Wagub DKI Minta Yoory Jujur saat Pemeriksaan KPK Rusunami DP0 Rupiah di Jalan H Naman, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. (ANTARA/HO)

MerahPutih.com - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta mantan Direktur Utama (Dirut) Perumda Sarana Jaya (PSJ) Yoory C Pinontoan untuk berkata sejujurnya dalam pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi lahan Rumah DP 0 Rupiah.

Tak hanya Yoory, kata Riza, orang yang diperiksa menjadi saksi di lembaga antirasuah itu harus menyampaikan sesuai kenyataan dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

"Kami memberi kesempatan kepada Pak Yoory dan teman-teman yang terkait dapat memberikan kejelasan akta dan data apa adanya," ujar Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (25/3).

Baca Juga:

Kasus Korupsi Lahan DP 0 Rupiah, KPK Cegah Sejumlah Pihak ke Luar Negeri

Untuk pemeriksaan Yoory dan yang lain di KPK, politikus Gerindra ini tidak mengetahuinya. Pada prinsipnya, pihaknya menggunakan asas praduga tak bersalah kepada yang bersangkutan.

Kendati demikian, Riza mendukung kerja dari KPK untuk mendalami perkara markup pembelian lahan program andalan Gubernur Anies Baswedan.

"Saya tidak tahu jadwalnya Pak Yoory, atau notaris, atau pihak mana dipanggil saya tidak tahu," paparnya.

Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria. Foto: MP/Asropih
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Foto: MP/Asropih)

Pria kelahiran Banjarmasin, Kalimantan ini pun menyakini, kasus yang membelit Yoory ini bisa segera terselesaikan dengan keseriusan dari KPK.

"Kami optimistis mudah-mudahan kasus ini bisa selesai sebaik mungkin dan secepat mungkin," ungkapnya.

Baca Juga:

Wagub DKI: Pemecatan Yoory Pinontoan Tunggu Hasil Penyelidikan KPK

Menurut dia, dengan permasalahan korupsi lahan Rumah tanpa DP ini rampung, program dari Sarana Jaya bisa berjalan lebih baik dan dengan tidak ada beban.

"Kinerja Sarana Jaya tidak terganggu," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

KPK Periksa Suami Terduga Korupsi Lahan DP Nol Rupiah

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sudah Disegel Masih Nekat Beroperasi, Bar Flow Terancam Dicabut Izinnya
Indonesia
Sudah Disegel Masih Nekat Beroperasi, Bar Flow Terancam Dicabut Izinnya

"Kalau sudah diberi sanksi jangan lagi melanggar. Nanti bisa kami cabut izinnya," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (11/11) malam.

Pimpinan KPK: Taliban Adanya di Afghanistan
Indonesia
Pimpinan KPK: Taliban Adanya di Afghanistan

Alexander Marwata membantah isu radikalisme hingga Taliban di dalam lembaga antirasuah.

Serda Aprilio Perkasa Minta Penderita Hipospadia Berani Bersuara
Indonesia
Serda Aprilio Perkasa Minta Penderita Hipospadia Berani Bersuara

Serda Aprilio Perkasa Manganang memberikan pesan kepada para pengidap hipospadia.

Pecah Rekor Setelah 16 Bulan Kasus COVID-19 di Tanah Air Penambahan Capai 15.308
Indonesia
Pecah Rekor Setelah 16 Bulan Kasus COVID-19 di Tanah Air Penambahan Capai 15.308

Kasus aktif COVID-19 atau pasien yang dirawat dan isolasi kini mencapai 160.524 orang

[Hoaks atau Fakta]: Helikopter Terbang di Langit Jakarta Kibarkan Bendera China
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Helikopter Terbang di Langit Jakarta Kibarkan Bendera China

Dalam unggahan tersebut, mempertanyakan sikap aparat penegak hukum yang tidak berani bertindak terkait pengibaran bendera Tiongkok di tanah Indonesia.

Pemerintah Rombak Posisi Komisaris dan Direktur Pertamina
Indonesia
Pemerintah Rombak Posisi Komisaris dan Direktur Pertamina

"Pengangkatan dan pemberhentian anggota Dewan Komisaris dan Direksi dilakukan melalui RUPS sebagai salah satu kewenangan pemegang saham," ujar Agus.

Kritik GMPG soal Buruknya Elektabilitas Airlangga Harus Jadi Autokritik bagi Golkar
Indonesia
Kritik GMPG soal Buruknya Elektabilitas Airlangga Harus Jadi Autokritik bagi Golkar

"Apa yang disampaikan GMPG merupakan autokritik yang bagus untuk Airlangga dan Partai Golkar," ucap Ujang kepada wartawan di Jakarta, Jumat (14/1).

Hakim Ultimatum Broker Proyek Bansos karena Dianggap Lindungi Ihsan Yunus
Indonesia
Hakim Ultimatum Broker Proyek Bansos karena Dianggap Lindungi Ihsan Yunus

Muhammad Damis menyebut keterangan Agustri Yogasmara alias Yogas seolah melindungi legislator PDIP Ihsan Yunus. Sebab, keterangan yang disampaikan berbelit-belit.

Anggota DPR Difasilitasi Isoman di Hotel, Legislator: Sakiti Hati Rakyat
Indonesia
Azis Syamsuddin Kenal Penyidik KPK AKP Stepanus dari Ajudannya
Indonesia
Azis Syamsuddin Kenal Penyidik KPK AKP Stepanus dari Ajudannya

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin disebut mengenal penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju lewat ajudannya yang sesama anggota Polri.