Wahyu Setiawan Siap "Bernyanyi" Soal Kasus PAW hingga Kecurangan Pemilu Foto Dok - Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan (kanan) bersiap menjalani sidang dakwaan secara virtual, Kamis (28/5/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

MerahPutih.com - Terdakwa kasus dugaan suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024 Wahyu Setiawan resmi mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC).

"Sudah diajukan kemarin setelah sidang," kata kuasa hukum Wahyu Setiawan, Saiful Anam, saat dikonfirmasi, Selasa (21/7).

Baca Juga:

Wahyu Setiawan Akui Ada Dana Tak Terbatas agar Harun Masiku Jadi Anggota DPR

Saiful mengatakan, mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu siap "bernyanyi" soal keterlibatan pihak lain dalam kasus yang juga menjerat eks caleg PDIP Harun Masiku tersebut.

Eks komisioner KPU Wahyu Setiawan jalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/2) (MP/Ponco Sulaksono)
Eks komisioner KPU Wahyu Setiawan jalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/2) (MP/Ponco Sulaksono)

Bahkan, ditegaskan Saiful, Wahyu juga bakal blak-blakan terkait kecurangan pemilu.

"Semuanya Pak, tidak hanya yang terlibat PAW, tapi terkait kecurangan pemilu, pilpres dan pilkada akan diungkap semua," tegas Saiful.

Baca Juga:

Saksi Sebut Ada Aliran Duit Rp500 Juta dari Gubernur Papua Barat untuk Wahyu Setiawan

Sebelumnya, Wahyu didakwa menerima suap Rp600 juta dari kader PDIP Harun Masiku. Pemberian uang itu dimaksudkan agar terdakwa mengupayakan PAW anggota DPR dari Riezky Aprilia daerah pemilihan (dapil) Sumatra Selatan 1 kepada Harun Masiku.

Wahyu juga didakwa menerima suap Rp500 juta dari Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. (Pon)

Baca Juga:

Jaksa KPK Ungkap Alasan tak Hadirkan Hasto PDIP di Sidang Suap Wahyu Setiawan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sah! Risma Jadi Menteri Sosial, Sandiaga Uno Masuk Kabinet
Indonesia
Sah! Risma Jadi Menteri Sosial, Sandiaga Uno Masuk Kabinet

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan perombakan Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/12) sore WIB.

Kapolri Ungkap Ada Surplus 288 Kombes dan 213 Pati di Polri
Indonesia
Kapolri Ungkap Ada Surplus 288 Kombes dan 213 Pati di Polri

Ada surplus 288 untuk jabatan Kombes dan 213 personel untuk jabatan Pati.

Sembilan Peran Pelaku Sindikat Mucikari Gay di Apartemen Kuningan
Indonesia
Sembilan Peran Pelaku Sindikat Mucikari Gay di Apartemen Kuningan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, para tersangka yang merupakan panitia dari pesta gay ini mempunyai perannya masing-masing.

 Anak Buah Anies Tunggu Arahan Luhut Terkait Mekanisme Larangan Mudik
Indonesia
Anak Buah Anies Tunggu Arahan Luhut Terkait Mekanisme Larangan Mudik

"Kami juga menunggu arahan lebih lanjut dari Kemenhub seperti apa pola yang akan diterapkan dan dijalankan sehingga larangan mudik ini efektif diberlakukan," ujar Syafrin

Polisi Jadikan Eks Napi Asimilasi Tukang Bagi-Bagi Sembako
Indonesia
Polisi Jadikan Eks Napi Asimilasi Tukang Bagi-Bagi Sembako

Program ini bakal berlangsung sampai pandemi COVID-19

Kasus Aktif COVID-19 Menurun Jadi 54.277 Pasien
Indonesia
Kasus Aktif COVID-19 Menurun Jadi 54.277 Pasien

Kasus aktif terbanyak kedua dan ketiga berada di Jawa Barat yakni 6.443 pasien, dan Jawa Tengah 5.439 pasien.

Masih Keluarkan Guguran, Sultan Minta Pengungsi Merapi Tidak Balik Rumah
Indonesia
Masih Keluarkan Guguran, Sultan Minta Pengungsi Merapi Tidak Balik Rumah

BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Potensi bahaya akibat erupsi Merapi diperkirakan maksimal dalam radius lima kilometer dari puncak.

Kantor TNI dan Polri Diusulkan Jadi Tempat Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Kantor TNI dan Polri Diusulkan Jadi Tempat Vaksinasi COVID-19

Penggunaan kantor-kantor milik TNI dan Polri tersebut bisa digunakan sebagai langkah pencegahan

Black Box CVR Belum Ditemukan, Evakuasi Pesawat Sriwijaya Air Diperpanjang 3 Hari
Indonesia
Black Box CVR Belum Ditemukan, Evakuasi Pesawat Sriwijaya Air Diperpanjang 3 Hari

Pencarian jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta kembali diperpanjang selama 3 hari ke depan.

Menteri Erick: 31 Maret Tersedia 4,7 Juta Masker
Indonesia
Menteri Erick: 31 Maret Tersedia 4,7 Juta Masker

Erick mengatakan, BUMN farmasi terus memproduksi kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan.