Wagub DKI Anggap Pencopotan Dirut LRT Biasa Saja LRT Jakarta. Foto:@lrtjakarta

MeraPutih.com - Direktur Utama PT Lintas Rel Listrik (LRT) Jakarta, Wijanarko dicopot dari jabatannya dan digantikan Hendri Saputra sebagai pelaksana tugas (Plt) dirut.

Menurut Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria, pergantian direksi di suatu lembaga merupakan hal biasa. Pergantian pejabat juga merupakan bentuk penyegaran di dalam sebuah organisasi.

Baca Juga

LRT Jabodetabek Tabrakan saat Uji Coba, DPR Desak Investigasi Teknis

"Soal pergantian itu satu hal yang biasa saja ya ada kebijakan yang diambil oleh Pemprov," papar Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (5/11).

Penyegaran struktur tidak hanya terjadi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti PT LRT Jakarta, tapi juga di jajaran Pemprov DKI. "Kita juga biasa melakukan mutasi pergantian dan sebagainya," paparnya.

Dua kereta ringan lintas rel terpadu (LRT) Jabodebek mengalami kecelakaan di jalur layang ruas Cibubur-TMII pada pukul 12.30 WIB. Foto:Istimewa

Maka dari itu, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta ini menilai tidak ada masalah berarti terkait pencopotan Wijanarko.

"Saya kira teman-teman bisa menilai lah apakah ada yang kurang. Tapi sejauh ini kan tidak ada masalah yang signifikan," pungkasnya.

Baca Juga

Polisi Sebut Tabrakan LRT Cibubur Kecelakaan Kerja

Wijanarko sendiri sudah menjabat Dirut PT LRT Jakarta selama 2 tahun sejak Oktober 2019 lalu. Sebelumnya, ia menjabat sebagai direktur operasi dan perawatan dari Juli 2019 hingga Oktober 2019.

Selain dirut, Direktur Operasi dan Perawatan LRT Indarto Wibisono juga digantikan oleh Aditia Kesuma Negara sebagai Pelaksana tugas. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Satpol PP Sidak Penjualan Miras Tanpa Izin di Jakut
Indonesia
Satpol PP Sidak Penjualan Miras Tanpa Izin di Jakut

Satpol PP DKI Jakarta menggelar operasi penertiban penjualan minuman keras (miras) tanpa izin.

Harga Kebutuhan Pokok Dipastikan Naik
Indonesia
Harga Kebutuhan Pokok Dipastikan Naik

Kenaikan kebutuhan bahan pokok akan terasa naik durasi satu pekan ke depan usai harga BBM naik.

Alasan Warga Jakarta Tak Perlu Khawatir meski Nama Jalan Berganti
Indonesia
Alasan Warga Jakarta Tak Perlu Khawatir meski Nama Jalan Berganti

Perubahan nama jalan di sejumlah lokasi daerah Jakarta kini ramai diperbincangkan.

Ketua DPRD Jakarta Dilaporkan ke BK, Wagub: Eksekutif Tak Boleh Ikut Campur
Indonesia
Ketua DPRD Jakarta Dilaporkan ke BK, Wagub: Eksekutif Tak Boleh Ikut Campur

Tujuh fraksi bersama 4 Wakil Ketua DPRD DKI resmi melaporkan pimpinannya, Prasetyo Edi Marsudi ke Badan Kehormatan (BK) DPRD dengan tuduhan menyalahi aturan tatib Hak Interpelasi Formula E.

2 Tahun Vakum, Keraton Surakarta Kembali Gelar Upacara Adat Grebeg Besar
Indonesia
2 Tahun Vakum, Keraton Surakarta Kembali Gelar Upacara Adat Grebeg Besar

Grebeg Besar digelar setiap Hari Raya Idul Adha.

Penendang Sesajen di Gunung Semeru Divonis 10 Bulan Penjara
Indonesia
Penendang Sesajen di Gunung Semeru Divonis 10 Bulan Penjara

Hadfana Firdaus yang menjadi terdakwa dalam kasus menendang sesajen tersebut divonis 10 bulan penjara oleh majelis hakim.

Wagub Riza Bantah Anies Lakukan Malaadministrasi Ganti Rugi Rusun Petamburan
Indonesia
Wagub Riza Bantah Anies Lakukan Malaadministrasi Ganti Rugi Rusun Petamburan

Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria membantah Anies melakukan malaadministrasi karena tidak menjalankan putusan pengadilan terkait pembayaran ganti rugi kepada warga penggusuran rusunami Petamburan.

Pemkab Cirebon Optimistis Cakupan Vaksinasi COVID-19 Selesai Akhir Tahun Ini
Indonesia
Pemkab Cirebon Optimistis Cakupan Vaksinasi COVID-19 Selesai Akhir Tahun Ini

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi optimistis cakupan vaksinasi COVID-19 di wilayahnya hingga akhir tahun mencapai 70 persen.

Demokrat Berpotensi Gabung Koalisi PKB–PKS
Indonesia
Demokrat Berpotensi Gabung Koalisi PKB–PKS

Setelah menggagas koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam barisan Koalisi Semut Merah, kini Partai Demokrat juga berpotensi bergabung dalam koalisi ini.

Vaksinasi COVID-19 Anak di bawah 12 Tahun, Pemkot Yogya Tunggu Arahan Teknis Pusat
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Anak di bawah 12 Tahun, Pemkot Yogya Tunggu Arahan Teknis Pusat

Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19, pada 1 November 2021, kasus COVID-19 pada anak mencapai 13 persen dari total kasus secara nasional.