Wagub Sebut Puskesmas Kebon Jeruk Tak Bersalah Vaksinasi Helena Lim Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Selasa (22/12/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta menyebut, petugas Puskesmas Kebon Jeruk tidak menyalahi aturan dalam kasus pemberian vaksin COVID-19 Sinovac kepada selebgram Helena Lim.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, Inspektorat Provinsi DKI Jakarta sudah turun tangan melakukan pendalaman dengan mengecek ihwal vaksinasi terhadap Helena Lim.

"Apakah ada kelalaian, kesalahan dari ASN kami. alhamdulillah tidak ada," tegas Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (15/2).

Baca Juga:

Pemprov DKI Serahkan Kasus Vaksin Selebgram Helena Lim ke Polisi

Menurut Wagub, petugas Puskesmas Kebon Jeruk sudah melaksanakan tugas prosedur dengan baik. Dalam keterangan vaksinator, Helena Lim membawa surat rekomendasi dari apotek yang menyatakan terdapat empat pegawai yang menerima vaksin.

Ternyata dari empat penerima itu ada nama Helena Lim yang merupakan pemilik Apotek Bumi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"Namun kemudian ternyata diduga di situ adalah pemilik, bukan pegawai," ungkap Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta itu.

Dengan begitu, mengenai perkara Helena Lim ini, Wagub DKI menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian. Karena itu menjadi kewenangan petugas penegak hukum.

"Kalau ada diduga manipulasi data, itu wilayah kepolisian, bukan kami lagi," tuturnya.

Selebgram Helena Lim saat divaksin COVID-19 (Foto: Instagram @helenalim899)
Selebgram Helena Lim saat divaksin COVID-19 (Foto: Instagram @helenalim899)

Pria kelahiran Banjarmasin ini pun menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan vaksinasi COVID-19 pada dosis kedua terhadap Helena Lim untuk menghindari polemik.

"Kalau sudah dapat sekali, sudah dong, malah kalau salah dapat sanksi," jelasnya.

Mengenai vaksin COVID-19 ini, Riza meminta masyarakat untuk bersabar karena pada waktunya semua warga DKI bakal disuntik vaksin virus corona.

"Sekarang kita prioritaskan dulu sesuai aturan dan kebijakan pemerintah pusat, vaksin diberikan kepada nakes, kita ikuti lah," ucapnya.

"Sejauh belum mendapatkan vaksin, kita minta semua untuk patuh, taat prokes," tutupnya.

Baca Juga:

Polisi Selidiki Unsur Pidana di Balik Vaksinasi COVID-19 Helena Lim

Seperti diketahui, masyarakar media sosial dibuat heboh dengan selebgram Helena Lim yang mengunggah video dengan menunjukkan dirinya menerima vaksinasi massal yang dilakukan Pemprov DKI.

Wanita yang sering disebut sebagai crazy rich Pantai Indah Kapuk ini memperlihatkan dirinya menjadi salah satu sasaran vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk dengan nomor urut 11. (Asp)

Baca Juga:

Polisi Segera Periksa Pihak Puskesmas Terkait Vaksinasi Helena Lim

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kapolri Minta Seluruh Kapolda Fokus Penanganan COVID-19
Indonesia
Kapolri Minta Seluruh Kapolda Fokus Penanganan COVID-19

Sigit menekankan seluruh Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) untuk peka dalam merespon situasi penyebaran Corona khususnya klaster baru.

Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Bandung Dihentikan
Indonesia
Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Bandung Dihentikan

Uji coba Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Kota Bandung rencananya berlangsung dua pekan, 7-18 Juni 2021.

Komnas HAM Dinilai Berat Proses Pengaduan 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK
Indonesia
Komnas HAM Dinilai Berat Proses Pengaduan 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK

Komnas HAM diprediksi berat untuk memproses pengaduan pegawai KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

Tak Ada Perayaan Meriah Saat Natal hingga Tahun Baru di Jakarta
Indonesia
Tak Ada Perayaan Meriah Saat Natal hingga Tahun Baru di Jakarta

Pemprov DKI Jakarta tak akan menggelar kegiatan besar perayaan malam pergantian tahun yang menimbulkan kerumunan.

Kuasa Hukum tak Bisa Jenguk Munarman, Polri: Kasusnya Kelas Berat
Indonesia
Kuasa Hukum tak Bisa Jenguk Munarman, Polri: Kasusnya Kelas Berat

"Jadi saya jawab alasannya (tidak bisa dijenguk) karena hukum acara pidana kasus terorisme itu berbeda," kata Ramadhan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (30/4).

Penyuap Bekas Mensos Juliari Jalani Sidang Dakwaan Kasus Bansos
Indonesia
Penyuap Bekas Mensos Juliari Jalani Sidang Dakwaan Kasus Bansos

Dua tersangka kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek, Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar, akan menjalani sidang perdana atas kasus yang menjeratnya pada Rabu (24/2).

3 Ribu Lebih Pelanggar Ditindak di Hari Pertama Operasi Zebra, Didominasi Lawan Arus
Indonesia
3 Ribu Lebih Pelanggar Ditindak di Hari Pertama Operasi Zebra, Didominasi Lawan Arus

4.982 pelanggar yang hanya diberikan teguran oleh petugas di lapangan

Orang Tua Meninggal Karena COVID-19, Anak Yatim Piatu di DIY Dapat Konseling
Indonesia
Orang Tua Meninggal Karena COVID-19, Anak Yatim Piatu di DIY Dapat Konseling

Berdasarkan laporan terakhir, ada 150 anak yang orang tuanya meninggal dunia karena terpapar COVID-19. Sedangkan yang telah dipastikan data nama dan alamat mereka mencapai 110 anak mulai bayi hingga berusia 18 tahun.

Puncak Arus Balik Libur Natal Diprediksi Besok
Indonesia
Puncak Arus Balik Libur Natal Diprediksi Besok

PT Jasa Marga memprediksi puncak arus balik libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 ke ibu kota Jakarta terjadi pada hari Minggu (3/1). Pada hari tersebut diperkirakan ada sebanyak 205 ribu kendaraan di jalan tol.

Reaksi Polisi Ditantang Roy Suryo Tangkap Eko Kuntadhi dan Mazdjo Pray
Indonesia
Reaksi Polisi Ditantang Roy Suryo Tangkap Eko Kuntadhi dan Mazdjo Pray

Eks Menpora Roy Suryo meminta polisi untuk segera menangkap Eko Kuntadhi dan Mazdjo Pray terkait kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks.