Wagub DKI Minta Warga Tak Pilih-pilih Vaksin COVID-19 Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

MerahPutih.com - Vaksinasi merupakan hal yang penting saat ini guna menciptakan herd immunity atau kekebalan komunitas.

Oleh sebab itu, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta, warga yang belum mendapatkan vaksin untuk segera disuntik agar membantu pemerintah dalam menyelesaikan corona.

Terlebih Pemerintah DKI Jakarta dari tingkat provinsi hingga RT/RW, serta puskesmas menggalakkan vaksin dengan mendirikan sentra vaksin COVID-19.

Baca Juga:

Jadwal Vaksinasi COVID-19 di Branz BSD dan RS Annisa Tangerang

"Dari Sinovac sampai Pfizer, jadi tidak ada lagi alasan menunggu atau mencari jenis vaksin," ujar Riza di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (14/10).

Ilustrasi Vaksin Corona. Foto: ANTARA
Ilustrasi Vaksin Corona. Foto: ANTARA

Mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini mengungkapkan, masih ada sekitar 1,9 juta warga Jakarta belum divaksin COVID-19. Sedangkan lebih dari 10 juta masyarakat yang sudah mendapatkan jatah vaksin.

Riza pun meminta kepada mereka yang belum untuk segera mendapatkan vaksinasi COVID-19, dan mendatangi sentra-sentra yang tersedia.

Baca Juga:

Cari Warga Yang Belum Divaksin, Gibran Maksimalkan Vaksin Door to Door

Di samping itu, Riza menjelaskan, masih terdapat data warga yang memiliki KTP Jakarta, namun sudah tidak tinggal di ibu kota. Dengan begitu, ia meminta RT/RW untuk menyisirnya.

"Disdukcapil melakukan penyisiran pendataan, satgas juga, RT/RW juga menyisir, bahwa seluruh masyarakat divaksin," ungkapnya. (Asp)

Baca Juga:

WHO: Booster Vaksin COVID-19 Tidak Adil

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Satgas Gabungan Serbu Markas KKB di Kabupaten Puncak
Indonesia
Satgas Gabungan Serbu Markas KKB di Kabupaten Puncak

Personel keamanan gabungan TNI - Polri dari Satgas Pinang Sirih menyerbu markas kelompok kriminal bersenjata jaringan Goliat Tabunim.

 Polsek Kelapa Gading Pinjamkan Tabung Oksigen Gratis Bagi Pasien COVID-19
Indonesia
Polsek Kelapa Gading Pinjamkan Tabung Oksigen Gratis Bagi Pasien COVID-19

Saat meminjamkan, pihaknya akan memeriksa saturasi dari warga yang isoman

Daerah Diminta Persiapkan Pedagang Pasar Buat Divaksin
Indonesia
Daerah Diminta Persiapkan Pedagang Pasar Buat Divaksin

Untuk vaksinasi ke pedagang pasar akan melakukan konsep jemput bola melalui vaksinasi mobile.

Maksimalkan Lahan Kampung untuk Pertanian, Mentan Beri Gibran Alsintan Rp 1,7 Miliar
Indonesia
Maksimalkan Lahan Kampung untuk Pertanian, Mentan Beri Gibran Alsintan Rp 1,7 Miliar

Syahrul Yasin Limpo menegaskan tidak butuh lahan besar untuk bisa bercocok tanam. Lahan di kampung berupa pekarangan pun bisa dimaksimalkan.

Presiden Jokowi Tegaskan Aksi Terorisme Bertentangan dengan Nilai Agama
Indonesia
Presiden Jokowi Tegaskan Aksi Terorisme Bertentangan dengan Nilai Agama

Aksi terorisme dan radikalisme sangat bertentangan dengan nilai agama dan nilai luhur yang dijunjung tinggi bangsa Indonesia.

[HOAKS atau FAKTA]: Menag Yaqut Bagian dari Kelompok Kristen Radikal
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Menag Yaqut Bagian dari Kelompok Kristen Radikal

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas merupakan bagian dari kelompok Kristen radikal dan berkedok mualaf agar diterima NU Jawa Timur.

Penjelasan BMKG Penyebab Gempa M 5,2 di Lampung
Indonesia
Penjelasan BMKG Penyebab Gempa M 5,2 di Lampung

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitn

Tiga Menteri dengan Elektabilitas Tertinggi dan Dipercaya Masyarakat Versi ARSC
Indonesia
Tiga Menteri dengan Elektabilitas Tertinggi dan Dipercaya Masyarakat Versi ARSC

Survei tersebut dilaksanakan pada 26 April hingga 8 Mei 2021

Emir Moeis Jadi Komisaris Anak Usaha BUMN, ICW: Masa Gak Ada Calon Lain?
Indonesia
Emir Moeis Jadi Komisaris Anak Usaha BUMN, ICW: Masa Gak Ada Calon Lain?

"Masa ngga ada calon lain yang lebih kredibel untuk ditunjuk? Kok sepertinya kita kekurangan orang yang bagus, bersih, dan kompeten. Itu sudah melanggar prinsip dasar dari pemerintahan yang kredibel," kata Adnan

Tindakan Jozeph Paul Zhang Dianggap Tidak Pancasilais
Indonesia
Tindakan Jozeph Paul Zhang Dianggap Tidak Pancasilais

Tersangka kasus penistaan agama dan ujaran kebencian Jozeph Paul Zhang mengaku seorang pancasilais.