Wagub DKI Sebut Lurah Duri Kepa Sudah Dicopot Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat memberikan pernyataan di Balai Kota Jakarta, Senin (1/11/2021). (ANTARA/Ricky Prayoga)

MerahPutih.com - Lurah Duri Kepa, Jakarta Barat Marhali dipastikan telah dibebastugaskan imbas dari dugaan penipuan peminjaman uang sebesar Rp 264,5 juta kepada warga Kota Tangerang.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (1/11) siang.

"Iya Lurah (Duri Kepa) sudah dicopot," ucap Riza menyakini.

Baca Juga:

Imbas Dugaan Penipuan Rp 264 Juta, Lurah dan Bendahara Duri Kepa Dibebastugaskan

Saat ini, Lurah Lurah Duri Marhali dan Bendahara Kelurahan Duri Kepa Devi Ambarsari tengah menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat Provinsi DKI Jakarta, untuk mendalami perkara tersebut.

"Nanti dalam proses penyidikan," ucap mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat Yani Purwoko mengatakan, setelah dipecat kedua bawahannya tersebut kini bertugas menjadi staf di Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat.

"Ya Lurah dan Bendahara, itu nanti kita lakukan pembinaan di bagian pemerintahan," pungkas Yani.

Lurah Duri Kepa Marhali saat ditemui di kantornya, Kamis (28/10/2021) (ANTARA / Walda)
Lurah Duri Kepa Marhali saat ditemui di kantornya, Kamis (28/10/2021) (ANTARA / Walda)

Untuk diketahui, kasus dugaan penipuan peminjaman uang Lurah Duri Kepa sebesar Rp 264,5 juta menyeruak, setelah muncul surat somasi korban warga Kota Tangerang berinisial SK.

SK mengaku pernah dua kali melayangkan somasi kepada Kelurahan Duri Kepa untuk menagih utang sebesar Rp 264,5 juta.

Somasi pertama dilayangkan dan ditandatangani pada 6 Oktober 2021. Terdapat lima poin dalam somasi yang langsung ditujukan kepada Lurah Duri Kepa Marhali.

Salah satu poin yang terdapat dalam somasi itu, SK menagih piutangnya kepada Kelurahan Duri Kepa.

"Kami mensommier/memperingatkan saudara (pihak Kelurahan Duri Kepa), agar segera melaksanakan kewajiban saudara atas utang-utang tersebut kepada klien (SK) kami dalam waktu tujuh hari sejak surat somasi ini saudara terima," kata kuasa hukum SK, Akung Kurnia, dalam surat somasi yang tersebar.

Baca Juga:

DPRD Duga Ada Penyelewengan Anggaran hingga Kelurahan Duri Kepa Berutang

Pihak Kelurahan Duri Kepa kemudian mengirim jawaban atas somasi itu pada 13 Oktober 2021. Jawaban atas somasi itu ditandatangani langsung oleh Lurah Marhali.

Ada tiga poin yang ditulis pada jawaban atas somasi. Poin pertama, disebutkan bahwa pihak kelurahan tidak menerima bukti rekening koran dari SK. Marhali juga menyatakan Kelurahan Duri Kepa tidak memiliki utang ke SK.

Setelah menerima jawaban somasi yang pertama, SK kembali geram dan mengirim somasi kedua yang ditujukan lagi kepada Marhali pada 12 Oktober 2021.

Sayangnya, Kelurahan Duri Kepa tak pernah menjawab somasi kedua hingga saat ini. Hingga akhirnya SK melaporkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana yang dilakukan Kelurahan Duri Kepa ini ke Polres Metro Tangerang Kota setelah pinjaman itu tak dikembalikan. (Asp)

Baca Juga:

Wagub DKI Dukung Penghapusan Syarat Tes PCR Penumpang Pesawat

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Indonesia Kedatangan 5,5 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca dan Covovax
Indonesia
Indonesia Kedatangan 5,5 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca dan Covovax

Indonesia kedatangan jutaan dosis vaksin AstraZeneca dan Covovax melalui dua tahap kedatangan pada Kamis (2/12).

PAN Klarifikasi Isu Ridwan Kamil Dampingi Airlangga di Pilpres 2024
Indonesia
PAN Klarifikasi Isu Ridwan Kamil Dampingi Airlangga di Pilpres 2024

Ridwan Kamil bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan

Keluarga tidak Yakin Sunardi Terlibat Kasus Terorisme
Indonesia
Keluarga tidak Yakin Sunardi Terlibat Kasus Terorisme

"Kami sangat menyayangkan tindakan Densus 88. Keluarga sedikit pun tidak meyakini kalau Pak Sunardi itu terlibat kasus terorisme," kata Indro pada media di rumah duka, Kamis (10/3).

Aparat gabungan TNI-Polri Lakukan Penyekatan ke Sirkuit Mandalika
Indonesia
Aparat gabungan TNI-Polri Lakukan Penyekatan ke Sirkuit Mandalika

Masyarakat atau kendaraan yang membawa penonton MotoGP supaya mematuhi pengamanan yang telah diterapkan tersebut. Sehingga, kegiatan berjalan aman dan nyaman.

Anies Minta Jakarta E-Prix Jangan Dipolitisasi
Indonesia
Anies Minta Jakarta E-Prix Jangan Dipolitisasi

Jakarta E-Prix ini merupakan ajang olahraga balap mobil listrik bukan event politik.

Warga Kritik Lewat Mural, Moeldoko: Jangan Sembarangan Menyatakan Sesuatu
Indonesia
Warga Kritik Lewat Mural, Moeldoko: Jangan Sembarangan Menyatakan Sesuatu

Presiden adalah orang yang perlu dihormati sehingga seharusnya tidak sembarangan menyatakan sesuatu dengan gambar maupun kalimat.

Bandar Narkoba Kabur Tabrak Lari Polisi, Tinggalkan Barbuk 35 Kg Sabu
Indonesia
Bandar Narkoba Kabur Tabrak Lari Polisi, Tinggalkan Barbuk 35 Kg Sabu

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi menuturkan, dalam operasi penangkapan itu, pihaknya mengamankan 35 kilogram sabu meski bandarnya berhasil lolos.

[Hoaks atau Fakta]: Kesulitan Hidup, Warga Afghanistan Serahkan Bayi ke Tentara
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Kesulitan Hidup, Warga Afghanistan Serahkan Bayi ke Tentara

Orangtua yang menyerahkan bayi mereka kepada sekelompok tentara bukanlah karena kehidupan yang sulit, tapi untuk mengevakuasi bayi tersebut dari daerah kericuhan di Bandara Kabul, Afghanistan.

KPK Pastikan Kasus Stadion Mandala Krida Masih Proses Penyidikan
Indonesia
KPK Pastikan Kasus Stadion Mandala Krida Masih Proses Penyidikan

"Itu kan proses. Proses (penyidikan) kan tidak bisa cepat-cepat," ucap Ketua KPK Firli Bahuri