Wagub DKI Sangkal Pernyataan Anak Buahnya Soal Truk Angkut Jenazah Pasien COVID-19 Pemakaman jenazah COVID-19. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria membantah pernyataan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Edi Sumantri terkait dengan truk yang digunakan mengangkut jenazah COVID-19.

Riza menegaskan bahwa hingga saat ini kendaraan truk tidak dipakai untuk mengangkut jenazah pasien COVID-19.

Baca Juga:

Anak-Anak Rentan Terpapar COVID-19, Ini yang Wajib Diperhatikan Orangtua

"Jadi belum ada pengangkutan jenazah dengan truk. Jangan sampai salah," tegas Riza.

Selain itu, masih ada pihak-pihak lain yang memilik ambulans untuk digunakan mengangkut jenazah pasien COVID-19 seperti rumah sakit, puskesmas hingga partai politik.

Sehingga, ia optimis ambulans milik Pemprov DKI dan pihak-pihak lain itu mencukupi mengangkut jenazah COVID-19.

"Isyaallah dengan ambulans yang ada mencukupi," pungkas Ketua DPD gerindra DKI Jakarta ini.

Pemakaman jenazah COVID-19. (Foto: Antara)
Pemakaman jenazah COVID-19. (Foto: Antara)

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Edi Sumantri mengakui, jika Pemerintah DKI menggunakan kendaraan truk berkapasitas 8 peti untuk mengangkut jenazah COVID-19 ke liang lahat.

Alasan memakai truk itu, karena Dinas Pemakaman DKI sudah kewalahan membawa pasien COVID-19 yang meninggal dunia tiap harinya.

“Dinas Pemakaman tidak sanggup nguburin, sudah capek semuanya ini baru jam 6 doang sudah 146 jenazah sisanya masih ditaruh. Hari ini akan diangkat karena ambulans tidak mungkin lagi, dengan truk berkapasitas delapan peti mati,” kata Edi di Jakarta, Rabu (23/6).

Baca Juga:

Angka Positif COVID-19 Turun, Posko Swab Antigen di Suramadu Ditiadakan

Kebijakan itu diketahui Edi karena serapan anggaran belanja tidak terduga atau BTT di Dinas Pertamanan yang mencapai Rp 13,02 miliar.

Dengan rincian, baju alat pelindung diri (APBD) senilai Rp 4,63 miliar, penyaluran insentif bulan Januari hingga Maret 2021 mencapai Rp 5,22 miliar dan pengadaan peti jenazah, masker sarung tangan karet senilai Rp 3,16 miliar. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tim SAR Tutup Pencarian Longsor Sumedang, Semua Korban Ditemukan
Indonesia
Tim SAR Tutup Pencarian Longsor Sumedang, Semua Korban Ditemukan

Tim SAR Bandung beserta unsur gabungan menutup operasi pencarian korban bencana longsor di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Polda Metro Minta Warga Korban Banjir yang SIM-nya Rusak Segera Diurus
Indonesia
Polda Metro Minta Warga Korban Banjir yang SIM-nya Rusak Segera Diurus

Sambodo berharap posko ini dapat membantu warga korban banjir

Datangi Markas Brimob, Kapolda Metro Minta Pasukan Jaga Jakarta
Indonesia
Datangi Markas Brimob, Kapolda Metro Minta Pasukan Jaga Jakarta

Brimob bagjan dari NKRI dan Polda Metro untuk melindungi dan mengayomi masyarakat

BPIP Sebut Buzzer Ancam Keutuhan NKRI
Indonesia
BPIP Sebut Buzzer Ancam Keutuhan NKRI

"Kalau kita diam sama saja kita membiarkan NKRI terpecah belah. Bisa bubar negara ini,” tutur Romo Benny

Risma 'Bantu' Kemenangan Eri-Armuji
Indonesia
Risma 'Bantu' Kemenangan Eri-Armuji

Salah satu faktor dominan kemenangan Er-Ji, Faktor keunggulan Eri Cahyadi-Armuji, lanjut Imam, disebabkan kuatnya Risma Effect

Posko Penyekatan di Kota Bandung Diperpanjang
Indonesia
Posko Penyekatan di Kota Bandung Diperpanjang

Posko atau cek poin di Kota Bandung akan beroperasi selama satu pekan ke depan hingga 24 Mei 2021. Posko ini, menjadi titik pantauan.

Komisi X Dukung Pemerintah Siapkan Rencana Sekolah Tatap Muka
Indonesia
Komisi X Dukung Pemerintah Siapkan Rencana Sekolah Tatap Muka

Komisi X DPR mendorong pemerintah segera merealisasikan rencana sekolah tatap muka agar anak didik bisa merasakan suasana sekolah kembali

ICJR Temukan Dugaan UU ITE Sasar Kebebasan Berekspresi
Indonesia
ICJR Temukan Dugaan UU ITE Sasar Kebebasan Berekspresi

UU ITE secara umum menjadi alat yang efektif untuk mengontrol perilaku warga negara

Otto Hasibuan Menang Gugatan Tunggakan Utang Fee Pengacara Djoko Tjandra
Indonesia
Otto Hasibuan Menang Gugatan Tunggakan Utang Fee Pengacara Djoko Tjandra

Selama ini ada pandangan bahwa advokat selalu merugikan kliennya

Kasus Suap Benur, KPK Dalami Pengumpulan Uang untuk Edhy Prabowo
Indonesia
Kasus Suap Benur, KPK Dalami Pengumpulan Uang untuk Edhy Prabowo

Pada Jumat kemarin, penyidik juga memeriksa Mohamad Tabroni