Wagub Riza Komentari 2 Pimpinan Cabang Bank DKI Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria ketika diwawancarai awak media di Balai Kota Jakarta, Senin (15/11). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

MerahPutih.com - Kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) Tunai Bertahap menjerat dua pimpinan Bank DKI cabang Muara Angke dan Permata Hijau.

Terkait kasus ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyerahkan proses hukum seluruhnya kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat.

Baca Juga

Respons Bank DKI soal Penangkapan 2 Pimpinan Cabang yang Terlibat Kasus Dugaan Korupsi

"Kami serahkan kepada aparat hukum," ujar Riza di Balai Kota, Jakarta, Kamis (18/11).

Politisi Partai Gerindra itu menuturkan, pihaknya menghormati seluruh proses hukum yang sedang berlangsung dan menanti perkembangan dari kasus yang mencoreng salah satu BUMD DKI itu.

"Kita tunggu apa yang menjadi keterangan dari aparat hukum," tegasnya.

Untuk diketahui, Jaksa Penyidik Tindak Pidana Korupsi pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat (Jakpus) menahan 3 tersangka kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas KPA Tunai Bertahap oleh Bank DKI kepada PT Broadbiz tahun 2011-2017.

Mereka adalah Pimpinan Bank DKI Cabang Pembantu Muara Angke berinisial MT; pimpinan Bank DKI Cabang Pembantu Permata Hijau berinisial JP, dan Direktur Utama PT Broadbiz Asia RI.

Atas perbuatan tiga tersangka tersebut terjadi kerugian keuangan negara sebesar Rp 39.151.059.341.

Baca Juga

PSI Sebut Anies Rela Ngutang ke Bank DKI Rp 180 Miliar Demi Formula E

Penahanan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 775 /M.1.10/Fd.1/11/2021 tanggal 16 November 2021.

Penyidik menahan tersangka RI selama 20 hari terhitung sejak tanggal 16 November 2021 sampai dengan 05 Desember 2021 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Salemba, Jakarta Pusat.

Selanjutnya, tersangka MT selaku Pimpinan Bank DKI Cabang Pembantu Muara Angke. Penahanan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 776 /M.1.10/Fd.1/11/2021 tanggal 16 November 2021.

Tersangka MT juga ditahan selama 20 hari terhitung sejak tanggal 16 November 2021 sampai dengan 5 Desember 2021 di Rutan Kelas I Salemba Jakarta Pusat.

Terakhir, tersangka JP selaku Pimpinan Bank DKI Cabang Permata Hijau, berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 777 /M.1.10/Fd.1/11/2001 tanggal 16 November 2021.

“Ditahan selama 20 hari terhitung sejak tanggal 16 November 2021 sampai dengan 5 Desember 2021 di Rutan Kelas I Cipinang, Jakarta Timur,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak. (Asp)

Baca Juga

Bank DKI Pimpin Kredit Sindikasi Senilai Rp 2 Triliun ke IKPP

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
TMII Hanya Boleh Didatangi Pengunjung Sudah Divaksin dan Khusus Olahraga
Indonesia
TMII Hanya Boleh Didatangi Pengunjung Sudah Divaksin dan Khusus Olahraga

Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur telah dibuka, Jumat (20/8).

Demokrat Minta KPK dan PPATK Usut Dugaan Aliran Dana untuk Kudeta AHY
Indonesia
Demokrat Minta KPK dan PPATK Usut Dugaan Aliran Dana untuk Kudeta AHY

Penting bagi KPK dan PPATK untuk turun tangan

Mulai Oktober, Ganjil Genap Berlaku di Depok
Indonesia
Mulai Oktober, Ganjil Genap Berlaku di Depok

Polres Metro Depok akan menerapkan kebijakan ganjil genap (gage) di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat pada awal Oktober nanti

Safe Flight Pepo!
Indonesia
Safe Flight Pepo!

Agus Harimurti Yudhoyono pun berharap pengobatan yang ditempuh ayahnya dapat berjalan dengan baik

Hari Santri, Menag Yaqut Apresiasi Kemampuan Pesantren Hadapi COVI-19
Indonesia
Hari Santri, Menag Yaqut Apresiasi Kemampuan Pesantren Hadapi COVI-19

Keteladanan para kiai berkontribusi untuk mendorong para santri bersedia ikut vaksin

Menhan Prabowo Optimistis KRI Nanggala-402 Segera Ditemukan
Indonesia
Menhan Prabowo Optimistis KRI Nanggala-402 Segera Ditemukan

"Saya yakin seluruh bangsa semua hatinya, pikirannya, fokusnya adalah agar anak anak kita bisa kita selamatkan secepat mungkin," tuturnya.

DPR Minta Presiden Jokowi Lobi Langsung Raja Salman Buka Ibadah Umrah
Indonesia
DPR Minta Presiden Jokowi Lobi Langsung Raja Salman Buka Ibadah Umrah

Yandri Susanto meminta Presiden Joko Widodo turun langsung untuk melakukan diplomasi dengan Raja Salman agar penyelenggaraan ibadah umrah bisa dilaksanakan.

Bogor Kembali Terapkan Ganjil-Genap di Akhir Pekan
Indonesia
Bogor Kembali Terapkan Ganjil-Genap di Akhir Pekan

Kecuali darurat, pekerjaan dan angkutan online

Golkar Solo Dukung Airlangga Hartarto sebagai Capres 2024
Indonesia
Golkar Solo Dukung Airlangga Hartarto sebagai Capres 2024

"Partai Golkar Solo siap mendukung dan mengamankan sosok Airlangga sebagai capres pada Pilpres tahun 2024," kata Taufiqurrahman

 39 Titik Jalur Kereta Api di Wilayah Daop 2 Bandung Rawan Amblas dan Longsor
Indonesia
39 Titik Jalur Kereta Api di Wilayah Daop 2 Bandung Rawan Amblas dan Longsor

Upaya perbaikan dan peningkatan kualitas sarana, prasarana terus dilakukan demi keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api.