Wagub DKI Persilakan Anggota DPRD Lanjutkan Interpelasi Formula E Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (28/3). Foto: MP/Asropih

MerahPutih.com - DPRD DKI Jakarta dikabarkan akan melanjutkan Rapat Paripurna Hak Interpelasi Formula E kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Hal ini disampaikan Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya mempersilakan 33 anggota dewan lainnya melanjutkan interpelasi terhadap Anies.

Baca Juga

Ketua DPRD DKI Bersikukuh Gelar Hak Interpelasi Terkait Formula E

"Prinsipnya kita negara demokrasi, interpelasi itu kan salah satu hak anggota dewan ya silahkan saja," kata Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (8/4)

Meski begitu, lanjut Riza, dirinya lebih mengedepankan diskusi antara DPRD DKI dengan Pemprov DKI untuk membahas mengenai Formula E dibandingkan menanyakan Anies terkait ajang balap mobil listrik tersebut.

"Ya namun demikian kalau memungkinkan dapat didiskusikan, diskusikan ya. Kita pemprov dengan DPRD kan selama ini hubungannya baik," ungkap Riza.

Pada prinsipnya, mantan Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini berucap, Pemprov DKI menerima semua masukan dan kritikan dari siapapun demi kebaikan dan kemajuan Kota Jakarta.

"Semua apapun masukan, masalah, rekomendasi kita laksanakan secara baik. Jadi sejauh dapat didiskusikan kita dapat dimusyawarahkan," ungkapnya.

Baca Juga

Tiket Formula E Dijual Bulan Depan, Wagub DKI: Ada Kelasnya

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi kembali meyakinkan bahwa hak interpelasi terhadap Gubernur Anies Baswedan terkait Formula E sesuai dengan aturan yang berlaku.

Hal tersebut diungkapkannya pasca hasil pemeriksaan Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta yang telah menyatakan bahwa dirinya tidak terbukti melanggar tata tertib dan kode etik DPRD DKI Jakarta karena menggelar rapat paripurna.

"Kan dari awal saya sudah bilang interpelasi itu hanya hak bertanya kita di DPRD tentang Formula E, dan itu dilakukan sesuai aturan," ujar Prasetyo saat dikonformasi, Kamis (7/4). (Asp)

Baca Juga

PSI Sebut Penjualan Tiket Formula E Tak Dapat Ganti APBD, Apalagi Untung

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Respons Mabes Polri saat Viral #PercumaLaporPolisi
Indonesia
Respons Mabes Polri saat Viral #PercumaLaporPolisi

Viral di media sosial (medsos) soal penghentian penyelidikan kasus pelecehan terhadap anak oleh Polres Luwu Timur pada akhir 2019.

Kemenkes Jamin Data di PeduliLindungi Tak Bakal Diakses Aplikasi Mitra
Indonesia
Kemenkes Jamin Data di PeduliLindungi Tak Bakal Diakses Aplikasi Mitra

Kementerian Kesehatan resmi mengintegrasikan API scan QR code PeduliLindungi dengan 15 aplikasi digital di Indonesia.

BMKG Imbau Masyarakat NTT Jangan Cemas pada Gempa Susulan
Indonesia
BMKG Imbau Masyarakat NTT Jangan Cemas pada Gempa Susulan

BMKG mengimbau masyarakat agar tak cemas pada gempa susulan yang terjadi di Laut Flores pascagempa bermagnitudo 7,4 di wilayah itu, Selasa (14/12).

Satgas COVID-19 Ungkap Persyaratan Wajib bagi Warga Ingin Mudik
Indonesia
Satgas COVID-19 Ungkap Persyaratan Wajib bagi Warga Ingin Mudik

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Suharyanto menjelaskan, pihaknya akan segera mengeluarkan surat edaran untuk mengatur perjalanan dalam negeri.

AHY Konsolidasikan Partai Demokrat di Jawa Barat Menang pada Pemilu 2024
Indonesia
AHY Konsolidasikan Partai Demokrat di Jawa Barat Menang pada Pemilu 2024

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Barat (Jabar) didorong untuk menjadi juara yakni meraih suara tertinggi di daerahnya pada Pemilu Legislatif 2024. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). "Partai Demokrat Jawa Barat harus berjuang keras untuk memenangkan pemilu dan mengembalikan kejayaan partai di Jawa Barat, pada Pemilu 2024," kata AHY dalam keterangan tertulis yang dikutip, Sabtu.

Satpol PP Sawah Besar Tertibkan Spanduk Penolakan Nonton Film G30S PKI
Indonesia
Satpol PP Sawah Besar Tertibkan Spanduk Penolakan Nonton Film G30S PKI

Satpol PP Sawah Besar telah menurunkan puluhan spanduk dengan tulisan penolakan nonton film Gerakan 30 September 1965 (G30S PKI) yang tepasang di tembok-tembok fasilitas umum.

Belasan Orang Ditangkap Buntut Tawuran di Setiabudi saat PPKM Darurat
Indonesia
Belasan Orang Ditangkap Buntut Tawuran di Setiabudi saat PPKM Darurat

15 orang yang diamankan itu masih berstatus sebagai saksi

Petugas Evakuasi 140 Wisatawan Saat Menuju ke Kepulauan Seribu
Indonesia
Petugas Evakuasi 140 Wisatawan Saat Menuju ke Kepulauan Seribu

Pemilik kapal menyiapkan dua kapal pengganti, yakni KM Raksasa dan KM Pesona Alam.

HUT RI, Gus Ipul Gelar Liga Tarkam Saat Pandemi
Indonesia
HUT RI, Gus Ipul Gelar Liga Tarkam Saat Pandemi

Diharapkan Liga Tarkam ini untuk membangkitkan gelora semangat olah raga masyarakat. Apalagi pandemi saat ini yang memerlukan imun yang maksimal.

Taman Pintar Yogyakarta Segera Dibuka untuk Wisatawan
Indonesia
Taman Pintar Yogyakarta Segera Dibuka untuk Wisatawan

Tempat wisata edukasi di Kota Yogyakarta, Taman Pintar akan dibuka kembali untuk wisatawan. Pembukaan dilakukan usai Taman Pintar mendapat izin uji coba operational dari pemerintah pusat.