Waktu Tempuh Perjalanan KA Jakarta-Merak akan Dipangkas Jadi 2 Jam Menhub Budi Karya Sumadi menunjukkan rencana pengaktifan kembali rute jalur kereta di Banten. (ANTARA/Afut Syafril)

MerahPutih.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkomitmen akan mempersingkat waktu tempuh perjalanan kereta api lintas Jakarta–Merak dari 3-4 jam menjadi 2 jam.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, Kemenhub melalui Ditjen Perkeretaapian telah memulai proyek Peningkatan Jalur KA Lintas Rangkasbitung-Serang-Merak yaitu berupa penggantian rel 42 ke standar 54. Dengan penggantian rel ini maka kecepatan kereta yang tadinya 40 km/jam dapat ditingkatkan menjadi 70 km/jam

Baca Juga

Keuntungan Reaktivasi Jalur Mati Kereta Api

"Dengan demikian waktu tempuh juga menurun, dari 2 jam menjadi 1 jam. Jadi dari Jakarta tadinya 3-4 jam, nantinya bisa lebih singkat menjadi 2 jam,” ujar Menhub Budi Karya Sumadi di Banteng, seperti dikutip dari situs Setkab, Minggu (19/1)

Menhub Budi Karya Sumadi saat meninjau Infrastruktur Perkeretaapian di Provinsi Banten, Sabtu (18/1). (Foto: Kemenhub)
Menhub Budi Karya Sumadi saat meninjau Infrastruktur Perkeretaapian di Provinsi Banten, Sabtu (18/1). (Foto: Kemenhub)

Dalam kunjungannya, Menhub juga membahas proyek reaktivasi atau pengaktifkan kembali jalur Rangkabitung-Labuan. Reaktivasi ini akan meningkatkan konektvitas transportasi di Provinsi Banten, serta meningkatkan penggunaan angkutan massal khususnya Kereta Api.

Baca Juga

Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut dan Cianjur-Bandung Ditargetkan Selesai Tahun 2019

“Proyek kita yang lain adalah reaktivasi atau pengaktifan kembali jalur KA dari Rangkasbitung ke Labuan di selatan sepanjang 70 km. Tahap awal ke Pandeglang sepanjang 15 km, akhir tahun ini selesai. Tahun 2021 mulai lagi yang ke arah Labuan, targetnya 3 tahun selesai. Harapan masyarakat yang bekerja ke Jakarta menjadi mudah," katanya

Menhub Budi Karya Sumadi melakukan inspeksi di jalur kereta Jakarta hingga Serang. (Afut Syafril)
Menhub Budi Karya Sumadi melakukan inspeksi di jalur kereta Jakarta hingga Serang. (Afut Syafril)

Terkait penertiban lahan, Menhub mengatakan hal ini sudah didata dan tidak akan ada ganti rugi, karena ini adalah aset negara.

Baca Juga

Jokowi, Charlie Chaplin dan Reaktivasi Jalur Mati KA

“Untuk reaktivasi, jika ada hunian di atas rel yang merupakan aset pemerintah, akan kita tertibkan. Tidak kita ganti rugi, tapi kita berikan semacam tanda kasih (penggantian yang besarannya ditentukan konsultan Kantor Jasa Penilai Publik). Saat ini sudah berjalan,” pungkasnya. (*)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH