WALHI: COVID-19 Menunjukkan Kita Bangsa yang Rentan Direktur Eksekutif Walhi, Nur Hidayati (walhi-jambi.com)

Merahputih.com - Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nur Hidayati mengatakan pandemi COVID-19 semakin memunculkan solidaritas besar sehingga di masa normal baru nanti orang tidak bisa lagi hidup secara individualistis dan egois.

“COVID-19 menunjukkan bahwa kita bangsa yang rentan. Kita tidak tahu sampai kapan dapat bertahan, tidak tahu kecukupan bahan dasar kita sampai sejauh apa, dan harusnya itu bisa diubah,” kata Nur Hidayati dikutip Antara, Rabu (20/5).

Baca Juga

Walhi Nilai Penegakan Hukum dalam Kasus Pembakaran Hutan Belum Efektif

Meski demikian ia mengatakan di masa pandemi justru terlihat solidaritas rakyat yang sangat besar yang sebenarnya juga membuat pemerintah kaget.

“Sebenarnya itu sudah lama ada, karena bencana hidrologis setiap tahun juga sudah jutaan dari mereka mengungsi," sambung dia.

Direktur Eksekutif Walhi Yaya Hur Hidayati (Antaranews)

Maka, menurut dia, pemerintah perlu melihat solidaritas yang kembali muncul tersebut sebagai modal sosial yang harus dikembalikan semangatnya dan didukung sepenuhnya. Sehingga masyarakat tidak bisa lagi hidup individualistis yang disebabkan sistem ekonomi yang dianut saat ini.

Pada masa normal baru nanti, konsep Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia masih memakai tolok ukur pertumbuhan ekonomi, dan hal itu yang perlu diubah, ujar Nur Hayati.

Baca Juga

Walhi Anggap Jokowi Lalai dan Tutup Mata soal Karhutla

“Tapi memang di tingkat masyarakat sudah melakukan 'sustainable development' yang harusnya di tataran negara, mereka tukar hasil panen yang bersifat solidaritas,” ujar dia.

Nur Hidayati mengatakan apa yang ingin dikembangkan adalah bibit solidaritas tersebut ada saat menghadapi krisis, dan tidak peduli lagi dengan apa yang dilakukan pemerintah. “Saya pikir kita harus juga punya imajinasi leluasa, membayangkan masa depan kita ini seperti apa. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pilkada Serentak 2020 Dinilai Terlalu Riskan Jika Diadakan Desember
Indonesia
Pilkada Serentak 2020 Dinilai Terlalu Riskan Jika Diadakan Desember

Penting sekali mengkaji mekanisme, metode dan sistem seperti apa yang tepat kalau menyelenggarakan pemilu ketika pandemi

Barak Pengungsian Merapi Dilengkapi Posko Swab dan Wifi
Indonesia
Barak Pengungsian Merapi Dilengkapi Posko Swab dan Wifi

Barak pengungsian warga lereng Gunung Merapi di Kecamatan Cangkringan dan Pakem Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

Munas V PKS Tegaskan Posisi Oposisi Pada Jokowi
Indonesia
Munas V PKS Tegaskan Posisi Oposisi Pada Jokowi

Munas V PKS akan mendorong lahirnya kepemimpinan nasional dengan menghadirkan kualitas kepemimpinan yang mumpuni dari daerah

Putri John Kei Kaget Sang Ayah Kembali Berbuat Onar
Indonesia
Putri John Kei Kaget Sang Ayah Kembali Berbuat Onar

Setelah keluar dari Nusa Kambangan pada Desember 2019 lalu, sang ayah sudah banyak perubahan.

Bamsoet: Jokowi Belum Tentukan Sikap soal RUU HIP
Indonesia
Bamsoet: Jokowi Belum Tentukan Sikap soal RUU HIP

Menurutnya, Presiden Jokowi merespons dengan tegas bahwa pemerintah masih melakukan kajian.

AS Nyatakan Orang Tanpa Gejala Kini Tak Perlu Dites COVID-19
Dunia
AS Nyatakan Orang Tanpa Gejala Kini Tak Perlu Dites COVID-19

Hal itu menimbulkan protes di antara pejabat dan ahli yang mengkhawatirkan pedoman yang diubah itu dilatarbelakangi politik.

Buntut Bentrokan Massa dengan Polisi, Bioskop Legendaris Mulia Agung Senen Terbakar
Indonesia
Buntut Bentrokan Massa dengan Polisi, Bioskop Legendaris Mulia Agung Senen Terbakar

Bioskop Mulia Agung (Grand) di Simpang Lima Senen, Jakarta Pusat, hangus terbakar pada Kamis (8/10) malam.

Golkar Resmi Dukung Gibran-Teguh di Pilwalkot Solo
Indonesia
Golkar Resmi Dukung Gibran-Teguh di Pilwalkot Solo

Menurut Airlangga, dukungan Golkar kepada Gibran-Teguh di Pilwalkot Solo menegaskan simbol kerjasama

Sambil Dorong-dorongan dengan Polisi, Massa 1812 Lantunkan Selawat
Indonesia
Sambil Dorong-dorongan dengan Polisi, Massa 1812 Lantunkan Selawat

Petugas kepolisian dengan tameng berjaga agar massa tidak maju ke depan Gedung Sapta Pesona

Moeldoko Terpilih Jadi Ketua Umum Demokrat Versi KLB: Saya Terima
Indonesia
Moeldoko Terpilih Jadi Ketua Umum Demokrat Versi KLB: Saya Terima

Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat menetapkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat periode 2021-2025.