Waktu Pencarian Jenazah dan Material SJ-182 Diperpanjang Konferensi pers terkait pencarian korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di JICT, Tanjung Priok, Senin (11/1). (Foto: MP/Asropih)

Merahputih.com - Badan SAR Nasional (Basarnas) memperpanjang waktu operasi pencarian jenazah penumpang, Cockpit Voice Recorder (CVR), dan material badan pesawat dari kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 selama tiga hari ke depan.

"Nanti di waktu tersebut akan kita evaluasi lagi dan kita putuskan apakah operasi SAR dilanjutkan atau dihentikan," ujar Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito.

Baca Juga:

Terima Serpihan Bangkai Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Basarnas Serahkan ke DVI

Hal itu disampaikan saat Bagus meninjau Posko Terpadu Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Dermaga JICT II Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara pada hari ke-7 operasi pencarian, Jumat (15/1) siang.

Basarnas bersama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan jajaran terkait telah menggelar rapat untuk membahas tentang kemungkinan perpanjangan operasi SAR untuk mengevakuasi korban dan puing-puing pesawat .

Setelah mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan situasi yang ada, mereka memutuskan untuk memperpanjang operasi pencarian dan pertolongan hingga tiga hari ke depan sampai dengan Senin (18/1). "Artinya setelah itu kita evaluasi kembali dan kita putuskan selanjutnya," kata Bagus Puruhito.

Serpihan yang diduga dari pesawat Sriwijaya Air. (Foto: Antara).
Serpihan yang diduga dari pesawat Sriwijaya Air. (Foto: Antara).

Sementara itu, untuk fokus pencarian pesawat Sriwijaya SJ-182 di hari ketujuh pada Jumat (15/1), Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman MS sebelumnya mengatakan, tim SAR gabungan masih akan berkonsentrasi untuk mengevakuasi korban dan alat perekam suara kokpit atau cockpit voice recorder (CVR).

"Begitu juga dengan puing-puing. Itu nanti akan tetap menjadi fokus pencarian untuk hari ini," katanya.

Baca Juga:

Penyelam Polri dan Pasukan Elite TNI Diterjunkan ke Lokasi Jatuh Sriwijaya Air

Alat rekam data penerbangan atau flight data recorder (FDR) telah ditemukan di perairan Kepulauan Seribu pada Selasa (12/1).

Namun, alat perekam suara kokpit atau cockpit voice recorder (CVR) sampai dengan siang hari ini, Jumat (15/1), masih belum dapat ditemukan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menaker Ida Fauziah Minta Pekerja Taati Larangan Mudik Lebaran
Indonesia
Menaker Ida Fauziah Minta Pekerja Taati Larangan Mudik Lebaran

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah kembali mengingatkan pekerja dan buruh untuk menaati larangan mudik Lebaran 2021.

Luhut Tawarkan Riset Obat Herbal ke Tiongkok
Indonesia
Luhut Tawarkan Riset Obat Herbal ke Tiongkok

Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan area seluas 500 hektare di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara yang akan difungsikan sebagai Pusat Herbal dan Hortikultura.

Anak Mantu Jokowi Ikut Bertarung, Sorotan Media ke Pilkada Solo dan Medan
Indonesia
Anak Mantu Jokowi Ikut Bertarung, Sorotan Media ke Pilkada Solo dan Medan

Ramainya pemberitaan menyangkut pilkada di Surakarta dan Medan juga menunjukkan adanya atensi masyarakat dari berbagai wilayah tersebut,

Ini Menu Makanan Rizieq Selama Dipenjara
Indonesia
Ini Menu Makanan Rizieq Selama Dipenjara

Rizieq juga mengonsumsi makanan yang sama dengan para tahanan lain di sana.

Alasan Ditjenpas Belum Putuskan Tindakan ke John Kei Usai Kembali Berulah
Indonesia
Alasan Ditjenpas Belum Putuskan Tindakan ke John Kei Usai Kembali Berulah

Pada 26 Desember 2019, John Kei memperoleh bebas bersyarat setelah menghuni Lapas Nusakambangan sejak 2014

Angka COVID-19 Tinggi, TNI-Polri Bubarkan Kerumunan Warga di Monas
Indonesia
Angka COVID-19 Tinggi, TNI-Polri Bubarkan Kerumunan Warga di Monas

Mereka tak mematuhi anjuran jaga jarak fisik dan berkerumun di mtengan makin tingginya ancaman COVID-19 di Jakarta.

Perusakan Polsek Sungai Pagu Jadi 'Tamparan' Keras Kapolri Baru
Indonesia
Perusakan Polsek Sungai Pagu Jadi 'Tamparan' Keras Kapolri Baru

Kasus penyerangan Polsek Sungai Pagu bermula dari penangkapan tersangka DC

Kementerian ATR Sebut Penegak Hukum tidak Pernah Minta Hasil Investigasi
Indonesia
Kementerian ATR Sebut Penegak Hukum tidak Pernah Minta Hasil Investigasi

"Sampai sekarang penegak hukum tidak pernah meminta hasil investigasi tersebut kepada kami," kata Ling R Sodikin

18 Nama Calon Sekda DKI
Indonesia
18 Nama Calon Sekda DKI

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mempunyai 18 nama calon Sekertaris Daerah (Sekda) yang lulus seleksi administrasi.

Kapolri Sigit Minta Oknum Polisi Terlibat Narkoba Segera Dibinasakan
Indonesia
Kapolri Sigit Minta Oknum Polisi Terlibat Narkoba Segera Dibinasakan

Sigit meminta oknum polisi yang terbelenggu barang haram agar segera dibinasakan.