Wagub DKI: 3 Hotel Pasien OTG Belum Bisa Digunakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memberikan keterangan pers terkait kebakaran Kantor Kejaksaan Agung. (ANTARA/Fianda SR)

Merahputih.com - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menegaskan tiga hotel yang disiapkan sebagai tempat karantina Orang Tanpa Gejala (OTG) COVID-19 di Jakarta belum diisi oleh pasien. Alasannya, ketiganya belum resmi beroperasi.

"Ya kan di tiga tempat itu, kan belum (bisa digunakan)," ujar Riza di Jakarta, Kamis (1/10).

Baca Juga:

Indonesia Urutan Ke-23 Dunia Sebaran Kasus COVID-19

Tiga hotel di Jakarta yang disiapkan itu yakni Ibis Mangga Dua, Jakarta Utara; Ibis Senen, Jakarta Pusat; dan U Stay Mangga Besar, Jakarta Barat.

Untuk saat ini, pasien OTG dan gejala ringan masih dirujuk ke Wisma Mandiri Kemayoran, Jakarta Pusat. Sebab kapasitas Isolasi Mandiri Kemayoran masih menampung pasien corona dan belum dinyatakan penuh.

"Sekarang kan penempatan isolasi masih terpusat di Wisma Mandiri," terang dia.

Bila kapasitas ruang isolasi pasien OTG di Wisma Mandiri Kemayoran seluruhnya terisi, maka pasien akan karantina ke tempat lain seperti 3 hotel itu.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memberikan keterangan kepada awak media terkait kebakaran Kantor Kejaksaan Agung RI, di Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2020) (ANTARA/Fianda SR)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memberikan keterangan kepada awak media terkait kebakaran Kantor Kejaksaan Agung RI, di Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2020) (ANTARA/Fianda SR)

Pemprov DKI juga telah memiliki tempat tambahan isolasi bagi warga terpapar corona tanpa gejala yakni di Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (Jakarta Islamic Centre), Jakarta Utara; Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur; dan Graha Wisata Ragunan, Komplek GOR Jaya Raya Ragunan, Jakarta Selatan.

"Pokoknya semuanya akam kami siapkan sebaik mungkin lah. sebanyak mungkin, secepat mungkin," tuturnya.

Semua biaya pasien COVID-19 yang dikarantina di hotel ditanggung Pemerintah Pusat. "Biaya isolasi hotel itu dibiayai oleh pemerintah pusat," terang dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan, setidaknya ada 15 hotel bintang 1 hingga 3 yang disiapkan sebagai tempat karantina pasien COVID-19 dengan kategori OTG. Kapasitas ruang inap bagi pasien corona dari hotel itu mencapai 3.000 orang.

Baca Juga

Serangkaian Perintah Anies Hadapi Banjir Jakarta

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan, tujuan hotel jadi ruang karantina agar pasien positif COVID-19 dengan gejala ringan tidak melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Kita telah bekerja sama dengan hotel bintang 1 dan 2 untuk menjadi fasilitas karantina. Ini tolong disampaikan ada 15 hotel bintang 2 dan 3 di Jakarta dengan kapasitas 3.000, kita telah bekerja sama dengan grup-grup hotel yang ada," ucap Jokowi. (Asp)

Kredit : asropihs

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH