Kasus Korupsi
Wahyu Setiawan Pakai Uang Suap Rp40 Juta untuk Karaoke Bareng Politisi PDIP Kasus suap Wahyu Setiawan diduga libatkan sejumlah politisi PDIP (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina menyebut eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan pernah menghabiskan uang sekitar Rp40 juta untuk membayar karaoke bersama sejumlah politisi PDIP.

Fakta ini diungkapkan Agustiani saat bersaksi dalam perkara dugaan suap pengurusan PAW anggota DPR dengan terdakwa kader PDIP, Saeful Bahri di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (9/4).

Baca Juga:

Saksi Dugaan Suap PAW DPR Ungkap Latar Belakang Eks Staf Hasto Kristiyanto

Agustiani mengungkapkan pernah diminta uang sebesar Rp50 juta oleh Wahyu. Menurut Agustiani yang juga dijerat dalam kasus ini, uang tersebut untuk mengganti uang Wahyu yang digunakannya berkaraoke bersama sejumlah kader PDIP.

Eks Komisioner Wahyu Setiawan mengentertaint sejumlah politisi PDIP dengan karaoke bersama
Eks komisioner KPU Wahyu Setiawan jalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/2) (MP/Ponco Sulaksono)

"Pada 8 Januari 2020, Wahyu minta ditransfer Rp 50 juta," kata Agustiani di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

Agustiani menambahkan, Wahyu mengaku berkaraoke dengan Saeful Bahri, kuasa hukum PDIP, Donny Istiqomah serta Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi PDIP Arief Wibowo. Menurut dia, Wahyu menghabiskan sekitar Rp 40 juta untuk berkaraoke.

Saat jaksa penuntut umum menanyakan mengenai sosok Arief, Agustiani Tio mengakui nama tersebut merupakan anggota DPR RI dari Fraksi PDIP.

"Ya, komisi II DPR," ungkap mantan caleg PDIP ini.

Dalam persidangan ini, Agustiani juga mengungkapkan kekesalannya atas sikap Wahyu yang meminta uang Rp 50 juta. Pasalnya, Wahyu tak kunjung merealisasikan permintaannya, yakni agar KPU menetapkan Harun Masiku sebagai calon anggota DPR RI terpilih 2019-2024.

Sementara itu, Wahyu Setiawan yang menjadi saksi kedua dalam sidang tersebut mengakui meminta Agistiani untuk mentransfer uang sebesar Rp 50 juta pada 8 Januari 2020.

Baca Juga:

Anak Buah Sekjen PDIP Hasto Didakwa Suap Wahyu Setiawan Rp600 Juta

Meski mengaku tidak ingat lokasi pertemuan, Wahyu memastikan uang itu untuk menggantikan uang makan-makan dan pertemuan dengan Saeful, Donny dan Arief Wibowo.

"Uang itu untuk memfasilitasi pertemuan dengan Donny, Saiful, Arief Wibowo dan Slamet, teman saya dari Semarang. Saya tidak ingat lokasinya karena lokasi pertemuan dipandu oleh Donny," pungkasnya.(Pon)

Baca Juga:

Hasto Klaim Tak Tahu Caleg PDIP Harun Masiku Menyuap Eks Komisioner KPU

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Survei Indo Barometer, Prabowo Ungguli Anies dan Sandi Jadi Capres 2024
Indonesia
Survei Indo Barometer, Prabowo Ungguli Anies dan Sandi Jadi Capres 2024

"Dari pertanyaan tertutup terhadap 22 nama calon Presiden, Prabowo Subianto unggul," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari

Hasil Rapid Test Massal, 58 Pengunjung Indogrosir Reaktif COVID-19
Indonesia
Hasil Rapid Test Massal, 58 Pengunjung Indogrosir Reaktif COVID-19

Jumlah tersebut meliputi 52 warga Kabupaten Sleman dan 6 warga Kota Yogyakarta.

 Diduga Terlibat Sindikat Salon Ilegal, Ivan Gunawan Diperiksa Polisi
Indonesia
Diduga Terlibat Sindikat Salon Ilegal, Ivan Gunawan Diperiksa Polisi

"Dipanggil sebagai saksi terkait kasus salon kecantikan ilegal milik WNA Tiongkok yang belum lama ini diungkap oleh Polres Metro Jakarta Utara," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus

Sementer II, Okupansi Properti Ritel Bisa Turun
City Property
Sementer II, Okupansi Properti Ritel Bisa Turun

Kondisi semester II nanti memang menantang. Bahkan, akan ada penurunan di sektor ritel khususnya di kelas B dan C.

Kasus "Joker" Anies Bakal Dilakukan Gelar Perkara, Ade Armando Jadi Tersangka?
Indonesia
Kasus "Joker" Anies Bakal Dilakukan Gelar Perkara, Ade Armando Jadi Tersangka?

Polisi bakal melakukan gelar perkara atas kasus meme Joker Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Curhat Rindu Pulang ke Rumah, Perawat COVID-19 Ajak Warga Taati Protokol Kesehatan
Indonesia
Curhat Rindu Pulang ke Rumah, Perawat COVID-19 Ajak Warga Taati Protokol Kesehatan

"Anda tidak ingin mudik membawa penyakit kan? Tidak usah mudik untuk memutus mata rantai COVID-19 agar jangan terus berlangsung," tegasnya.

Soal Harun Masiku, Pimpinan KPK: Belum Ada Progres
Indonesia
Soal Harun Masiku, Pimpinan KPK: Belum Ada Progres

Harun Masiku merupakan buronan KPK atas kasus dugaan suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR.

Pengamat Duga Penyelundupan Harley Oleh Ari Askhara Lebih dari Sekali
Indonesia
Pengamat Duga Penyelundupan Harley Oleh Ari Askhara Lebih dari Sekali

Ada indikasi gratifikasi kepada Ari Askhara

PDIP Tunjuk Djarot Saiful Hidayat sebagai Ketua DPD Sumut
Indonesia
PDIP Tunjuk Djarot Saiful Hidayat sebagai Ketua DPD Sumut

Hasto menekankan Djarot diberikan wewenang penuh dalam merekrut calon-calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di Sumatera Utara.

Mahfud MD Minta Polri Pidanakan Wakil Ketua DPRD Tegal Nekat Gelar Dangdutan
Indonesia
Mahfud MD Minta Polri Pidanakan Wakil Ketua DPRD Tegal Nekat Gelar Dangdutan

Mahfud MD angkat bicara menanggapi pengumpulan massa yang menonton konser dangdut hajatan pernikahan dan sunatan oleh Wakil Ketua DPRD Tegal.