Waduk Darma Terus Dipoles sebagai Destinasi Wisata Air Internasional Waduk Darma terus dipoles. (Foto: Humas Pemprov Jabar)

PEMERINTAH Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) terus memoles Waduk Darma di Kabupaten Kuningan menjadi destinasi wisata air internasional. Gubernur Jabar Ridwan Kamil memantau perkembangannya pada kunjungan kerja Sabtu (17/10).

Dalam kunjungan kerja kali ini, Gubernur meminta Pemkab Kuningan konsisten menggelar festival wisata olahraga air berskala internasional. Salah satu yang diusulkan kali ini adalah festival balap perahu. Acara pariwisata ini penting untuk promosi Waduk Darma secara global.

Baca juga:

Melihat Sunrise di Bukit Rindu Gunung Prau via Wates

“Saya titip ke Pak Bupati agar kegiatan seperti festival balap perahu serta penataan jaring apung yang inklusif terhadap badan air diterapkan di Waduk Darma,” ujar Ridwan Kamil di Waduk Darma, Sabtu (17/10).

Pemprov Jabar ingin Waduk Darma menjadi destinasi internasional (Foto: Humas Pemprov Jabar)
Pemprov Jabar ingin Waduk Darma menjadi destinasi internasional. (Foto: Humas Pemprov Jabar)

Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– mengatakan, syarat mutlak sebuah destinasi wisata internasional adalah kebersihan dan fasilitas lengkap. Sampah yang masih bertebaran ditambah fasilitas pendukung yang buruk menjadi kartu mati yang membuat wisatawan tidak betah dan dijamin tidak akan kembali lagi.

“Pengelola (Waduk Darma) agar lebih tegas lagi menegur para wisatawan yang masih buang sampah sembarangan,” ucap Kang Emil.

Baca juga:

Mangkrak 50 Tahun, Omah Lowo Jadi Destinasi Wisata Galeri Batik Premium

Gubernur optimistis, meski pandemi COVID-19 belum berakhir, jalan menuju Waduk Darma sebagai destinasi wisata air internasional masih terbuka lebar. “Sekilas pas saya datang, ke depannya Waduk Darma ini akan menjadi pariwisata yang luar biasa dan naik kelas,” katanya.

Keyakinan Kang Emil didasarkan pada fakta bahwa Kuningan dengan ikonnya Gunung Ciremai memiliki alam, budaya, dan wisata yang berkarakter.“Pariwisata Jabar yang unik ada di Kabupaten Kuningan,” sebutnya.

Untuk itu, Gubernur meminta Bupati Kuningan selalu menyinkronkan program – program pariwisatanya dengan Pemda Provinsi Jabar. Sinkronisasi program pariwisata ini penting agar multiplier effect dapat dirasakan masyarakat secara maksimal.

Ridwal kamil menyarankan festival balap perahu. (Foto: Humas Pemprov Jabar)
Ridwal kamil menyarankan festival balap perahu. (Foto: Humas Pemprov Jabar)

Ridwan Kamil mengatakan, recovery pendapatan pariwisata Jabar lebih cepat dari Bali karena tidak menggunakan penerbangan. “Maka dari itu kita harus terus promosikan wisatanya. Saya titip Pak Bupati Kuningan agar kita sinkronisasikan,” tutup Kang Emil.

Seperti diketahui, Gubernur Ridwan Kamil mencanangkan Waduk Darma sebagai destinasi wisata air internasional pada 29 Maret 2019 bertepatan dengan Hari Air Sedunia. Titik beratnya adalah wisata, budaya, dan olahraga berbasis air.

Proyek pembangunan sudah dimulai Juni 2019 dengan anggaran Rp60 miliar dimulai dari penataan darat. Sebelum itu, Pemda Provinsi Jabar telah memfasilitasi acara internasional seperti Festival Angklung Internasional dan Gowes Wisata Waduk Darma kerja sama Pemkab Kuningan dan Kementerian Pariwisata. (Mauritz/Jawa Barat)

Baca juga:

Gua Liang Bua, Rumah si Hobbit dari Flores

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Lawan Kumpeni Melalui Tari Gandrung Lanang Banyuwangi
Indonesiaku
Lawan Kumpeni Melalui Tari Gandrung Lanang Banyuwangi

Tari Gandrunf Lanang Banyuwangi di masa lalu jadi alat perjuangan

Jejak Cobra Bang Pi`ie Mencatuk Pusat Jakarta
Indonesiaku
Jejak Cobra Bang Pi`ie Mencatuk Pusat Jakarta

Pi`ie kondang sebagai pucuk pimpinan Corps Bambu Runcing (Cobra)

Tren Berwisata Selama Pandemi Berubah
Travel
Tren Berwisata Selama Pandemi Berubah

Saat ini banyak masyarakat yang lebih nyaman untuk berpergian dengan orang yang lebih dikenal dan mengetahui riwayat kesehatannya.

Apa Saja Perbedaan Gundala Versi Klasik Versus Film Joko Anwar?
Indonesiaku
Sate Bulayak Nikmat Khas NTB
Kuliner
Sate Bulayak Nikmat Khas NTB

Bulayak adalah lontong yang dibuat dengan bungkus lilitan daun aren atau enau.

Warga Yogyakarta dilarang Main Petasan Saat Malam Takbiran
Travel
Warga Yogyakarta dilarang Main Petasan Saat Malam Takbiran

Fokus penjagaan petugas adalah diobjek vital serta lokasi wisata favorit seperti Malioboro, Alun-alun dan Titik nol km.

Bangsal Witana, Cikal Bakal Keraton Cirebon
Travel
Bangsal Witana, Cikal Bakal Keraton Cirebon

Bangsal Witana dibangun Ki Gedeng Alang-alang pada abad ke-14 masehi.

Pentingnya Keterampilan Bahasa bagi Pelaku Pariwisata
Travel
Pentingnya Keterampilan Bahasa bagi Pelaku Pariwisata

Keterampilan bahasa penting untuk memandu wisatawan mancanegara.

Dongkrak Pariwisata, Pemda DIY Gelar Jogja International Travel Mart 2021
Travel
Dongkrak Pariwisata, Pemda DIY Gelar Jogja International Travel Mart 2021

Event mancanegara tahunan ini mempertemukan para pelaku pariwisata dengan masyarakat.

Memaknai Laksa, Semangkuk Cinta Peranakan Tionghoa-Melayu
Kuliner
Memaknai Laksa, Semangkuk Cinta Peranakan Tionghoa-Melayu

Kini menjadi kuliner yang dicari-cari.