Wali Kota Bogor Bersaksi di Sidang Rizieq Shihab Wali Kota Bogor Bima Arya menjadi saksi dalam sidang lanjutan Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (14/4/2021). ANTARA/Yogi Rachman

MerahPutih.com - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menjadi salah satu saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan Rizieq Shihab terkait perkara tes Swab RS UMMI Bogor.

Menggunakan kemeja abu-abu berkopiah, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu sudah berada di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (14/4) sejak pukul 08.30 WIB.

Baca Juga

[Hoaks atau Fakta]: Rizieq Shihab Disiksa Polisi

Kemudian, Hakim Khadwanto menanyakan kesiapan Bima sebagai saksi untuk diambil sumpah. Selain Bima Arya, sejumlah nama yang dihadirkan JPU antara Kepala Satpol PP Kota Bogor Agustian Syah, Anggota Satgas COVID-19 Kota Bogor Verro Sopacua.

Kemudian ada nama mantan Kepala Seksi P3MS Dinas Kesehatan Kota Bogor Djohan Musalih dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor dr. Sri Nowo Retno.

"Saudara Bima Arya, saudara kenal dengan terdakwa Habib Rizieq?," tanya ketua Majelis Hakim PN Jakarta Timur Khadwanto kepada Bima Arya.

"Kenal, ketua Majelis Hakim," jawab Bima Arya.

Sidang Rizieq Shihab. Foto: Asropih

PN Jakarta Timur juga menjadwalkan sidang agenda pemeriksaan saksi dari jaksa penuntut umum (JPU) pada Rabu (14/4) pukul 09.00 WIB. Ketua majelis hakim Khadwanto akan menggelar sidang perkara Nomor 223, 224, dan 225.

Perkara Nomor 223 terkait hasil tes usap yang diduga palsu di RS Ummi Kota Bogor dengan terdakwa dr Andi Tatat bin M Azhar.

Perkara Nomor 224 terkait tes usap yang diduga palsu di RS Ummi Kota Bogor dengan terdakwa Muhammad Hanif Alatas.

Perkara Nomor 225 terkait tes usap yang diduga palsu di RS Ummi Kota Bogor dengan terdakwa Rizieq Shihab. (Knu)

Baca Juga

Rizieq Shihab Kembali Jalani Sidang Perkara Berita Bohong Tes Swab di RS UMMI

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Reklamasi Ancol Tak Punya Dasar Hukum Jelas, Anies Bisa Kena Hukuman 5 Tahun
Indonesia
Reklamasi Ancol Tak Punya Dasar Hukum Jelas, Anies Bisa Kena Hukuman 5 Tahun

Tanah yang akan digunakan dalam proyek reklamasi Ancol merupakan hasil pengerukan sungai dan waduk

92 RT Terendam Banjir, Pemprov DKI Dirikan 3 Posko Pengungsian
Indonesia
92 RT Terendam Banjir, Pemprov DKI Dirikan 3 Posko Pengungsian

Jumlah warga yang mengungsi akibat rumahnya terendam banyak sebanyak 154 jiwa. Data ini dilaporkan BPBD DKI Jakarta pada pukul 09.00 WIB.

Jadi ASN, Pegawai KPK Tak Lagi Independen Berantas Korupsi
Indonesia
Jadi ASN, Pegawai KPK Tak Lagi Independen Berantas Korupsi

WP KPK sedang mempelajari dan menganalisis PP 41/2020

Monas Ditutup, Pemkot Jakpus Perketat Penjagaan
Indonesia
Monas Ditutup, Pemkot Jakpus Perketat Penjagaan

Pemerintah Kota Jakarta Pusat menutup kawasan Monumen Nasional (Monas) pada malam tahun baru 2021.

61 Daerah Masih Belum Terjamah Corona
Indonesia
DPR Kritik Jokowi Soal Kebijakan New Normal
Indonesia
DPR Kritik Jokowi Soal Kebijakan New Normal

"Sementara kita masih jauh dari kata berhasil, kenapa justru mau segera menerapkan new normal?" kata Netty

Update Kasus Corona DKI Kamis (12/11): 115.174 Positif, 106.189 Orang Sembuh
Indonesia
Update Kasus Corona DKI Kamis (12/11): 115.174 Positif, 106.189 Orang Sembuh

Pemprov DKI Jakarta menyampaikan perkembangan terkini kasus corona di ibu kota, Kamis (12/11).

Penumpang Melonjak, KAI Daop 8 Operasionalkan 6 Kereta Api Jarak Jauh
Indonesia
Penumpang Melonjak, KAI Daop 8 Operasionalkan 6 Kereta Api Jarak Jauh

pengopersional kereta api ini khusus akhir pekan dan tanggal tertentu di Agustus 2020 setelah dihentikan kini beroperasi kembali.

Identifikasi Jenazah, Tim DVI Minta Keluarga Korban Sriwjaya Bersabar
Indonesia
Identifikasi Jenazah, Tim DVI Minta Keluarga Korban Sriwjaya Bersabar

Sampai Selasa (12/1) pukul 11.00 WIB, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Raden Said Sukanto, telah menerima menerima 56 kantong jenazah dan juga delapan kantong properti.

Vaksin COVID-19 Sinopharm Resmi Disetujui, Berefek Samping Nyeri hingga Batuk
Indonesia
Vaksin COVID-19 Sinopharm Resmi Disetujui, Berefek Samping Nyeri hingga Batuk

Vaksin corona buatan Sinopharm telah resmi mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM).