Wajib Didengar Pesan Rio Dewanto Kepada Penikmat Kopi Selalu mengimbangi dengan pola makan yang baik. (Foto: MP/Albi)

MEMINUM kopi bukan lagi menjadi rutinitas ataupun kebiasaa. Di Indonesia sendiri meminum minuman berkafein itu sudah menjadi gaya hidup. Kedai kopi semakin banyak di berbagai wilayah di Indonesia.

Istilah kerennya saja 'ngopi-ngopi yuk' bukan 'ngeteh-ngeteh yuk', setuju? Padahal belum tentu juga yang dipesan di kedai kopi ialah minuman tersebut, bisa saja teh. Menggilanya penikmat kopi juga berdampak ke arktor tampan Rio Dewanto.

Gara-gara usai bermain film Filosofi kopi ia semakin ketagihan dengan minuman itu. Bisa lebih dari dua gelas setiap harinya. Jika sebelumnya ia hanya minun kopi sachet, film itu menyihirnya menjadi penikmat kopi yang langsung di seduh dari biji kopi.

rio dewanto
Tetap jaga pola makan yang baik. (Foto: MP/Albi)

"Kalau minum dari biji kopi asli semenjak terlibat di Filosofi Kopi. Kalau peminum kopi biasa (tadinya) sering yang sachet biasa," ujar pria 30 tahun itu di Pondok Indah Mall, Jakata Selatan, Kamis (29/3).

Namun, suami Atiqah Hasiholan itu memiliki pesan penting bagi penikmat kopi. Menurutnya kopi juga tidak akan baik bila dikonsumsi berlebihan, terutama yang sudah dicampur dengan gula.

"Saya enggak mau bilang (kopi) itu sehat juga. Pastinya, kalau minum kebanyakan akan membuat kita diabetes," terangnya.

Akan tetapi jika memang sudah ketagihan dengan kopi, Rio pun memberikan saran dengan mengimbanginya dengan pola makan yang baik. Jadi perlu diseimbangkan, jangan sampai banyak mengonsumsi kopi tanpa adanya asupan zat gizi lain. Rio pun sudah membuktikan hal itu.

"Kalau saya minum kopi itu diimbangi dengan makanan lainnya, protein yang cukup, karbohidrat yang cukup, enggak ada masalah sih. Saya enggak ada masalah selama ini," tambahnya.

Kendati demikian, Rio juga menjelaskan selera rasa kopi seseorang bisa berbeda-beda. Belum tentu racikan kopi barista dinikmati seseorang. Semua kembali lagi ke selera masing-masing.

"Kopi itu tergantung selera, cara menikmati gimana buatnya gimana. Belum tentu cara saya bikin menurut orang enak tapi ya saya punya metode sendiri," tambahnya lagi.

Selain itu, rasa kopi berkualitas bukan sekadar dari hasil penyeduhan saja kata Rio. Hal itu bisa lebih detil lagi. Kualitas rasa kopi juga akan berpengaruh pada saat proses pemetikan.

"Kopi kan prosesnya panjang ketika abis dipetik proses pengeringan juga ada banyak itu juga mempengaruhi cita rasa kopi," pungkas Rio. (ikh)

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH