Wagub DKI Minta Warga Waspada Ancaman Gelombang Tiga Kasus COVID-19 Wagub Ahmad Riza Patria menyampaikan keterangan pers usai meninjau pelaksanaan vaksinasi dan donor darah di SMKN 29 Jakarta, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (11/9/2021). (ANTARA/Sihol Hasugian)

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta kepada masyarakat untuk waspada adanya ancaman gelombang ketiga wabah COVID-19.

"Untuk itu kami minta harus lebih hati-hati lebih waspada," kata Wakil Gubernur (Wagub) DKI Ahmad Riza Patria di Jakarta.

Mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini juga mengimbau warga untuk tidak abai melaksanakan protokol kesehatan (prokes) penularan pandemi COVID-19. Jika masyarakat tidak menaati prokes, dikhawatirkan wabah virus corona tak akan tuntas.

Baca Juga:

Kolaborasi untuk Menyerukan Pentingnya Vaksin COVID-19

"Mari kita tetap berada di rumah sebagai tempat terbaik gunakan prokes secara bijak patuh dan disiplin dan laksanakan PPKM Level 3 secara bertanggung jawab," terangnya.

Ia pula mengingatkan, di situasi kelonggaran aktivitas kegiatan ini tidak dimanfaatkan untuk secara leluasa berkumpul yang luput dari prokes.

Seorang lansia berdoa saat sedang menjalani suntikan dosis pertama vaksin COVID-19 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada Minggu (12/9/2021). ANTARA/Andi Firdaus/am.
Seorang lansia berdoa saat sedang menjalani suntikan dosis pertama vaksin COVID-19 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada Minggu (12/9/2021). ANTARA/Andi Firdaus/am.

Pasalnya, ucap dia, adanya pelonggaran aturan pemerintah berpotensi warga keluar rumah semakin banyak, potensi interaksi semakin tinggi, potensi kerumunan semakin banyak.

"Pada akhirnya potensi penyebaran juga bisa semakin tinggi," urainya.

Baca Juga:

Ribuan Ibu Hamil di DIY Terpapar COVID-19, 67 Orang Meninggal Dunia

Orang nomor dua di DKI ini mengingatkan warga untuk hati-hati sebab virus corona masih mengintai dan kapan saja bisa terpapar.

"Justru di masa semakin adanya peningkatan pelonggaran harus lebih hati-hati, logikanya sederhana," pungkasnya. (Asp)

Baca Juga:

Pasien Sembuh COVID-19 Capai 4 Juta

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pelanggar Prokes di Yogyakarta Bakal Dihukum Jadi Relawan COVID-19
Indonesia
Pelanggar Prokes di Yogyakarta Bakal Dihukum Jadi Relawan COVID-19

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berencana menghukum pelanggar protokol kesehatan dengan kerja sosial.

Bawa Pemudik, Puluhan Pengemudi Travel Diciduk Polisi
Indonesia
Bawa Pemudik, Puluhan Pengemudi Travel Diciduk Polisi

para pengemudi akan dijerat Pasal 308 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dengan ancaman hukuman pidana maksimal dua bulan atau denda maksimal Rp500.000.

Seluruh Simbol FPI Dilarang di NKRI
Indonesia
Seluruh Simbol FPI Dilarang di NKRI

Keputusan larangan tersebut tertuang dalam surat keputusan bersama (SKB) Kementerian dan Lembaga berdasarkan ketentuan Perundang-undangan tertanggal 30 Desember 2020.

PKS Sebut Bamus Formula E Salahi Aturan DPRD
Indonesia
PKS Sebut Bamus Formula E Salahi Aturan DPRD

Sebagian anggota dewan Kebon Sirih menyebut keputusan rapat hak interpelasi Formula E, Selasa (28/9) besok, membuat bingung.

Waspada, 26 Wilayah ini Berpotensi Terjadi Ancaman Cuaca Ekstrem
Indonesia
Waspada, 26 Wilayah ini Berpotensi Terjadi Ancaman Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait ancaman cuaca ekstrem dengan curah hujan sedang hingga lebat. Cuaca ini diperkirakan terjadi di 26 wilayah di Tanah Air, pada hari ini, Jumat (20/8).

Kemenag Salurkan Rp 1,3 Triliun Bagi Siswa Madrasah
Indonesia
Kemenag Salurkan Rp 1,3 Triliun Bagi Siswa Madrasah

Seluruh anggaran bantuan sosial PIP madrasah tahun ini sudah dicairkan dalam dua tahap pencairan.

Anak di Bawah 12 Tahun Belum Boleh Masuk, Solo Zoo Sepi Pengunjung
Indonesia
Anak di Bawah 12 Tahun Belum Boleh Masuk, Solo Zoo Sepi Pengunjung

"Hanya ada puluhan pengunjung per harinya yang datang ke Solo Zoo. Pelonggaran aturan belum mampu mendongkrak wisatawan," kata Bimo, Minggu (3/10).

Viral Sprindik Kasus yang Menyeret Erick Thohir, Begini Respons KPK
Indonesia
Viral Sprindik Kasus yang Menyeret Erick Thohir, Begini Respons KPK

Sprindik dikeluarkan untuk mengusut kasus pengadaan alat rapid test COVID-19

Warga Serbu Penjual Tabung Oksigen Pasar Pramuka
Indonesia
Warga Serbu Penjual Tabung Oksigen Pasar Pramuka

Tren lonjakan kasus COVID-19 di Jakarta yang drastis membuat masyarakat panik dan memburu tabung oksigen medis di toko-toko.

KPK Tegaskan Pentingnya Pengukuhan Hutan untuk Kepastian Hukum dan Investasi
Indonesia
KPK Tegaskan Pentingnya Pengukuhan Hutan untuk Kepastian Hukum dan Investasi

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menegaskan pentingnya pengukuhan kawasan hutan sebagai bentuk kepastian hukum.