa Tengah untuk mengecek ke sana (RSUD Bung Karno)," kata Ganjar.

Baca Juga:

Hasil Survei Purnomo Jeblok, Kader PDIP Solo Mulai Timbul Perpecahan Pilih Dukung Gibran

Sementara itu, Jokowi menanggapi keluhan Wali Kota Solo itu dengan menegaskan Ganjar jika tidak mampu menangani soal aduan RSUD Bung Karno, pemerintah pusat akan turun tangan.

"Persoalan ini (RSUD Bung Karno) kalau tidak bisa diselesaikan Pak Gubernur (Ganjar) akan diambil alih dari pusat yang menyelesaikannya," tutup Jokowi. (Ismail/Jawa Tengah)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH