Wajib Diperhatikan, Lima Hal Ini Bisa Membatalkan Pahala Puasa Ilustrasi Ramadan. Foto: Pixabay

MerahPutih.com - Hakikat puasa adalah al-imsak yaitu menahan diri dari berbagai hal-hal yang membatalkan puasa dan yang membatalkan pahala puasa.

Namun, berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa kecuali haus dan lapar, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Berapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja.” (HR. Ibnu Majah no.1690 dan Syaikh Albani berkata, ”Hasan Shahih.”)

Menurut Ketua Komisi Fatwa MUI Huzaimah Tahido Yanggo kepada merahputih.com, dalam hadits tersebut, ada lima yang membatalkan pahala puasa, dia berpuasa tapi tidak dapat pahala, 'Khomsun Yafthuru Shoim' (lima hal yang membatalkan pahala orang berpuasa)

Pertama, Gibah (menggunjing), adalah membicarakan sesuatu yang terjadi pada seseorang yang jika orang yang dibicarakan tersebut mendengarnya akan merasa tidak suka. Mungkin karena menyampaikan kekurangan pada fisik, akhlak, keturunan, ucapan, dan perbuatan.

Ilustrasi

Meskipun yang dibicarakan adalah benar, bukan berarti boleh diceritakan kepada orang lain. Terlebih jika hal itu merupakan berita buruk, mestinya segera dicegah agar tidak menyebar kepada khalayak.

Kedua, namimah (mengadu domba) adalah perbuatan mengadu domba atau menyebar fitnah antara seseorang dengan orang lain dengan tujuan agar saling bermusuhan/tidak suka. Contoh berita yang belum tentu benar disebarkan dengan tujuan mengadu domba pihak tertentu hingga akhirnya terjadi keributan dan polemik.

Ketiga, Kazib (Berbohong) adalah menyatakan sesuatu yang tidak benar. Sama halnya dengan memberitakan sesuatu yang belum terjadi, akan tetapi sudah dinyatakan seakan-akan sudah terjadi padahal masih isu atau sebuah rencana.

Karenanya, publik mesti berhati-hati terkait hal itu, bisa jadi itu adalah hoaks, makanya penting untuk melakukan Tabayyun (cek dan ricek).

"Padahal Al-quran sudah menyatakan kalau ada orang membawa berita 'Fa Tabayyanu' di klarifikasi dulu, jangan kemudian itu jadi hoaks," kata Huzaimah.

Keempat, Al-yaminul Gomus (sumpah palsu), seperti pejabat bersumpah tapi tidak dilaksanakan. "Kalau di bulan puasa itu dilakukan itu membatalkan pahala puasa," tandasnya.

Ilustrasi pengambilan sumpah

Padahal, menurut hadis nabi Janji itu adalah utang, 'Al-Wa'du dainan'.

"Apalagi sampai sudah sumpah Wallahi, firman Allah, Wa Aufu Bi Ahdi Ufi bi Ahdi (Dan jika sudah berjanji tepatilah Janji itu). Itu akan ditagih diakhirat," tandas Rektor Institut Ilmu Quran (IIQ) itu.

Kelima, Nazoru Bi Sahwa (Memandang dengan Nafsu Sahwat). Terkait perkara ini, Pakar Ilmu Fiqh ini pun menganjurkan agar orang yang berpuasa menjaga mata dari melihat hal-hal yang dapat membangkitkan sahwat.

"Menonton film yang gak beres itu (porno), kalau dia terangsang bisa batalkan pahala puasa," terang dia. (Fdi)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH