Wakili Indonesia di WBC, Muhammad Aga Bawa Misi Khusus Muhammad Aga (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

INDONESIA harus bangga dengan barista satu ini. Muhammad Aga akan mewakili Indonesia dalam ajang kompetisi Barista paling bergengsi sedunia. Aga akan unjuk kebolehannya sebagai barista dalam kompetisi World Barista Championship (WBC) 2018 di Amsterdam, Belanda. Kompetisi tersebut akan dimulai pada 20 Juni mendatang.

Aga berhasil mewakili Indonesia setelah menjadi juara pertama dalam Indonesia Barista Championship (IBC). Ia berhasil mengalahkan lima peserta lain dalam babak final IBC. Aga memakai kopi Sumatera dalam kompetisi itu.

Berbagai persiapan dilakukan oleh pria yang pernah terlibat dalam film Filosofi kopi ini. Tepatnya pada Sabtu (9/6) malam, Aga melakukan simulasi lomba di Auditorium ABCD School of Coffee, Gondangdia, Cikini, Jakarta Pusat. Simulasi tersebut layaknya kompetisi sebenarnya.

Ada empat juri yang menilai hasil kopi Aga. Nampak raut wajah Aga sangat tenang dalam menjalankan simulasi lomba itu. Padahal WBC bukan sekadar menyeduh kopi. Harus ada kemampuan public speaking untuk menjelaskan proses pembuatan kopi pada para juri yang berbeda negara.

Aga saat melakukan simulasi kompetisi WBC (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Menurut Aga mempersiapkan kopi sambil berbicara dengan para juri menjadi hal paling sulit. Terlihat jelas memang saat menjalankan simulasi kompetisi. Aga tampak harus berkonsentrasi tinggi. Kedua tangan meracik kopi, dengan tetap melakukan eye contact sesekali dengan para juri.

Menjadi pemenang tentu target setiap orang dalam mengikuti sebuah kompetisi. Namun, terlibat di kompetisi sekelas WBC kata Aga ia memiliki misi khusus. Bukan sekadar menjadi pemenang. Intinya yang terpenting bagi pria 27 tahun itu adalah membangun networking sesama Barista lain di luar sana. "WBC ini bagi gua bukan ajang untuk unjuk diri ya," terang Aga kepada merahputih.com.

Selain itu, ia ingin memiliki dan mempelajari inovasi baru dalam teknik menyeduh kopi dalam WBC. Pengalaman juga menjadi hal terpenting untuknya. Sehingga kata Aga ia dapat memberikan banyak ilmu bagi para barista Indonesia seusai mengikuti WBC. Jadi generasi penerus Aga yang akan mewakili Indonesia dalam WBC selanjutnya memiliki bekal lebih. "Jadi (pengalaman) ingin gua turunin ke Barista Indonesia. Gua pengen support terus," imbuhnya.

Aga memiliki strategi baru (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Lebih lanjut, ada beberapa srategi yang ia siapkan nantinya. Misalnya menguasai beberapa teknik baru. Ada teknik dalam industri wine yang akan Aga gunakan. Karena itu ia harus menyamakan teknik tersebut dengan teknik yang pernah ia pakai sebelumnya dalam IBC. Ditambah latihan keras yang selama ini kerap ia lakukan di Kedai Kopi miliknya.

Terlepas dari hal ini, ia mengaku dirinya ialah sosok yang terbuka dengan saran orang lain. Hal itu menurut Aga membuatnya layak berada dalam kompetisi WBC. Namun tetap dengan kerendahan hati peran tim di balik layar ia akui akan menjadi salah satu kunci keberhasilannya dalam kompetisi WBC. "Jujur selama gua latihan kata temen-temen, gua lumayan mau improvisasi dengan diri sendiri," tukasnya.

Aga akan berangkat ke Amsterdam pada 12 Juni mendatang. Wah, semoga berhasil mengharumkan nama Indonesia ya Aga. Selamat berjuang! (ikh)

Baca pula: Rendy Anugrah Mahesa Sabet Gelar Juara Roasting Throwdown Pertama di Indonesia

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH