Wagub DKI Minta DPRD Revisi Perda COVID-19 Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza). (ANTARA/Devi Nindy)

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta berniat akan merevisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanganan COVID-19. Hal ini dorong Eksekutif, lantaran dalam aturan tersebut tidak ada sanksi denda progresif.

"Kita terus akan melakukan evaluasi terkait peraturan regulasi di masa pandemi ini," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Rabu (27/1).

Baca Juga

Wagub DKI Lobi Menteri Sandi Minta Tambahan Hotel untuk Isolasi Mandiri

Menurut dia, regulasi Perda Penanganan COVID-19 harus juga bisa menyesuaikan dari pada situasinya saat ini. Sehingga sah-sah saja denda progresif dimunculkan, agar masyarakat dan pelaku usaha tak berulang melanggar protokol kesehatan.

Riza menyampaikan, dalam waktu dekat Pemprov DKI akan menyanpaikan saran revisi Perda ini. Sehingga Eksekutif bersama Legislatif DKI akan menyempurnakan lagi Perda COVID-19 ini.

"Perda yang ada, termasuk perlunya ke depan denda progresif dihidupkan kembali," terang Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta ini.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Selasa (22/12/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Selasa (22/12/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

Dengan begitu, Riza meminta, kepada pemerintah daerah lain juga dapat menyusun Perda penanggulangan COVID-19 yang bersinergi positif dengan Jakarta.

"Jadi kita ingin ada kebijakan yang bersinergi satu sama lain," tungkasnya.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan resmi menandatangani Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanganan COVID-19 pada 12 November lalu.

Munculnya Perda itu, memaksa Anies untuk mencabut sanksi denda progresif bagi pelanggar protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Aturan hukum progresif mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 79 Tahun 2020 yang mengatur denda progresif pelanggar protokol kesehatan selama PSBB.

"Jadi jangan sampai Pergub membuat kebijakan melebihi daripada Perda. Karena di Perda tidak ada progresif, jadi kita juga tidak progresif," ucap Riza pada, Rabu 20 Januari 2021 lalu. (Asp)

Baca Juga

Wagub Bocorkan Jumlah Liang Lahad Pasien COVID-19 di Jakarta

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Injak Rem Darurat Dinilai karena Kegagalan PSBB Transisi
Indonesia
Anies Injak Rem Darurat Dinilai karena Kegagalan PSBB Transisi

Pengawasan yang tidak ketat membuat kasus COVID-19 terus melonjak.

Pemerintah Bantah 'Grasa Grusu' Hadapi COVID-19
Indonesia
Pemerintah Bantah 'Grasa Grusu' Hadapi COVID-19

Pemerintah menempuh gaya kebijakan yang gradual namun berlanjut

Mulai Hari Ini Transaksi GT Cibitung 1 dan 2 Dialihkan
Indonesia
Mulai Hari Ini Transaksi GT Cibitung 1 dan 2 Dialihkan

Jasa Marga juga mengimbau pengguna jalan untuk tetap mengikuti arahan petugas

Polisi Segera Proses Pidana Keluarga yang Bawa Paksa Jenazah COVID-19 di Makassar
Indonesia
Polisi Segera Proses Pidana Keluarga yang Bawa Paksa Jenazah COVID-19 di Makassar

Kali ini, warga memaksa mengambil jenazah keluarga mereka dari Rumah Sakit Stella Maris, Kota Makassar

Remaja Pembunuh Bocah Terancam Hukuman Mati, Begini Reaksi KPAI
Indonesia
Remaja Pembunuh Bocah Terancam Hukuman Mati, Begini Reaksi KPAI

Komisioner KPAI Jasra Putra mengatakan, polisi harusnya memperhatikan proses perlindungan anak dalam memproses hukum.

Pemakaman Jenazah Secara COVID-19 di TPU Pondok Ranggon Berkurang
Indonesia
Pemakaman Jenazah Secara COVID-19 di TPU Pondok Ranggon Berkurang

Sejak September awal ke pertengahan itu yang lonjakannya drastis

BMKG Prediksi Yogyakarta Masuk Musim Hujan Akhir Oktober
Indonesia
BMKG Prediksi Yogyakarta Masuk Musim Hujan Akhir Oktober

"Yogyakarta mulai turun hujan pertengahan Oktober sampai awal November 2020. "jelas Reni

Pinangki dan Djoko Tjandra Dijerat Pasal TPPU, Kejagung Gandeng PPATK
Indonesia
Pinangki dan Djoko Tjandra Dijerat Pasal TPPU, Kejagung Gandeng PPATK

Selain itu, jaksa penyidik pun telah menggeledah beberapa lokasi

Ribka Tjiptaning Kaget dan Geram Masih Ada Penangkapan Wartawan
Indonesia
Ribka Tjiptaning Kaget dan Geram Masih Ada Penangkapan Wartawan

Anggota Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning ikut berkomentar soal penangkapan terhadap jurnalis Merahputih.com Ponco Sulaksono.