Wagub DKI Akui Muncul 'Klaster Perkantoran' di Jakarta Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza). (ANTARA/Devi Nindy)

Merahputih.com - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria membenarkan bahwa saat ini perkantoran menjadi klaster baru penularan kasus COVID-19. Sudah ada dua kasus yang dilaporkan ke Pemprov DKI.

"Ya memang beberapa hari ini ada klaster baru di perkantoran, sekalipun jumlahnya baru dua kasus," kata Riza Patria di Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (24/7).

Baca Juga

RSD Wisma Atlet Rawat 1.243 Pasien Positif COVID-19

Kantor yang pegawainya terkonfirmasi positif COVID-19 diminta ditutup sementara dan dilakukan sterilisasi dengan menyemprot cairan desinfektan.

"Kantor tersebut kan ditutup kemudian dibersihkan dengan desinfektan," jelas dia.

Riza mengaku sudah melakukan sosialisasi dan dialog dengan berbagai pihak salah satunya perkantoran agar disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Hal itu dimaksudkan agar taka ada kasus baru virus COVID-19.

Riza Patria
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat meninjau aliran Kali Angke di kelurahan Kedoya Utara dan Duri Kosambi, Jakarta Barat, Kamis (9/7). Foto: Istimewa

Adanya klaster baru di perkantoran ini, harus menjadi perhatian serius semua pihak baik pemerintah dan masyarakat untuk bisa menaati protap kesehatan.

"Memang ada kejenuhan di masyarakt, bosan, euforia keluar rumah. Kemudian testing kita yang masif ya hampir 500 ribu, ini juga menunjukan angka-angka baru," ungkapnya.

Baca Juga

Jakarta Belum Bisa Normal, Epidemiologi UI: PSBB Transisi Harus Dipertahankan

Ia pun kembali mengingatkan kepada masyarakat jangan anggap sepelekan COVID-19. Pemerintah dan warga harus bekerja bersama melawan corona dengan tidak melanggar protokol kesehatan.

"Ini tolong diperhatikan, jangan dianggap enteng. Pak Gubernur berulang kali menyampaikan jangan anggap enteng, jangan anggap remeh," tutupnya. (Asp)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gambir Jadi Zona Hijau, 100 Orang Bakal Divaksin COVID-19
Indonesia
Gambir Jadi Zona Hijau, 100 Orang Bakal Divaksin COVID-19

Polsek Metro Gambir menargetkan sasaran dalam program vaksinasi massal yaitu kaum lanjut usia (lansia) dan pelayan publik.

Warga Berkerumun di Alun-Alun Surabaya, Pemkot Dikecam
Indonesia
Warga Berkerumun di Alun-Alun Surabaya, Pemkot Dikecam

Walau Pemkot membatasi kunjungan hanya 40 persen dari total kapasitas Alun-alun, namun massa tak bisa dibendung lantaran sudah lama tak menikmati hiburan selama PSBB.

Wapres Perintahkan Kapolri Kawal Vaksinasi COVID-19 Sampai Tuntas
Indonesia
Wapres Perintahkan Kapolri Kawal Vaksinasi COVID-19 Sampai Tuntas

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga 15 Februari 2021 cakupan vaksinasi COVID-19 tenaga kesehatan (nakes) tahap pertama sudah mencapai 74,63 persen.

Tak Keluarkan Peringatan Dini, BMKG Prakirakan Jakarta Cerah Berawan Hari Ini
Indonesia
Tak Keluarkan Peringatan Dini, BMKG Prakirakan Jakarta Cerah Berawan Hari Ini

Wilayah Jakarta Pusat diprediksi bersuhu 25 hingga 30 derajat Celsius

Antisipasi Klaster Liburan Akhir Tahun, Anies Terbitkan Ingub dan Sergub
Indonesia
Antisipasi Klaster Liburan Akhir Tahun, Anies Terbitkan Ingub dan Sergub

Anies Baswedan menerbitkan Intruksi Gubernur No 64 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pengendalian, serta Seruan Gubernur No 17 Tahun 2020 tentang Pengendalian Kegiatan Masyarakat.

Rp192 Triliun Sudah Dikucurkan Buat Pulihkan Ekonomi
Lainnya
Rp192 Triliun Sudah Dikucurkan Buat Pulihkan Ekonomi

Pemerintah melakukan berbagai langkah agar serapan optimal, diantaranya perpanjangan berbagai program hingga Desember 2020.

Indonesia Masih Cari Utang Rp900 Triliun Sampai Akhir Tahun.
Indonesia
Indonesia Masih Cari Utang Rp900 Triliun Sampai Akhir Tahun.

Dengan adanya skema bagi beban antara Bank Indonesia (BI) dan pemerintah menjadi sangat penting karena bakal menjaga sustainabilitas fiskal.

Kasus COVID-19 Terus Melonjak, Kapolda Metro Beri Peringatan Serius Seluruh Kapolres
Indonesia
Kasus COVID-19 Terus Melonjak, Kapolda Metro Beri Peringatan Serius Seluruh Kapolres

Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan infeksi paling tinggi yaitu 2.959 kasus dari total penambahan seluruh Indonesia sebanyak 10.617.

Kemenkes Masih Hitung Harga Vaksin Corona
Indonesia
Kemenkes Masih Hitung Harga Vaksin Corona

Yuri mengatakan saat ini tinggal vaksin Sinopharm yang belum diketahui harga pastinya. Jika sudah diketahui harga pastinya, segera diajukan anggaran ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Epidemiolog UI: Memangnya Luhut Ngerti Kesehatan?
Indonesia
Epidemiolog UI: Memangnya Luhut Ngerti Kesehatan?

"Seharusnya yang ditugaskan Menkes. Kementerian yang mengerti tupoksinya. Memangnya Pak Luhut ngerti? Ngerti, ngerti merintah," kata Pandu