Wagub DKI Ogah Tanggapi Ocehan Ketua DPRD soal TGUPP Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. ANTARA/Ricky Prayoga

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta tak mau berdebat perihal kinerja Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yang dinilai tidak efektif selama kepemimpinan Anies Baswedan oleh DPRD DKI.

Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria mengatakan, penyampaian kritik merupakan hak setiap warga negara. Menuturnya sah-sah saja Legislator Kebon Sirih beranggapan kinerja anak buahnya itu belum memberikan pencapaian terbaik di Jakarta.

Baca Juga

Wagub DKI Tanggapi Pengunduran Diri Anggota TGUPP Alvin Wijaya

"Saya enggak bisa komentarin itu. Itu menjadi hak dari siapa saja untuk memberikan penilaian," ujar Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (27/5) malam.

Pada prinsipnya, ucap Riza, kehadiran TGUPP diharapkan dapat memberikan dukungan, bantuan, partisipasi, kontribusi, konsep, analisa, data, dan lain lain untuk kepentingan pemprov.

"Kepentingan percepatan pembangunan agar Jakarta maju kotanya, bahagia warganya," tuturnya

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi mengkritik keberadaan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yang dianggapnya tidak efektif. Sebab kinerja tim khusus itu tidak dapat mendongkrak kinerja Gubernur DKI, Anies Baswedan.

"Dibentuknya TGUPP itu kan bertujuan mengakselarasi supaya program SKPD sesuai visi RPJMD. Tapi, di sana, juga enggak banyak yang tercapai," kata Prasetyo di Jakarta, Kamis (27/5).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Selasa (29/12/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Selasa (29/12/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

Hal ini dapat dilihat dari beberapa program yang dimiliki Pemprov DKI banyak tak berjalan. Justru kehadiran TGUPP jadi mudarat lantaran anggaran yang seharusnya produktif untuk mensejahterakan rakyat, dipakai untuk mereka.

"Yang jelas, keberadaan TGUPP ini inefisien, enggak efektif. Kita lihat saja kinerja capaian Anies pada 2018 dan 2019, ketika kondisi normal, belum pandemi. Berapa banyak program yang terealisasi? Mana normalisasi, jalan enggak? Mana target rusunawa DP Rp0? Dari target rencana pembangunan, yang tercapai berapa?, ini kan menunjukkan bahwasanya program enggak jalan," tegas dia.

Prasetyo berpendapat, hal tersebut tak lepas dari personalia TGUPP era Anies yang cenderung diisi tim suksesnya. Sementara itu, pemerintahan sebelumnya, Joko Widodo (Jokowi) hingga Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dijabat ASN yang segera purnabakti. (Asp)

Baca Juga

Ketua DPRD Jakarta Nilai TGUPP Tidak Bisa Akselarasi Program Anies

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: Anies Dapat Rumah Mewah di Kebayoran Baru Dari Pengembang Reklamasi
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Anies Dapat Rumah Mewah di Kebayoran Baru Dari Pengembang Reklamasi

Salah satu politisi yang ikut mengunggah foto rumah mewah Anies Baswedan hadiah dari pengembang reklamasi adalah Ferdinand Hutahaean.

Pelaku Pembobolan Data Kependudukan di Aplikasi PeduliLindungi Diciduk Polisi
Indonesia
Pelaku Pembobolan Data Kependudukan di Aplikasi PeduliLindungi Diciduk Polisi

Mereka memiliki akses data ke NIK dan bisa akses TCare

PSI DKI Kritik Penanganan Pengungsi Banjir Abaikan Protokol Kesehatan
Indonesia
PSI DKI Kritik Penanganan Pengungsi Banjir Abaikan Protokol Kesehatan

Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta mengkritik kinerja Pemprov DKI yang masih meremehkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 saat bencana banjir merendam wilayah ibu kota.

Polisi Usut Dugaan Pidana Kasus 'Mimpi' Bertemu Rasullah
Indonesia
Polisi Usut Dugaan Pidana Kasus 'Mimpi' Bertemu Rasullah

Laporan dibuat pada Senin 14 Desember 2020

Anak Buah Anies Akui tak Semua Pemudik yang Balik ke Jakarta Dites COVID-19
Indonesia
Anak Buah Anies Akui tak Semua Pemudik yang Balik ke Jakarta Dites COVID-19

Petugas hanya melakukan tes COVID-19 secara acak kepada para pemudik yang datang dari berbagai daerah. Dia menyebut peraturan random tes tersebut diinstruksikan langsung oleh Pemerintah Pusat (Pempus).

Polisi Bongkar Jaringan Mafia Tanah Intimidasi Warga di Jakarta Pusat
Indonesia
Polisi Bongkar Jaringan Mafia Tanah Intimidasi Warga di Jakarta Pusat

Polres Metro Jakarta Pusat terus menelusuri jaringan mafia tanah yang melibatkan seorang pengacara berinisial AD.

Anies Diklaim Tak Terlibat Pembelian Tanah Program Rumah DP 0 Rupiah
Indonesia
Anies Diklaim Tak Terlibat Pembelian Tanah Program Rumah DP 0 Rupiah

Dinas-dinas terkaitlah yang mengeksekusi program yang telah dirancang Pemprov DKI

Malam Ini Debat Kedua Pilkada Solo, Polisi Larang Pendukung Datang
Indonesia
Malam Ini Debat Kedua Pilkada Solo, Polisi Larang Pendukung Datang

Materi setiap segmen berbeda serta ada pertanyaan yang harus dijawab kedua paslon secara bergantian.

Jokowi Bisa Pecat Kepala Daerah Tanpa Persetujuan DPRD, Ini Aturan Rujukannya
Indonesia
Jokowi Bisa Pecat Kepala Daerah Tanpa Persetujuan DPRD, Ini Aturan Rujukannya

Presiden Joko Widodo bisa memberhentikan kepala daerah.

Sandi-Riza Lakukan Pertemuan di Thamrin 10, Bahas Ekonomi Kreatif Hingga Isolasi WNA
Indonesia
Sandi-Riza Lakukan Pertemuan di Thamrin 10, Bahas Ekonomi Kreatif Hingga Isolasi WNA

Sandi sempat bersenda gurau dengan Plh Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi