Wah, Puncak Bogor Bakal Dilengkapi Rest Area  Seluas 7 Hektar Rest Area Puncak Bogor. (Foto: Kementerian PUPR).

MerahPutih.com - Pemerintah tengah membangunan rest area di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Konstruksi rest area akan selesai 2021, dengan memanfaatkan lahan seluas 7 hektare milik PT Perkebunan Nusantara VIII yang berada di dekat kawasan Agrowisata Gunung Mas, Bogor.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, penataan kawasan puncak merupakan salah satu upaya jangka panjang mengurangi risiko terjadinya longsor pada jalur puncak akibat adanya perubahan pemanfaatan ruang, curah hujan tinggi, dan kondisi topografi.

Rest area ini akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas untuk memberikan kenyamanan bagi pengendara seperti 3 lokasi area parkir dengan total luas 1,774 m2 untuk menampung sekitar 500 mobil, masjid seluas 576 m2, plaza pandang seluas 572,27 m2, meeting point, taman atau ruang terbuka hijau, dan amphitheater.

Baca Juga:

Cuma Sepekan, Waktu Peserta CPNS Pilih Tempat Tes SKB

Untuk mengakomodir para pedagang kaki lima yang direlokasi dibangun 516 kios seluas 11 m2 yang terbagi menjadi 100 kios basah dan 416 kios kering. Selain itu juga dibangun kolam retensi seluas 2,041 m2, Tempat Pengelolaan Sampah (TPS), dan toilet modern dengan jumlah 28 unit toilet perempuan, 22 unit toilet pria, 19 unit urinoir, dan 26 unit wastafel untuk mendukung penyediaan air bersih dan sanitasi. Total anggaran pembangunan rest area sebesar Rp 61,7 miliar.

Selain membangun rest area, Kementerian PUPR akan melakukan pelebaran Jalur Puncak Bogor sepanjang 6 kilometer. Pengerjaannya terbagi menjadi 5 segmen mulai dari Gadong (Ciawi) hingga Cisarua (Puncak). Penanganan ruas jalan Puncak Bogor dilakukan secara bertahap sejak akhir 2018 dengan biaya sebesar Rp 73,1 miliar melalui skema tahun jamak APBN 2018-2019.

Pembangunan Rest Area Puncak
Pembangunan Rest Area Puncak Bogor. (Foto: Kementerian PUPR)

Pembangunan rest area ini, kata Basuki, merupakan bagian dari program penataan kawasan Puncak bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, yang diikuti dengan pemindahan pedagang kaki lima ke tempat yang lebih layak dan aman. (ARR).

Baca Juga:

Skandal Djoko Tjandra, PPATK Telusuri Aliran Transaksi Mencurigakan Jaksa Pinangki



Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH