Waktu Karantina Perjalanan Internasional Dipangkas Jadi Lima Hari Suasana Bandara Samrat Manado, Senin. ANTARA/Nancy L Tigauw. (Antara)

MerahPutih.com - Pemerintah memangkas masa karantina bagi pelaku perjalanan internasional yang awalnya selama delapan hari kemudian menjadi lima hari.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, pihaknya akan melakukan evaluasi secara berkala terkait dengan penerapan aturan masa karantina baru tersebut. Sehingga, regulasi tersebut dapat berjalan secara optimal.

"Pemantauan dan evaluasi secara berkala dilakukan untuk memastikan agar regulasi dapat diterapkan dengan baik di lapangan dan ditegakkan tanpa adanya pandang bulu," kata Wiku dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (20/10).

Baca Juga:

Cegah Pelancong Kabur, Polda Metro Bentuk Satgas Antimafia Karantina

Wiku menyebut, regulasi baru itu diterbitkan berdasarkan pertimbangan dari berbagai ahli dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Keputusan untuk memangkas waktu karantina ini dilakukan sesuai dengan kondisi kasus COVID-19 terkini di Indonesia yang mulai terkendali," jelas dia.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito. (ANTARA/Asep Firmansyah/Youtube-BNPB)
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito. (ANTARA/Asep Firmansyah/Youtube-BNPB)

Adapun pemangkasan masa karantina tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 20 Tahun 2021 dan SK Kasatgas Nomor 15 Tahun 2021 tentang Perjalanan Internasional Selama Masa Pandemi COVID-19.

SE tersebut juga mengatur terkait dengan kriteria orang asing yang dapat masuk ke Indonesia serta penambahan negara yang boleh mengunjungi tanah air.

Baca Juga:

56.085 Penumpang Luar Negeri Masuk Lewat Bandara Soetta Dikarantina

Negara-negara tersebut mencakup Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Selandia Baru, Kuwait, India, Qatar, Tiongkok, Jepang, Bahrain, dan Korea Selatan.

Kemudian, Liechtenstein, Italia, Prancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hongaria, dan Norwegia. (Knu)

Baca Juga:

Kodam Jaya Limpahkan Kasus Karantina Selebgram Rachel Vennya ke Kepolisian

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ketua DPRD Jakarta Nilai TGUPP Tidak Bisa Akselarasi Program Anies
Indonesia
Ketua DPRD Jakarta Nilai TGUPP Tidak Bisa Akselarasi Program Anies

Alvin Wijaya yang merupakan anggota TGUPP di bidang Respons Strategis mengundurkan diri. Alvin diketahui menjabat sebagai anggota TGUPP sejak 2018.

BMKG Amati Hilal Awal Ramadan 1 April, Diprediksi Tak Terlihat
Indonesia
BMKG Amati Hilal Awal Ramadan 1 April, Diprediksi Tak Terlihat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan melaksanakan pengamatan hilal penentuan awal bulan Ramadhan 1443 H (2022 M) pada Jumat (1/4).

Partai Dakwah Rakyat Indonesia Jadi Wadah Baru Pasca-penangkapan Tokoh JI
Indonesia
Partai Dakwah Rakyat Indonesia Jadi Wadah Baru Pasca-penangkapan Tokoh JI

Farid Ahmad Okbah yang ditangkap Densus 88 Antiteror merupakan pendiri dari Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI).

Gibran Positif COVID-19, Satgas Akui Varian Delta tak Bisa Dikendalikan
Indonesia
Gibran Positif COVID-19, Satgas Akui Varian Delta tak Bisa Dikendalikan

"Varian Delta ini sudah nggak bisa dikendalikan lagi. Penularannya bisa kapan saja dimana saja. Selama kita disiplin prokes bisa mengurangi (terpapar)," kata Ahyani.

Stres Divonis Positif COVID-19, Wanita di Tambora Lompat dari Apartemen
Indonesia
Stres Divonis Positif COVID-19, Wanita di Tambora Lompat dari Apartemen

Wanita berinisial A (23) ditemukan tergeletak di Jalan Pekapuran, Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat.

Ketua DPD Sesalkan Dugaan Kecurangan terhadap Atlet Binaraga Jatim di PON Papua
Indonesia
Ketua DPD Sesalkan Dugaan Kecurangan terhadap Atlet Binaraga Jatim di PON Papua

La Nyalla Mattalitti menyesalkan perlakuan diduga tidak sportif terhadap atlet-atlet binaraga Jatim yang berlaga di PON XX Papua.

Besok, DPR Gelar Raker Bahas Minyak Goreng Bareng Mendag
Indonesia
Besok, DPR Gelar Raker Bahas Minyak Goreng Bareng Mendag

Komisi VI DPR RI bakal melakukan rapat kerja dengan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, Kamis (17/3) besok, terkait minyak goreng tersebut.

Rencana Tata Ruang IKN Nusantara Sudah Final, Skala Detailnya 1 : 5.000
Indonesia
Rencana Tata Ruang IKN Nusantara Sudah Final, Skala Detailnya 1 : 5.000

BPN menyiapkan Rencana Tata Ruang IKN Nusantara dengan skala 1:25.000

Kisah Orang Tua Mengantar Anak Sekolah di Tengah Pandemi
Indonesia
Kisah Orang Tua Mengantar Anak Sekolah di Tengah Pandemi

"Saya bersyukur dan senang akhirnya anak bungsu (Naufa) bisa kembali sekolah tatap muka," kata Risma

PTM 100 Persen, DPR: Jangan Sampai Ada Klaster Baru di Sekolah
Indonesia
PTM 100 Persen, DPR: Jangan Sampai Ada Klaster Baru di Sekolah

"Jangan sampai nanti ada klaster baru di sekolah," kata Dasco kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/1).