Wagub Jambi Tutup Sejumlah Sumur Minyak Ilegal Wagub Jambi H Fachrori Umar memasang garis polisi di lokasi sumur minyak ilegal (Foto: MP/Aldus K)

MerahPutih.Com - Sejumlah sumur minyak ilegal yang berada di wilayah Provinsi Jambi ditutup dan disegel. Penutupan sumur-sumur minyak ilegal itu dipimpin langsung Wakil Gubernur Jambi H Fachrori Umar.

Fachrori Umar bersama sejumlah pejabat Pemprov Jambi turun langsung ke lokasi sumur minyak ilegal di Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Senin (18/12). Sejumlah garis polisi dipasang di lokasi sumur minyak ilegal. Turut hadir dalam kesempatan itu Asisten III Setda Provinsi Jambi Ir.Tagor Mulia Nasution, Kadis ESDM Provinsi Jambi Harry Andria, Perwakilan Pemerintahan Kabupaten Batanghari, Pihak Kepolisian, Kejaksaan dan TNI,

Menurut Fachrori tindakan tegas ini dilakukan oleh pemerintah karena masyarakat telah melanggar peraturan perundangan yang berlaku.

"Saya berharap seluruh pihak mematuhi peraturan yang berlaku, seperti yang disebutkan oleh undang undang bahwa semua ini adalah milik negara, dan tidak ada jalan keluar harus ditutup, dan diminta masyarakat tidak lagi melakukan tindakan yang melanggar hukum," ujarnya.

Wagub Fachrori Umar juga menegaskan kepada seluruh aparat pemerintah terutama desa untuk tidak takut melakukan penegakan hukum.

"Saya tegaskan kepada pemerintah desa untuk tidak takut melakukan penegakan hukum, dan juga berani untuk melarang jika ada kegiatan yang melanggar hukum, karena aparat desa adalah yang memiliki desanya, kalo kita lihat sekarang kondisi di penambangan sudah banyak sekali kerusakan lingkungan,udaranya buruk, air bersih sudah sulit didapatkan, karena pengeboran minyak ini tidak dilakukan secara aman, tepat dan tidak ada analisis dampak lingkungannya," tegasnya.

Kondisi sumur minyak ilegal
Kondisi sumur minyak ilegal di Kabupaten Batanghari, Jambi (Foto: MP/Aldus K)

Sementara itu Asisten III Ir. Tagor Nasution menyatakan bahwa penutupan ini dilakukan oleh pemerintah karena dampak lingkungan,sosial dan juga untuk menegakkan hukum.

"Untuk desa pompa air ini sudah 22 sumur yang kita tutup dan masih ada 10 lagi yang akan ditutup, dan diharapkan beberapa hari ke depan sudah kita tutup semuanya," ujar Tagor.

Dijelaskan Tagor bahwa saat ini sudah ada komitmen bersama dari pemerintahan yang menyatakan bahwa kegiatan ini adalah ilegal.

"Sudah ada kesepakatan bersama dari seluruh aparat pemerintahan, mulai dari Camat sampai aparat desa dan juga masyarakat yang sepakat untuk menutup penambangan ini,dan nanti jika ada yang melanggar maka akan ditindak sesuai hukum yang berlaku, oleh pihak kepolisian," ujar Tagor Nasution.

Sementara itu Kadis ESDM Harry Andria menyatakan bahwa pemerintah akan mendorong Pertamina untuk segera memproduksi minyak.

"Lahan ini memang milik Pertamina, dan nanti akan kita dorong untuk segera memproduksi dari tempat ini,sekarang saja sumur ini menghasilkan 100 drum perhari atau sekitar 6000 barel per hari, dan dapat kita hitung berapa kerugian negara," pungkas Harry Andria.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Aldus K, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jambi dan sekitarnya.



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH