Wagub DKI Sebut Keberhasilan Tangani COVID-19 Ada di Tangan Masyarakat Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat menghadiri Rapat Paripurna Penyampaian Pandangan Fraksi Terhadap Raperda Penanggulangan COVID-19, (30/9). ANTARA/HO-DPRD Provinsi DKI Jakarta/pri.

MerahPutih.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyatakan Pemprov DKI terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap warga yang melanggar regulasi COVID-19.

"Hal itu dilakukan agar ada efek jera kepada mereka yang langgar protokol kesehatan penanganan COVID-19," kata Riza dalam acara talkshow berjudul "Nafas Panjang Penanganan COVID-19", Jumat (18/12).

Baca Juga

Tanggung Jawab Negara, Warga Sebut Sudah Seharusnya Vaksin COVID-19 Gratis

Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan aturan tersebut tercantum dalam Pergub 79 Tahun 2020 tentang denda progresif, administratif, kerja sosial, pidana termasuk denda membayar uang.

Dia mengingatkan masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan sebagai pola hidup sehingga mata rantai penyebaran COVID-19 dapat diputus di Ibu Kota Jakarta.

"Laksanakan protokol kesehatan ini sebagai pola kehidupan kita sekarang," ucapnya.

Menurut pakar, kontribusi dari keempat sanksi tersebut tidak mempunyai kontribusi penanganan COVID-19 yang besar. Sanksi itu hanya memiliki kontribusi 20 persen dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Pemprov DKI
Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria. Foto: MP/Asropih

Sebab, sehebat apapun pemerintah pusat dan pemerintah DKI dengan membuat berbagai aturan tak mempunyai kontribusi yang besar. Dengan begitu, semua penanganan virus corona ada di warga agar disiplin protokol kesehatan.

"Ternyata kontribusinya cuma 20 persen dan 80 persennya ada pada masyarakat. Pada apa? pada kepatuhan, kedisiplinan, dan ketaatan masyarakat," ungkapnya.

Bahkan di tingkat RT, lanjut dia, pihaknya meminta setiap rumah menunjuk satu orang sebagai kader COVID-19 supaya berinteraksi di group WA dengan ketua RT, RW. Agar apapun informasi tersampai, supaya interaksi berjalan dengan baik.

"Supaya memastikan setiap anggota keluarga, patuh, taat, disiplin dan menjadikan ini sebagai kebutuhan," tutupnya. (Asp)

Baca Juga

Ini Komentar Gerindra Soal Pemerintah Gratiskan Vaksin COVID-19

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pengganti Idham Azis Diwarisi Dua Utang Besar
Indonesia
Pengganti Idham Azis Diwarisi Dua Utang Besar

Kapolri baru diharapkan bisa segera melakukan konsolidasi di internal Polri

12 Titik Penyekatan di Kabupaten Bogor
Indonesia
12 Titik Penyekatan di Kabupaten Bogor

Kapolres Kabupaten Bogor, AKBP Harun, menuturkan sebelumnya telah dilakukan 8 titik penyekatan. Lantaran mobilitas masih tinggi dilakukan perluasan menjadi 12 titik sekat.

Utang Luar Negeri Indonesia Capai Rp5.889 Triliun
Indonesia
Utang Luar Negeri Indonesia Capai Rp5.889 Triliun

ULN pemerintah bulan Januari 2021, tumbuh lebih rendah mencapai 210,8 miliar dolar AS atau tumbuh 2,8 persen (yoy).

Rencana BPN Terbitkan Sertifikat Tanah Elektronik Menuai Kritik
Indonesia
Rencana BPN Terbitkan Sertifikat Tanah Elektronik Menuai Kritik

Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), bakal memberlakuan sertifikat tanah elektronik (sertifikat-el). Untuk saat ini, uji coba dilakukan terhadap tanah yang masih terbatas di Jakarta dan Surabaya.

Hujai Badai Porak Porandakan Toko Buku di Depok
Indonesia
Hujai Badai Porak Porandakan Toko Buku di Depok

Toko buku Arya Duta yang terletak di Jalan Perum Villa Pertiwi, Cilodong, Kota Depok, porak poranda akibat diterjang hujan badai

Komnas HAM Disebut Tak Miliki Wewenang Proses Pengaduan 75 Pegawai KPK
Indonesia
Komnas HAM Disebut Tak Miliki Wewenang Proses Pengaduan 75 Pegawai KPK

Komnas HAM dinilai tidak berwenang memproses pengaduan 75 pegawai KPK yang diberhentikan akibat tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

Hindari Kerumunan, Penerima BST Diminta Datang Sesuai Jadwal
Indonesia
Hindari Kerumunan, Penerima BST Diminta Datang Sesuai Jadwal

Distribusi BST per titik lokasinya maksimal hanya melayani maksimal 500 orang

Bangun Hotel dan Berbagai Fasilitas di Mandalika, LPEI Cairkan Dana Rp 1,1 Triliun
Indonesia
Bangun Hotel dan Berbagai Fasilitas di Mandalika, LPEI Cairkan Dana Rp 1,1 Triliun

Komitmen pembiayaan LPEI dalam pembangunan dan pengembangan kawasan Mandalika juga diberikan dalam bentuk penjaminan kepada investor.

Imbas Libur Natal-Tahun Baru, 55 RW di Jakarta Masuk Zona Rawan COVID-19
Indonesia
Imbas Libur Natal-Tahun Baru, 55 RW di Jakarta Masuk Zona Rawan COVID-19

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut ada tren kenaikan kasus aktif COVID-19 imbas dari libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021.