Wagub DKI Sebut Penutupan Terminal Bus Kebijakan Dishub dan Polda Metro Pemudik mengantre di ruang pembelian tiket perjalanan Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Kamis (30/7). (ANTARA/Andi Firdaus)

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menutup seluruh terminal bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di ibu kota selama penerapan larangan mudik lebaran Idulfitri pada 6 Hingga 17 Mei 2021.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria mengatakan, kebijakan itu dimaksudkan untuk menjaga-jaga agar tak ada mobilitas warga yang menggunakan bus saat lebaran nanti.

"Itu kebijakan dari dishub bersama Polda," ujar Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (8/4).

Ketua DPD Gerindra DKI ini meminta, kepada warga untuk dapat menahan diri tidak melakukan kegiatan pulang kampung saat lebaran meskipun kasus COVID-19 di Indonesia sudah menurun.

Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria. Foto: ANTARA

Riza berharap, seluruh warga Jakarta untuk tetap berada di ibu kota dalam merayakan hari kemenangan umat muslim nanti.

"Di rumah adalah tempat yang terbaik bagi kita, hindari keluar, apalagi perjalanan jauh, keluar kota," jelasnya.

Lanjut Riza, jangan sampai momentum mudik itu mencelakai orang tersayang di kampung dengan membawa virus. Ataupun sebaliknya disaat mudik warga DKI terpapar ketika bertemu keluaga di sana.

"Menularkan yang mengakibatkan saudara kita, keluarga kita terpapar virus corona atau sebaliknya kita kembali ke Jakarta membawa virus ke Jakarta sehingga terpapar saudara-saudara kita," tuturnya.

Menurut dia, di zaman serba digital ini masyarakat bisa bersilahturahmi dengan sanak keluarga melalui telepon seluler. Apalagi saat ini ponsel sudah memiliki aplikasi yang canggih dengan melihat wajah.

"Saya kira lebaran mudik bisa dilakukan secara virtual," pungkas Riza.

Seperti diketahui, Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PKM) Muhajir Effendi melarang semua kalangan untuk mudik lebaran, mulai 6 - 17 Mei 2021.

Larang mudik Idul fitri 2021 ini dilakukan untuk menekan meluasnya kasus COVID-19 yang mungkin terjadi setelah pulang kampung. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Terjerat Kasus Dugaan Pungli, Rektor UNJ Bakal Diproses Internal Kemendikbud
Indonesia
Terjerat Kasus Dugaan Pungli, Rektor UNJ Bakal Diproses Internal Kemendikbud

Pelimpahan usai penyelidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengentikan penyelidikan perkara.

Wapres Ingin Polemik Kehalalan Vaksin COVID Tidak Terjadi
Indonesia
Wapres Ingin Polemik Kehalalan Vaksin COVID Tidak Terjadi

Bio Farma dan Sinovac Biotech tengah melakukan uji klinis fase ketiga vaksin COVID-19, yang melibatkan 1.600 orang.

PSBB Transisi Diperpanjang, Ganjil Genap di Jakarta Masih Belum Berlaku
Indonesia
PSBB Transisi Diperpanjang, Ganjil Genap di Jakarta Masih Belum Berlaku

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali memperpanjang tidak diberlakukannya kebijakan ganjil-genap

Rizieq Shihab Mau Pakai Monas, Begini Kata Wagub DKI
Indonesia
Rizieq Shihab Mau Pakai Monas, Begini Kata Wagub DKI

Pemprov DKI Jakarta belum mengetahui kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat akan dipakai Rizieq Shihab untuk kegiatan Reuni Akbar PA 212.

Masyarakat Lebih Yakin Pada Vaksin Merah Putih Daripada Sinovac
Indonesia
Masyarakat Lebih Yakin Pada Vaksin Merah Putih Daripada Sinovac

Saat ditanya tentang kesediaan disuntik vaksin Sinovac, hanya sedikit responden yang setuju yakni 23 persen.

Wakil Ketua DPR Minta Komjen Listyo Perbaiki Pola Komunikasi Polri
Indonesia
Wakil Ketua DPR Minta Komjen Listyo Perbaiki Pola Komunikasi Polri

Komjen Listyo Sigit Prabowo dipastikan bakal segera menduduki kursi Kapolri.

Gibran-Teguh Tebar Pesona, Kenakan Baju Seragam Politik Bergambar Naik Banteng
Indonesia
Gibran-Teguh Tebar Pesona, Kenakan Baju Seragam Politik Bergambar Naik Banteng

Gibran-Teguh terlihat sama-sama kompak mengenakan baju seragam tersebut.

Buruh Akui Lebih Takut Sama RUU Cipta Kerja Dibanding Corona
Indonesia
Buruh Akui Lebih Takut Sama RUU Cipta Kerja Dibanding Corona

Sebab, lanjut dia, hal itu bakal menuai protes dan menyebabkan aksi unjuk rasa secara besar-besaran.

Ketua MA Ajak Hakim se-Indonesia Berani Terobos Kekakuan Hukum Normatif
Indonesia
Ketua MA Ajak Hakim se-Indonesia Berani Terobos Kekakuan Hukum Normatif

Problematika penegakan hukum korupsi di Indonesia terkadang sangat kaku

Pekerja Diminta tak Buka Masker Saat Bekerja, Ini Bahayanya
Indonesia
Pekerja Diminta tak Buka Masker Saat Bekerja, Ini Bahayanya

Saat kita lepas masker saat makan, maka jaga jarak, jamin lingkungan di tempat makan ada sirkulasi udara yang baik," imbuh Yurianto.