Wakapolri Klaim PSBB Total di Jakarta Masih Dalam Pembahasan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono melakukan inspeksi mendadak di Stasiun Tanah Abang (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono mengomentari soal adanya rencana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta. Gatot mengatakan, soal pelaksanaan PSBB di DKI pihaknya masih melakukan pembahasan.

"Itu masih dibahas. Sekarang ini kita melaksanakan kegiatan yang apa yang menjadi kegiatan saat ini. Intinya semuanya kan ada prosedurnya aturannya untuk pelaksanaan itu," jelas Gatot saat melakukan pengawasan kesehatan dan pembagian masker di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (11/9).

Baca Juga

Sejak Maret, Pasien Sembuh COVID-19 di RSD Wisma Atlet Lebih dari 9.000 Orang

Gatot melanjutkan, pihaknya fokus melakukan langkah yang lebih masif soal penggunaan masker. "Itu bisa menjadi suatu gaya hidup bisa menjadi budaya baru di dalam kehidupan bermasyarakat. Itu yang akan kita lakukan. Kalau masalah PSBB itu kan akan dibahas nanti. Itu ada yang memutuskannya," imbuh Gatot.

Gatot menegaskan, Polisi masih berfokus pada PSBB transisi. Anak buahnya di tingkat Polda hingga Polsek masih berpedoman pada PSBB transisi.

"Dan itu nanti kan masih dikoordinasikan dengan tim gugus tugas masih koordinasikan juga dengan forpimda ya kita tunggu saja ya;" tutur Gatot yang menggunakan seragam dinasnya ini.

Gatot menduga, kendornya kedisiplinan masyarakat saat ini karena masyarakat sudah jenuh sehingga tidak tertib dan tidak disiplin. "Itu yang terlihat. Makanya kita sekarang bersama tidak sendirian untuk melakukan pendisiplinan penggunaan masker ini," ungkap Gatot.

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono melakukan inspeksi mendadak di Stasiun Tanah Abang (Ist)

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan efektif diberlakukan mulai 14 September 2020.

Anies berujar, mulai 14 September 2020 kegiatan perkantoran harus dilakukan dari rumah atau kembali work from home. "Mulai Senin 14 September, kegiatan perkantoran non-esensial bekerja dari rumah, bukan kegiatan usaha berhenti. Tetapi kegiatan jalan tetapi di rumah, perkantoran yang tidak diizinkan operasi. Akan ada 11 kegiatan esensial yang boleh beroperasi," ucapnya.

Pemberlakukan PSBB awal di DKI Jakarta masih akan berlaku dalam lima hari ke depan. Oleh karenanya, Anies meminta semua perkantoran untuk bersiap menyesuaikan sistem kerja untuk kembali bekerja dari rumah.

Baca Juga

50 Persen Lebih Kasus COVID-19 di Indonesia Disumbang 20 Kota Besar

Sementara, masih ada 11 sektor usaha yang diperbolehkan beroperasi di luar rumah. Sektor yang boleh beroperasi antara lain kesehatan, bahan pangan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis.

Kemudian, pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu, serta kebutuhan sehari-hari. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH